Arsip:

Berita

Bekal Urolog: Dasar-Dasar Tatalaksana Pembesaran Prostat Jinak Dikupas di ASMIUA 2026

Bandung, 4 Oktober 2026 – dr. Muhammad Raditya Hendarso, Sp.U turut berpartisipasi sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026, membawakan materi dasar yang menjadi fondasi penting bagi urolog yang baru memulai praktik mandiri.

Pada sesi “Basic to Advance Prostate Surgery”, beliau menyampaikan perbandingan teknik TURP monopolar dan bipolar untuk penanganan Benign Prostate Hyperplasia (BPH) bagi pemula, mencakup indikasi, langkah teknis, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing pendekatan. Materi ini dirancang khusus membekali dokter spesialis urologi yang baru lulus maupun peserta didik tingkat akhir dengan dasar yang kuat sebelum beralih ke teknik enukleasi yang lebih kompleks.

Pendekatan edukasi berjenjang seperti ini penting mengingat BPH adalah salah satu kasus urologi tersering yang akan dihadapi hampir setiap urolog di Indonesia, baik di kota besar maupun daerah dengan fasilitas terbatas.

Penguasaan teknik dasar TURP yang baik menjadi kunci keberhasilan tata laksana BPH, kondisi yang banyak dialami populasi pria lanjut usia di Indonesia dan berdampak signifikan pada kualitas hidup jika tidak ditangani tepat relevan langsung dengan SDG 3.

Materi yang disusun khusus bagi pemula ini menjadi jembatan penting antara pendidikan spesialis dan praktik mandiri, memastikan transisi yang lebih mulus bagi dokter spesialis urologi baru dalam menjalankan tindakan bedah secara aman dan kompeten, sejalan dengan SDG 4.

Kehadiran di forum nasional seperti ASMIUA turut memperkuat kemitraan pendidikan berkelanjutan antar urolog se-Indonesia, mencerminkan SDG 17. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang mendukung pemerataan kompetensi bedah urologi dasar di seluruh Indonesia.

Hadir dalam sesi debat interaktif Overactive Bladder, dr. Muhammad Anwar Irzan, Sp.U Jadi Panelis ASMIUA 2026

dr. Muhammad Anwar Irzan, Sp.U dari Departemen Urologi FK-KMK UGM turut berpartisipasi sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026, tampil dalam format sesi yang tidak biasa: debat ilmiah interaktif.

Pada sesi InaSFFU bertajuk “Hot Air Balloon Debate on Overactive Bladder”, beliau menjadi salah satu panelis yang mengadu argumen seputar tata laksana kandung kemih hiperaktif (overactive bladder) refrakter, membandingkan pendekatan berbasis bukti ilmiah dengan realitas praktik klinis di Indonesia. Format debat ini dirancang mendorong pemikiran kritis peserta dalam menimbang pilihan terapi, mulai dari modifikasi perilaku, farmakoterapi, hingga tindakan invasif minimal.

Gaya penyampaian yang interaktif dan argumentatif ini memberi perspektif segar bagi peserta kongres dalam memahami kompleksitas pengambilan keputusan klinis pada kasus kandung kemih hiperaktif yang sulit diatasi dengan terapi lini pertama saja.

Kandung kemih hiperaktif adalah kondisi yang signifikan memengaruhi kualitas hidup pasien sehari-hari, dan pembahasan mendalam mengenai pilihan terapi berbasis bukti membantu dokter memberikan tata laksana yang lebih tepat sasaran dan menyentuh langsung SDG 3.

Format debat ilmiah seperti ini menjadi metode pembelajaran alternatif yang mendorong peserta didik dan dokter muda berpikir kritis serta berani menyampaikan argumentasi berbasis data, bukan sekadar menghafal pedoman klinis, sejalan dengan SDG 4.

Partisipasi dalam forum nasional seperti ASMIUA turut memperkuat kemitraan dan pertukaran gagasan antarurolog se-Indonesia, mencerminkan SDG 17 lewat format diskusi yang lebih terbuka dan tidak kaku. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang memperkaya metode diseminasi ilmu urologi di tingkat nasional.

Endourologi Anak dan Pencegahan Infeksi Pasca bedah

Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K), FICS dari Program Studi Urologi FK-KMK UGM turut berpartisipasi sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026, membawakan dua topik yaitu endourologi pediatrik dan keamanan tindakan endoskopi batu saluran kemih.

