Arsip:

Berita

Enam Dokter Spesialis Urologi Lulusan UGM Diwisuda

YOGYAKARTA, 22 Juli 2026 — Enam lulusan Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito resmi menyandang gelar dokter spesialis urologi dalam Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada 22 Juli 2026.

Keenam wisudawan tersebut adalah dr. Eric Frapancah, Sp.U, dr. Nikko Caesario Mauldy Susilo, Sp.U, dr. Yudriawan Annas, Sp.U, dr. Ardika Satria Kusuma, Sp.U, dr. Muhammad Mahmud Ridho, Sp.U, dan dr. Ali Ariyono, Sp.U. Wisuda ini menandai berakhirnya masa pendidikan spesialis yang mereka tempuh melalui pembelajaran klinis, penelitian, dan serangkaian ujian.

Menjawab Kebutuhan Dokter Spesialis Urologi

Bertambahnya jumlah urolog berarti bertambah pula tenaga yang dapat menangani penyakit urologi, seperti batu saluran kemih, kanker urologi, dan gangguan berkemih. Ketersediaan dokter spesialis membantu mempercepat diagnosis dan memperluas akses pasien terhadap tindakan urologi.

Para lulusan diharapkan dapat bertugas hingga ke daerah yang masih kekurangan dokter spesialis urologi, sehingga layanan urologi dapat dinikmati lebih merata.

Bagi Program Studi Urologi FK-KMK UGM, wisuda ini merupakan hasil dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, para lulusan telah melalui proses pembelajaran klinis dan ujian yang menyiapkan mereka berpraktik secara mandiri. Dari sisi penelitian, setiap lulusan telah menyelesaikan karya akhir sebagai bagian dari syarat kelulusan. Adapun dari sisi pengabdian masyarakat, para lulusan akan langsung berperan dalam layanan urologi di tempat mereka bertugas.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Lahirnya dokter spesialis melalui pendidikan yang terstandar mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Bertambahnya tenaga urolog yang kompeten mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, harapan agar lulusan tersebar hingga daerah yang kekurangan dokter spesialis berkaitan dengan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).

Staf Pengajar Urologi UGM Jadi Pembicara pada Kongres Urological Association of Asia di Manila

MANILA, 6 September 2026 — Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K), staf pengajar Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, menjadi pembicara undangan (faculty speaker) pada kongres ke-23 Urological Association of Asia (UAA). Kongres yang digelar bersamaan dengan pertemuan tahunan ke-69 Philippine Urological Association ini berlangsung di Manila, Filipina, pada 3–6 September 2026.

Kongres UAA merupakan pertemuan ilmiah tahunan organisasi profesi urologi tingkat Asia. Selain sesi utama, kongres ini menghadirkan berbagai simposium paralel yang membahas subspesialisasi urologi, mulai dari onkologi urologi dan endourologi hingga andrologi.

Menyesuaikan Pedoman dengan Kondisi Asia

Dalam sesi yang dibawakannya, dr. Indrawarman memaparkan perkembangan tata laksana kasus urologi yang relevan dengan kondisi layanan di Asia. Diskusi dengan peserta dari berbagai negara menyoroti bagaimana pedoman internasional dapat disesuaikan dengan sumber daya dan karakteristik pasien setempat.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyebaran bukti ilmiah dan penyelarasan standar layanan mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Kongres sebagai wadah belajar bagi urolog dan peserta didik mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, peran aktif UGM dalam organisasi profesi regional berkaitan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Dua Peserta Didik Urologi UGM Raih Juara Pertama dan Kedua Lomba Debat Kelompok IPGS 2026

YOGYAKARTA, 23 Agustus 2026 — Dua peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito, dr. Rexy Rialdi Nunuhitu dan dr. Raditya Kevin Adrianto Taslim, meraih juara pertama dan kedua lomba debat kelompok dalam International Postgraduate Symposium (IPGS) 2026. Kompetisi tersebut berlangsung pada 23 Agustus 2026.

IPGS 2026 mengusung tema inovasi kesehatan di tengah krisis riset dan mempertemukan mahasiswa pascasarjana dari berbagai bidang keilmuan.

Berdebat soal Krisis Kesehatan

Lomba debat ini mengangkat isu krisis kesehatan, seperti kesiapsiagaan, pemerataan akses, dan pengelolaan sumber daya kesehatan. Peserta dituntut menyusun argumen berbasis data, menanggapi pihak lawan secara tepat, dan menyampaikan gagasan dengan lugas.

