Arsip:

Berita

Kontribusi Baru untuk Layanan Urologi: Enam Dokter Lulus dari Program Studi Urologi UGM Siap Mengabdi

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan pencapaian penting melalui kelulusan enam dokter spesialis urologi pada Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025–2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik para lulusan sekaligus menandai kontribusi baru bagi penguatan layanan kesehatan urologi di Indonesia.

Enam dokter yang resmi menyelesaikan pendidikan spesialis urologi tersebut adalah dr. Ryuu Damara Parisudha, Sp. Udr. Muhammad Sidiq, Sp. Udr. Ibnu Widya Argo, Sp. Udr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, Sp. Udr. Leonardo Grevi Tamara, Sp. U, dan dr. Made Kresna Yudhistira Wiratma, Sp. U. Setelah menempuh proses pendidikan yang komprehensif, meliputi pelatihan klinis, penguasaan keterampilan bedah, serta pengembangan keilmuan di bidang urologi, para lulusan kini siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas.

Kelulusan para dokter spesialis urologi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di berbagai daerah. Ketersediaan tenaga ahli di bidang urologi memiliki peran penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan reproduksi pria.

Momen wisuda juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, serta para tenaga pengajar yang selama ini berperan dalam membimbing dan membentuk kompetensi para lulusan. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga medis yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penambahan tenaga dokter spesialis urologi yang kompeten.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pendidikan tinggi berkualitas dalam bidang kedokteran spesialis.
  • SDG 10 – Reduced Inequalities:memperluas akses layanan kesehatan spesialis di berbagai wilayah melalui distribusi tenaga medis terlatih.

Dengan bertambahnya enam dokter spesialis urologi baru, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Peningkatan Kompetensi Klinis melalui AUSTr 2025: Advanced Urological Skills Training di RSUP Dr. Sardjito

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama KSM Urologi RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan AUSTr 2025 (Advanced Urological Skills Training) pada 20 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Urologi Instalasi Rawat Jalan Lantai 5, RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan diikuti oleh peserta didik urologi serta tenaga medis yang terlibat dalam pengembangan pendidikan dan layanan urologi.

AUSTr 2025 merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan klinis dan teknis dalam bidang urologi, khususnya dalam penguasaan prosedur dan teknik yang menjadi bagian penting dalam praktik urologi modern. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pendekatan diagnostik, teknik prosedural, serta perkembangan teknologi medis yang digunakan dalam penanganan berbagai kasus urologi.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi ruang pembelajaran yang interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi langsung dengan para staf pengajar dan praktisi yang berpengalaman di bidang urologi. Diskusi tersebut mencakup berbagai topik penting, mulai dari pengambilan keputusan klinis, pendekatan berbasis bukti dalam penatalaksanaan penyakit urologi, hingga pengembangan keterampilan prosedural yang membutuhkan ketelitian dan ketepatan tinggi.

Selain sebagai sarana peningkatan keterampilan teknis, AUSTr 2025 juga berfungsi sebagai forum kolaboratif untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan kedokteran, mulai dari staf pengajar, peserta didik, hingga tenaga medis di rumah sakit, sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan.

Penguatan keterampilan klinis melalui pelatihan seperti AUSTr menjadi salah satu komponen penting dalam memastikan bahwa tenaga medis yang terlibat dalam layanan urologi memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran. Dengan meningkatnya kompleksitas kasus serta kemajuan teknologi medis, kebutuhan akan pelatihan yang berkelanjutan menjadi semakin penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam menjaga standar pendidikan kedokteran spesialis yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern. Melalui program pelatihan yang terstruktur, diharapkan kompetensi klinis peserta dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan urologi.

Pelaksanaan AUSTr 2025 juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), di antaranya:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui pelatihan keterampilan klinis yang berkelanjutan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan.

Melalui kegiatan AUSTr 2025, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi klinis, inovasi, serta kolaborasi dalam bidang urologi.