Pada sesi Minimal Invasive in CAKUT, beliau memperkenalkan pendekatan minimal invasif untuk kelainan kongenital saluran kemih pada anak, topik yang menuntut kehati-hatian khusus mengingat anatomi pasien anak yang masih berkembang. Pada ASEAN Urology Resident Course, beliau membahas mitos dan fakta seputar komplikasi infeksi pascabedah endoskopi batu saluran kemih, memberi panduan praktis bagi peserta didik dari berbagai negara ASEAN dalam mencegah dan menangani komplikasi tersebut.

Kombinasi dua topik ini mencerminkan keluasan keahlian beliau, dari tindakan rekonstruksi pada anak hingga manajemen keamanan prosedur endourologi dewasa.

Edukasi pencegahan infeksi pascabedah berdampak langsung pada keselamatan pasien dan menurunkan angka komplikasi tindakan endourologi, sementara pendekatan minimal invasif pada anak dengan kelainan kongenital mengurangi trauma bedah dan mempercepat pemulihan Dimana keduanya sejalan dengan SDG 3.

Sebagai pembicara pada ASEAN Urology Resident Course, beliau menunjukkan peran aktif Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam pendidikan urologi tingkat regional. Materi yang dibagikan menjadi bekal penting bagi peserta didik lintas negara ASEAN dalam menjalankan praktik yang aman, menegaskan komitmen pada SDG 4.

Forum regional semacam ini turut memperkuat kemitraan pendidikan kedokteran antarnegara ASEAN, mencerminkan SDG 17. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang memperluas jejaring keilmuan urologi hingga kawasan Asia Tenggara.

Sorotan pada Tatalaksana Bedah pada Kanker Ginjal dan Kandung Kemih Lanjutan di ASMIUA 2026

Bandung, 4 Oktober 2026 – Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) dari Program Studi Urologi FK-KMK UGM berperan sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026 di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026, melengkapi barisan pakar urologi onkologi yang tampil pada kongres ilmiah tahunan terbesar di Indonesia ini.

Pada sesi onkologi, beliau membawakan materi tentang trombektomi multidisiplin pada karsinoma sel ginjal kompleks serta peran imunoterapi neoadjuvan dalam tata laksana kanker ginjal lanjut. 

Pada sesi IUA-EAU-USANZ, beliau juga membahas dilema sistektomi radikal pada kanker kandung kemih non-metastatik, mengulas standar global dan tantangannya dalam konteks layanan kesehatan Indonesia.

Kedua topik ini merepresentasikan kasus urologi onkologi yang kompleks, menuntut pendekatan multidisiplin antara ahli bedah urologi, onkologi, dan radiologi intervensi agar mendapatkan tata laksana optimal.

Kanker ginjal dan kandung kemih adalah keganasan urologi dengan angka kejadian yang terus meningkat di Indonesia, sehingga pembaruan teknik bedah dan strategi terapi sistemik yang dibagikan berkontribusi langsung pada peningkatan angka harapan hidup pasien.

Keikutsertaan sebagai national faculty pada sesi onkologi urologi menegaskan peran Program Studi Urologi FK-KMK UGM sebagai salah satu rujukan pelayanan keilmuan kanker urologi di Indonesia, memperkaya pemahaman peserta didik mengenai tata laksana kasus uro-onkologi yang kompleks sesuai semangat SDG 4.

Forum lintas organisasi seperti sesi IUA-EAU-USANZ turut mencerminkan SDG 17 lewat penguatan kemitraan keilmuan lintas asosiasi urologi dunia. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang memperkuat posisi Indonesia dalam urologi onkologi global.

Membedah FANS RIRS vs Suction Mini-PCNL Hingga Menyiapkan Urolog Masa Depan

Bandung, 3 Oktober 2026 – ASMIUA menjadi agenda pertemuan ilmiah tahunan terbesar bagi urologi Indonesia, mengusung tema “Preparing the Next Generation of Urology for Future Challenges”. Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K) dari Program Studi Urologi FK-KMK UGM hadir sebagai national faculty pada the 49th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, berlangsung di Holiday Inn Bandung Pasteur, Jawa Barat, pada 30 September hingga 3 Oktober 2026. 

Pada sesi Masterclass InaSER, beliau membahas perbandingan teknik suction RIRS dan suction mini-PCNL dalam tatalaksana batu saluran kemih, dimana keduanya merupakan pendekatan endourologi yang kerap jadi pertimbangan utama saat memilih metode pengangkatan batu yang aman dan efektif. 