Karena dikerjakan secara berkelompok, debat ini juga menguji kerja sama tim. Anggota tim perlu membagi peran dan menyepakati alur argumen dalam waktu terbatas.

Menguatkan Pendidikan, Riset, dan Pelayanan

Bagi Program Studi Urologi FK-KMK UGM, capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan peserta didik tidak berhenti pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup kemampuan bernalar dan berargumentasi. Dari sisi keilmuan, debat melatih peserta didik menggunakan bukti untuk menjawab persoalan kebijakan kesehatan. Adapun dari sisi pengabdian masyarakat, kemampuan memandang persoalan pelayanan secara menyeluruh menjadi bekal bagi dokter spesialis yang kelak berperan sebagai pemimpin di fasilitas kesehatan.

Capaian ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pengembangan kemampuan bernalar dan berkomunikasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pembahasan isu krisis kesehatan dan pemerataan akses berkaitan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, pertemuan mahasiswa pascasarjana lintas institusi membangun jejaring yang sejalan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Peserta Didik Urologi UGM Raih Juara Pertama Kompetisi Ilmiah Urologi Umum di Jogja Urology Forum ke-9

YOGYAKARTA, 29 Agustus 2026 — dr. Novan Riansyah, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito, meraih juara pertama General Urology Scientific Competition. Kompetisi ini merupakan bagian dari 9th Jogja Urology Forum in Conjunction with INASAU 2026, dan penghargaannya diserahkan pada 29 Agustus 2026.

Jogja Urology Forum yang digelar bersamaan dengan INASAU 2026 mempertemukan urolog, peserta didik urologi, dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia. Selain sesi ilmiah, forum ini menyelenggarakan kompetisi bagi peserta didik untuk menyajikan karya ilmiah.

Menyajikan Karya di Hadapan Juri

Dalam kompetisi ini, peserta menyajikan penelitian atau laporan kasus urologi umum di hadapan dewan juri. Penilaian mencakup ketajaman analisis, kualitas metodologi, kemampuan presentasi, dan relevansi klinis karya yang dibawakan.

Capaian ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kompetisi ilmiah yang mendorong budaya berpikir kritis dan komunikasi ilmiah mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Berbagi temuan klinis untuk memperbaiki tata laksana pasien mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, ekosistem riset yang aktif di bidang kesehatan SDGberkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Ujian Karya Akhir Hari Pertama: Empat Peserta Didik Urologi UGM Paparkan Hasil Penelitian

YOGYAKARTA, 9 September 2026 — Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada menggelar ujian karya akhir bagi empat peserta didik pada 9 September 2026.

Peserta ujian diantaranya dr. Eldo Taufila Putra Utama, dr. Denny Andrianto, dr. Raedi Ardlo Luzman, dan dr. Muhammad Sufriyudi. Mereka memaparkan hasil penelitian yang telah melewati tahap proposal, pengumpulan data, analisis, hingga penyusunan naskah, lalu menerima evaluasi dari tim penguji.

Menguji Ketajaman Argumentasi Ilmiah

Topik penelitian yang diangkat para peserta beragam, mencerminkan luasnya cakupan ilmu urologi yang dipelajari selama masa pendidikan. Diskusi dengan penguji melatih peserta didik mempertajam argumentasi ilmiah dan memperkuat pemahaman tentang aspek metodologi penelitian.

Sebagian penelitian menggunakan data dari rumah sakit pendidikan dan jejaring, termasuk dari daerah dengan fasilitas terbatas. Data semacam ini membantu menggambarkan tantangan layanan urologi yang sebenarnya di lapangan.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penjaminan mutu lulusan melalui ujian karya akhir mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Penelitian yang memotret tantangan layanan di lapangan mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, kerja sama antara pengajar, peserta didik, dan institusi mitra dalam pendidikan spesialis berkaitan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Ujian Karya Akhir Hari Kedua: Empat Peserta Didik Urologi UGM Pertanggungjawabkan Penelitian

YOGYAKARTA, 10 September 2026 — Empat peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada mempertanggungjawabkan penelitian mereka dalam ujian karya akhir pada 10 September 2026.

Peserta ujian pada hari tersebut adalah dr. Adryan Kalya Ndraha Khairindra, dr. Andhyka Brillian Kharisma, dr. Aldy Ridho Pangestu, dan dr. Patria Putrapratama. Masing-masing memaparkan penelitiannya di hadapan tim penguji yang terdiri atas staf pengajar urologi, lalu menjawab pertanyaan seputar metode, hasil, dan implikasi klinis penelitian.