Pada acara yang sama dalam rangkaian ASMIUA 2026 ini beliau juga turut diundang sebagai panelis dalam sesi plenary bertema kesejahteraan PPDS urologi dengan pembahasan data, intervensi, dan pembelajaran dari program pendidikan spesialis urologi di Indonesia.

Partisipasi ganda ini, baik di ranah teknis maupun isu pendidikan, mencerminkan kepedulian terhadap dua sisi penting dunia urologi: mutu pelayanan pasien dan kesejahteraan tenaga medis yang mendidiknya.

Batu saluran kemih merupakan salah satu kasus urologi tersering di Indonesia yang terus membutuhkan inovasi teknik minimal invasif, sehingga pembaruan teknik penanganan seperti ini langsung meningkatkan keamanan dan efektivitas tindakan bagi pasien, selaras dengan SDG 3.

Keterlibatan dalam diskusi kesejahteraan PPDS pun menegaskan bahwa pendidikan berkualitas juga mencakup lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik, isu yang penting bagi keberlangsungan regenerasi dokter spesialis urologi di sinilah SDG 4 berperan.

Sebagai forum tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia, ASMIUA turut memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan kedokteran Indonesia, mencerminkan SDG 17. Program Studi Urologi FK-KMK UGM menyampaikan apresiasi atas kontribusi yang terus memperkuat reputasi keilmuan di tingkat nasional.

Kemenangan 2-1 atas Universitas Brawijaya di Laga Penentu, Tim Futsal Urologi UGM Amankan Juara 3 di ASMIUA 2026

BANDUNG, 2 Oktober 2026 — Perjuangan penuh semangat dan sportivitas tinggi ditunjukkan oleh Tim Futsal Urologi FK-KMK UGM dalam ajang Urology Futsal Competition ASMIUA 2026. Turnamen futsal antar-pusat pendidikan urologi se-Indonesia ini berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 di D’groove Sport and Wellness Center, Bandung.

Tim Futsal Urologi UGM berhasil mengamankan predikat Juara 3 setelah melalui persaingan sengit hingga pertandingan penutup turnamen. Kepastian posisi ketiga dalam klasemen akhir tersebut ditentukan lewat kemenangan krusial dan menegangkan atas tim Universitas Brawijaya (UB) dengan skor tipis 2-1.

Perjuangan Sistem Liga Hingga Laga Penentuan

Turnamen futsal ASMIUA 2026 diselenggarakan dengan sistem liga penuh (round robin), di mana tujuh tim dari berbagai center urologi di Indonesia saling berhadapan untuk mengumpulkan poin tertinggi. Format ini menuntut konsistensi stamina, kedalaman skuad, serta ketahanan mental para pemain di setiap pertandingan.

Memasuki pertandingan terakhir yang menjadi penentu posisi papan atas klasemen, Urologi UGM harus berhadapan dengan Universitas Brawijaya dalam laga bertensi tinggi. Lewat kerja sama tim yang solid, kedisiplinan taktik, dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang, UGM berhasil mengunci kemenangan 2-1. Hasil positif ini memberikan tambahan tiga poin krusial yang mengantarkan UGM mengamankan posisi peringkat ketiga.

Keberhasilan tim futsal dalam meraih podium olahraga di sela-sela agenda ilmiah nasional ini mencerminkan sinergi antara akademis dan kebugaran fisik:

Pencapaian olahraga ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), dimana SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera / Good Health and Well-Being): Mendorong pola hidup aktif dan kebugaran fisik-mental bagi para calon dokter spesialis urologi demi menunjang kualitas pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals): Mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan kemitraan antar-PPDS serta institusi pendidikan urologi se-Indonesia melalui ajang olahraga yang menjunjung tinggi nilai fair play.

Tampil Gemilang di Parahyangan Golf, dr. Ahmad Arif Wibowo Raih Predikat Best Nett 1 Golf ASMIUA 2026

BANDUNG, 30 September 2026 — Di luar ruang pertemuan ilmiah dan panggung presentasi riset, suasana keakraban dan semangat olahraga turut mewarnai perhelatan Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026. Dalam ajang turnamen Golf ASMIUA 2026 yang diselenggarakan di Bandung Parahyangan Golf pada Rabu, 30 September 2026, dr. Ahmad Arif Wibowo tampil impresif dan sukses dengan gelar juara sebagai Best Nett 1 Kategori Urologi dan PPDS.