Tahap Akhir Menuju Kelulusan

Karya akhir merupakan penelitian yang dikerjakan peserta didik selama masa pendidikan spesialis. Ujian ini menjadi salah satu tahap penting sebelum peserta didik dinyatakan lulus.

Ujian berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Setiap peserta didik mendapat waktu untuk presentasi dan tanya jawab. Tim penguji tidak hanya menilai kualitas penelitian, tetapi juga kemampuan peserta didik menjelaskan relevansi temuannya bagi praktek urologi sehari-hari.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Ujian karya akhir sebagai mekanisme penjaminan mutu lulusan mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Penelitian yang berpotensi memperbaiki layanan pasien mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, proses pembimbingan dan pengujian yang melibatkan dosen, penguji, rumah sakit jejaring, dan peserta didik berkaitan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Kuliah Tamu dan Operasi Langsung Kenalkan Teknologi Blue Laser kepada Peserta Didik Urologi UGM

YOGYAKARTA, 27 Agustus 2026 — Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada menggelar kuliah tamu sekaligus operasi langsung (live surgery) tentang vaporisasi dengan blue laser di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, pada 27 Agustus 2026. Kegiatan ini menghadirkan dr. Dyandra Parikesit, BMedSc, Sp.U, FICS, yang berpengalaman menerapkan teknologi laser dalam tindakan urologi.

Acara diawali dengan kuliah tentang prinsip kerja blue laser, indikasi penggunaannya, keunggulannya, serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar prosedur berlangsung aman. Peserta dapat mengikuti operasi yang ditayangkan secara langsung.

Belajar Langsung dari Meja Operasi

Vaporisasi laser bekerja dengan menguapkan jaringan sasaran menggunakan energi laser. Teknik ini umumnya dikaitkan dengan risiko perdarahan yang relatif rendah dan pemulihan yang lebih cepat. Manfaat tersebut terutama penting bagi pasien lanjut usia yang memiliki penyakit penyerta.

 

Melalui tayangan langsung, peserta didik dapat mengamati tahapan tindakan, teknik penanganan jaringan, dan pengambilan keputusan selama operasi. Peserta juga dapat bertanya langsung kepada operator di sela-sela tindakan. Diskusi seusai operasi membahas pertimbangan klinis, alternatif teknik, serta langkah yang perlu diambil bila muncul kendala selama prosedur.

Bagi Program Studi Urologi FK-KMK UGM, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, pembelajaran berbasis kasus nyata melengkapi pembelajaran teori dan mempercepat transfer keterampilan kepada peserta didik. Dari sisi penelitian dan keilmuan, pengenalan teknologi baru membuka ruang kajian tentang penerapannya di rumah sakit pendidikan. Adapun dari sisi pengabdian masyarakat, teknologi ini berpotensi menambah pilihan terapi yang lebih ringan bagi pasien di RSUP Dr. Sardjito.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pilihan terapi yang lebih ringan bagi pasien mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pembelajaran melalui observasi kasus nyata mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pengenalan teknologi medis terkini di rumah sakit pendidikan berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Bahas Tatalaksana Batu Saluran Kemih dan Pembesaran Prostat, Staf Pengajar Urologi UGM Jadi Pembicara di Lijiang

LIJIANG, 13 September 2026 — Tatalaksana batu saluran kemih dan pembesaran prostat jinak menjadi topik yang dibawakan Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K), staf pengajar Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada/RSUP Dr. Sardjito, sebagai pembicara undangan (faculty speaker) pada 13th Golden Bridge International Urology Conference. Konferensi tersebut berlangsung di Lijiang, Tiongkok, pada 11–13 September 2026.

Konferensi ini mempertemukan para urolog dari berbagai negara untuk membahas perkembangan diagnosis dan tata laksana penyakit urologi. Sebelumnya, dr. Indrawarman juga tampil sebagai pembicara pada kongres Urological Association of Asia (UAA) di Manila pada 3–6 September 2026.

Menyesuaikan Terapi dengan Kondisi Pasien

Batu saluran kemih dan pembesaran prostat jinak termasuk kondisi yang paling sering ditemui dalam praktek urologi sehari-hari. Dalam sesinya, dr. Indrawarman memaparkan pengalaman klinis dan bukti ilmiah terkait penanganan kedua kondisi tersebut. Ia menekankan pentingnya memilih terapi yang sesuai dengan kondisi pasien sekaligus ketersediaan sumber daya di fasilitas pelayanan.

Sesi tanya jawab memberi kesempatan bagi peserta dari berbagai negara untuk membandingkan pendekatan tata laksana di institusi masing-masing. Pertukaran pengalaman semacam ini membantu dokter menyesuaikan pedoman dengan konteks pasien dan fasilitas di negaranya.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penyebaran bukti ilmiah untuk tata laksana penyakit yang banyak diderita masyarakat mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Konferensi internasional sebagai sarana pengembangan profesional berkelanjutan mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, perluasan jejaring dengan institusi luar negeri berkaitan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Teknik Rekonstruksi Saluran Kemih Invasif Minimal di Manila

MANILA, 19 September 2026 — Teknik rekonstruksi saluran kemih dengan pendekatan invasif minimal menjadi materi yang dibawakan Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), staf pengajar Program Studi Urologi FK-KMK Universitas Gadjah Mada, sebagai pembicara undangan (faculty speaker). Beliau menghadiri workshop internasional bedah rekonstruksi urologi invasif minimal yang berlangsung di Manila, Filipina, pada 18–19 September 2026.

Dalam sesinya, dr. Ahmad membagikan pengalaman klinis dalam mengerjakan rekonstruksi saluran kemih secara invasif minimal. Materi yang disampaikan mencakup pemilihan pasien yang tepat, tahapan teknis prosedur, serta pengelolaan komplikasi.

Luka Lebih Kecil, Pemulihan Lebih Cepat

Bedah rekonstruksi saluran kemih dibutuhkan pada sejumlah kondisi, salah satunya striktur uretra, yaitu penyempitan saluran kemih yang menghambat aliran urine. Kondisi ini masih menjadi beban kesehatan tersendiri karena penanganannya menuntut ketelitian tinggi dan beresiko kambuh.

Dibandingkan operasi terbuka, pendekatan invasif minimal umumnya dikaitkan dengan luka operasi yang lebih kecil, nyeri pasca bedah yang lebih ringan, dan masa rawat yang lebih singkat. Meski demikian, teknik ini menuntut keterampilan khusus serta seleksi pasien yang cermat. Hal inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam workshop tersebut.

Kegiatan ini juga bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan teknik bedah yang lebih ringan bagi pasien mendukung program SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pembelajaran berkelanjutan bagi dokter spesialis dan peserta didik mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, jejaring dengan sejawat dari berbagai negara berkaitan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Tantangan Transplantasi Ginjal pada Anak Diulas di ASMIUA 2026

dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) dari Program Studi Urologi FK-KMK UGM tampil sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026, membawakan materi khusus mengenai transplantasi ginjal pada populasi pasien anak. 

Pada sesi Masterclass InaSTU, beliau memaparkan tantangan dan kendala dalam pediatric kidney transplantation: pertimbangan anatomi, pemilihan donor, hingga perawatan pasca transplantasi yang tentunya berbeda dari pasien dewasa. Topik ini masih tergolong jarang dibahas mendalam di forum ilmiah nasional, mengingat kompleksitas teknis dan terbatasnya jumlah pusat transplantasi ginjal anak di Indonesia.Beliau juga menjadi moderator sesi interesting case dari berbagai pusat transplantasi di Indonesia, memfasilitasi diskusi lintas institusi mengenai kasus-kasus transplantasi ginjal yang menantang dan jarang dijumpai di praktik sehari-hari.

 

 

Transplantasi ginjal adalah terapi definitif bagi anak dengan gagal ginjal tahap akhir, sehingga pembaruan teknik dan protokol yang dibagikan berkontribusi langsung pada peningkatan angka keberhasilan transplantasi serta kualitas hidup pasien anak dimana poin ini menegaskan pentingnya penerapan SDG 3.

Pembahasan topik yang masih jarang diangkat ini memperkaya wawasan peserta didik program studi urologi mengenai subspesialisasi transplantasi, sekaligus mendorong minat riset dan pengembangan layanan di berbagai pusat pendidikan di Indonesia, sejalan dengan SDG 4.

Forum diskusi lintas pusat transplantasi ini turut memperkuat kemitraan dan jejaring layanan transplantasi ginjal nasional antara Yogyakarta, Bandung, Malang, Palembang, Semarang, dan Bali, mencerminkan SDG 17 lewat pertukaran pengalaman penanganan kasus yang kompleks. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang memperkuat layanan urologi anak di Yogyakarta dan Indonesia secara luas.