Turnamen olahraga ini menjadi ajang pembuka sekaligus sarana penyegaran bagi para dokter spesialis urologi, non-urologi, PPDS urologi serta sejawat lain dari seluruh Indonesia sebelum memasuki rangkaian agenda ilmiah utama.

Ajang Kebugaran dan Silaturahmi Berstandar Turnamen

Turnamen Golf ASMIUA 2026 berlangsung seru dengan menerapkan format Stroke Play Callaway System 36 (Handicap On The Day). Di tengah persaingan yang kompetitif namun penuh kekeluargaan, dr. Ahmad Arif Wibowo mencatatkan skor nett terbaik pada kategori Urologi dan PPDS.

Penyelenggaraan kegiatan ini memberikan nilai tambah bagi civitas akademika dan organisasi profesi dengan Keseimbangan Kerja dan Kesehatan (Physician Well-being) serta Penguatan Tradisi Kebersamaan.

Kegiatan ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera / Good Health and Well-Being): Mendorong gaya hidup aktif dan kebugaran fisik-mental di kalangan tenaga medis demi menunjang kualitas pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan / Partnerships for the Goals): Membangun jejaring komunikasi, kebersamaan, dan kemitraan yang solid antar-anggota Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) di tingkat nasional.

Tampil dalam Kolaborasi Tim Regional, dr. Aldy Ridho Pangestu Raih Juara 1 ASEAN Urology Resident Course di ASMIUA 2026

BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh dr. Aldy Ridho Pangestu, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM / RSUP Dr. Sardjito. Beliau sukses meraih penghargaan Juara 1 pada ajang ASEAN Urology Resident Course (AURC) dalam rangkaian Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, yang diselenggarakan di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September – 4 Oktober 2026.

Capaian ini semakin menegaskan kualitas, kepemimpinan klinis, serta daya saing internasional peserta didik  di forum akademik regional Asia Tenggara.

Mengenal AURC: Panggung Kerja Sama dan Strategi Tim Residen Se-ASEAN

ASEAN Urology Resident Course (AURC) merupakan forum ilmiah dan ajang kompetisi yang dirancang khusus bagi para PPDS urologi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Berbeda dari kompetisi presentasi karya ilmiah perorangan, AURC menguji kedalaman wawasan klinis, ketepatan pengambilan keputusan medis (clinical decision-making), serta kecepatan pemecahan masalah kasus-kasus urologi kompleks melalui kerja sama tim (teamwork) yang solid.

Dalam kegiatan ini, para peserta dituntut untuk tidak hanya menguasai teori dan panduan klinis urologi terkini, tetapi juga membangun sinergi, berkomunikasi secara efektif, serta menyusun strategi penanganan pasien yang presisi secara kolaboratif. Keberhasilan dr. Aldy menunjukkan keunggulan dalam aspek kognitif, kepemimpinan dan kerja sama tim.

Pencapaianini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs):

  • SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Berkontribusi pada peningkatan kualitas penanganan kasus-kasus urologi kompleks melalui penguatan kapasitas tenaga medis masa depan.
  • SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Mencerminkan standar tinggi pendidikan medis berkelanjutan yang diterapkan di Program Studi Urologi FK-KMK UGM.
  • SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Menjadi wujud nyata penguatan kolaborasi, jejaring keilmuan, dan kemitraan strategis antar-kolegium urologi di tingkat regional ASEAN.

Bandingkan Efektifitas dan Keamanan Tatalaksana Regimen Kemoterapi dalam Tatalaksana Kanker Kandung Kemih, dr. Darian Davin Raih Juara Kedua ASMIUA 2026

BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Kajian tentang pilihan kemoterapi pendamping radioterapi pada kanker kandung kemih mengantarkan dr. Darian Darvin, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM, meraih juara kedua kategori Podium Poster Presentation – Literature Review/Meta Analysis 8. Penghargaan ini diraih dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September–4 Oktober 2026.

Dalam ajang tersebut, dr. Davin mempresentasikan riset berjudul “Comparative Effectiveness and Safety of Concurrent Radiosensitizing Chemotherapy Regimens in Trimodality Therapy for Muscle-Invasive Bladder Cancer: A Systematic Review and Meta-analysis”. Capaian ini menambah daftar prestasi peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM di ASMIUA 2026.

Mempertahankan Kandung Kemih Pasien

Riset dr. Darian menyoroti muscle-invasive bladder cancer. Selama ini, pengangkatan seluruh kandung kemih (radikal sistektomi) menjadi pilihan utama. Namun, tindakan tersebut berdampak besar pada fungsi berkemih dan kualitas hidup pasien.

Sebagai alternatif, trimodality therapy memungkinkan kandung kemih tetap dipertahankan. Pendekatan ini memadukan tiga langkah: pengangkatan tumor melalui saluran kemih (TURBT), radioterapi, dan kemoterapi yang diberikan bersamaan untuk meningkatkan kepekaan sel kanker terhadap radiasi. Persoalannya, ada beberapa regimen kemoterapi yang dapat dipilih. Melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis atas studi-studi yang telah terbit, kajian ini membandingkan efektivitas dalam mengendalikan tumor dan profil keamanan dari masing-masing regimen tersebut.

Menguatkan Pendidikan, Riset, dan Pelayanan

Bagi Program Studi U

rologi FK-KMK UGM, capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, prestasi ini memperlihatkan hasil pembinaan peserta didik dalam menelaah bukti ilmiah secara kritis dan metodis. Dari sisi penelitian, kajian ini memperkaya khazanah onkologi, khususnya strategi penanganan kanker yang mempertahankan organ. Adapun dari sisi pengabdian masyarakat, temuan kajian ini berpotensi menjadi bahan pertimbangan dalam memilih terapi yang efektif dan aman bagi pasien di rumah sakit rujukan.

Riset ini juga bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya memperbaiki penanganan kanker kandung kemih sekaligus menjaga kualitas hidup pasien mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Iklim akademik yang mendorong peserta didik berprestasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Pengembangan tata laksana berbasis bukti ilmiah berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Selain itu, terapi trimodalitas menuntut kerjasama erat antara urologi dengan onkologi radiasi, sehingga topik ini bersinggungan pula dengan semangat kemitraan dalam SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Laparoskopi Aneurisma Arteri Ginjal Antarkan dr. Pramatama Andhika Raih Juara Pertama ASMIUA 2026

BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Laporan kasus tentang penanganan kelainan pembuluh darah ginjal yang langka dengan teknik laparoskopi mengantarkan dr. Pramatama Andhika Sunarso Pandoyo, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM, meraih juara pertama kategori Podium Poster Presentation – Case Report/Video Case Studies 1. Penghargaan ini diraih dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September–4 Oktober 2026.

Dalam ajang tersebut, dr. Pram, mempresentasikan laporan kasus berjudul “Laparoscopy Aneurysm Excision in Renal Artery Aneurysm with Arteriovenous Malformation: A Case Report”. Capaian ini melengkapi prestasi peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM lainnya di ASMIUA 2026.

Kelainan Langka, Pendekatan Invasif Minimal

Laporan kasus ini mengangkat pasien dengan aneurisma arteri ginjal, yaitu penggelembungan pada dinding pembuluh nadi ginjal, yang disertai malformasi arteriovenosa. Malformasi arteriovenosa adalah hubungan tidak normal antara pembuluh nadi dan pembuluh balik. Kombinasi kedua kelainan ini jarang ditemukan, tetapi berisiko menimbulkan perdarahan serius dan penurunan fungsi ginjal, sehingga penanganannya menuntut perencanaan yang cermat.

Dalam kasus ini, aneurisma diangkat melalui laparoskopi, yaitu teknik bedah yang dilakukan melalui beberapa sayatan kecil dengan bantuan kamera. Dibandingkan operasi terbuka, laparoskopi umumnya dikaitkan dengan nyeri pasca operasi yang lebih ringan dan masa pemulihan yang lebih singkat. Laporan ini menambah dokumentasi tentang penerapan teknik tersebut pada kasus vaskular ginjal yang kompleks.

Menguatkan Pendidikan, Riset, dan Pelayanan

Bagi Program Studi Urologi FK-KMK UGM, capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, prestasi ini memperlihatkan hasil pembinaan peserta didik dalam mendokumentasikan dan menganalisis kasus klinis secara sistematis. Dari sisi penelitian, laporan ini memperkaya literatur urologi tentang kasus vaskular ginjal yang jarang dilaporkan. Adapun dari sisi pengabdian masyarakat, pengalaman penanganan kasus ini berpotensi menjadi rujukan bagi tata laksana kasus serupa di rumah sakit rujukan.

Laporan kasus ini juga bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Penanganan kasus langka dengan teknik yang lebih ringan bagi pasien mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Iklim akademik yang mendorong peserta didik berprestasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, penerapan teknik bedah invasif minimal dan penguatan kapasitas riset klinis berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).