Kenali Batu Ginjal Sejak Dini: Edukasi Kesehatan oleh Prodi Urologi UGM di Tegal Rejo

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama Alumni Urologi Gadjah Mada (ALUR GAMA) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan tema “Kenali Sebelum Sakit: Edukasi Kolik Renal dan Deteksi Batu Ginjal”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 November 2025 di Puskesmas Pembantu Tompeyan, wilayah kerja Puskesmas Tegal Rejo, Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit batu ginjal, khususnya terkait gejala awal, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dan penanganan dini. Batu ginjal merupakan salah satu penyakit urologi yang cukup sering ditemukan dan dapat menimbulkan keluhan nyeri hebat atau kolik renal, yang sering kali terjadi secara mendadak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, tim dari Program Studi Urologi memberikan penjelasan mengenai mekanisme terbentuknya batu ginjal, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Materi edukasi juga mencakup pentingnya menjaga asupan cairan yang cukup, pola makan yang sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

Selain sesi penyuluhan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis mengenai berbagai keluhan yang berkaitan dengan kesehatan saluran kemih. Interaksi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan para lulusan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan edukasi kesehatan sekaligus memperkuat peran akademisi dan tenaga medis dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi, selain pendidikan dan penelitian. Melalui kegiatan seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM berupaya menghadirkan ilmu kedokteran yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini penyakit batu ginjal.
  • SDG 4 – Quality Education:memberikan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga medis, dan alumni dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta mampu mengenali gejala awal penyakit batu ginjal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Menyusun Arah Pengembangan: Rapat Kerja Program Studi Urologi FK-KMK UGM 2025

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Rapat Kerja Program Studi Urologi Tahun 2025 pada 22–23 November 2025 di Nava Hotel Tawangmangu, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur pengelola program studi untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan dan layanan urologi di masa mendatang.

Rapat kerja ini dihadiri oleh para staf pengajar, pengelola program studi dan beberapa peserta didik. Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam, mulai dari evaluasi proses pendidikan, penguatan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian, hingga pengembangan layanan klinis di bidang urologi.

Salah satu fokus utama dalam rapat kerja ini adalah evaluasi kurikulum pendidikan dokter spesialis urologi agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis yang terus berkembang. Diskusi juga mencakup penguatan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi klinis, serta integrasi pendekatan berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam proses pendidikan.

Selain aspek pendidikan, rapat kerja juga menjadi forum untuk membahas strategi penguatan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang urologi. Peningkatan aktivitas riset diharapkan dapat mendorong kontribusi akademik yang lebih luas, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Melalui kolaborasi antar staf pengajar dan institusi mitra, program studi berupaya memperkuat budaya penelitian yang berdampak pada pengembangan ilmu dan praktik klinis.

Tidak kalah penting, rapat kerja ini juga membahas upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan urologi melalui optimalisasi peran rumah sakit pendidikan. Integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan menjadi pilar utama dalam menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan rapat kerja di luar lingkungan kampus juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi secara lebih intensif dan terbuka. Suasana yang kondusif memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, refleksi bersama, serta penyusunan rencana kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:memperkuat sistem pendidikan kedokteran spesialis yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan ilmu.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, dan berbagai mitra dalam pengembangan layanan kesehatan.

Melalui rapat kerja ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran institusi dalam pengembangan ilmu urologi di Indonesia.

Memperkuat Layanan Urologi Nasional: dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) Pimpin Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta resmi melantik dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi pada 24 November 2025. Penunjukan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan dan pengembangan layanan kesehatan di bidang urologi dan nefrologi di salah satu rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Sebagai institusi pelayanan kesehatan tersier sekaligus rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), RSUP Dr. Sardjito memiliki peran penting dalam pengembangan layanan medis spesialistik, pendidikan kedokteran, serta penelitian klinis. Dengan kepemimpinan baru di Departemen Uro-Nefrologi, diharapkan berbagai program strategis dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan inovasi di bidang urologi.

dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) dikenal sebagai salah satu dokter spesialis urologi konsultan yang memiliki pengalaman luas dalam praktik klinis maupun pengembangan pendidikan kedokteran. Selama ini, beliau aktif berkontribusi dalam penguatan layanan urologi, pengembangan kompetensi tenaga medis, serta peningkatan mutu pendidikan dalam Program Studi Urologi FK-KMK UGM.

Sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi, dr. Tanaya diharapkan dapat memimpin berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pasien, penguatan kolaborasi multidisiplin, serta pengembangan inovasi dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan ginjal. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas layanan klinis, penguatan sistem rujukan, serta pengembangan teknologi medis yang mendukung pelayanan kesehatan modern.

Selain berperan dalam pelayanan kesehatan, departemen ini juga memiliki fungsi penting dalam mendukung pendidikan dokter spesialis serta pengembangan penelitian klinis di bidang urologi dan nefrologi. Kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendorong kemajuan ilmu kedokteran.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian di RSUP Dr. Sardjito. Kepemimpinan yang kuat diharapkan dapat mendorong inovasi dan peningkatan mutu layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kepemimpinan dan pengembangan layanan spesialistik.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialis melalui rumah sakit pendidikan yang berkualitas.
  • SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure:mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi dan praktik klinis di bidang kesehatan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan tenaga medis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito dapat terus berkembang sebagai pusat layanan, pendidikan, dan penelitian yang unggul di bidang urologi dan nefrologi di Indonesia.

Partisipasi Peserta Didik Prodi Urologi Indonesia pada 34th Malaysian Urological Conference 2025: Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi di Tingkat Regional

 

Program pendidikan Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu dan jejaring internasional melalui partisipasi dalam 34th Malaysian Urological Conference (MUC) 2025 yang diselenggarakan pada 20–22 November 2025 di Pullman Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam kesempatan ini, dr. Sabillal Shaleh hadir sebagai delegasi dari Indonesia pada kegiatan Federation of ASEAN Urological Associations (FAUA) Trainees Symposium, sebuah forum ilmiah regional yang mempertemukan para peserta didik urologi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kehadiran delegasi dari Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas wawasan akademik serta memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan ASEAN. FAUA Trainees Symposium dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, serta diskusi ilmiah mengenai perkembangan terbaru di bidang urologi, termasuk teknik bedah minimal invasif, inovasi diagnostik, serta pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan penyakit urologi.

Partisipasi dalam konferensi internasional seperti Malaysian Urological Conference tidak hanya memberikan pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga memperluas jaringan profesional di tingkat regional. Interaksi langsung dengan pakar urologi dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memahami praktik terbaik (best practices) serta perkembangan teknologi terbaru yang dapat diadaptasi dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being: meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pertukaran ilmu dan peningkatan kompetensi klinis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education: memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui akses terhadap forum ilmiah internasional dan pembelajaran berbasis kolaborasi global.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals: memperluas kemitraan akademik dan profesional antar negara ASEAN dalam pengembangan ilmu urologi.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu urologi yang berdaya saing global, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mengoptimalkan Hasil, Memanusiakan Proses: ERAS dalam Bedah Urologi

 

Bayangkan sebuah prosedur bedah urologi yang kompleks, namun pasien dapat pulang lebih cepat, kembali beraktivitas dengan lebih leluasa, dan biaya perawatan pun lebih efisien. Ini bukanlah gambaran masa depan, tetapi sebuah realitas yang berhasil diurai dalam Guest Lecture Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM yang telah sukses digelar pada beberapa waktu lalu

Menghadirkan pakar bedah urologi ternama, Prof. dr. Agus Rizal A.H Hamid, Sp.U(K)., FICRS, Ph.D dalam acara yang mengusung tema “Enhance Recovery After Surgery (ERAS) In High Risk Surgery: Surgeon Perspective” ini berhasil membuka wawasan baru bagi PPDS Urologi yang hadir secara daring dan luring. Kuliah tamu ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah laporan langsung dari lapangan tentang bagaimana pendekatan ERAS telah merevolusi cara kita memandang proses penyembuhan pasien.

Melalui studi kasus yang menarik, Prof. Agus Rizal mendemonstrasikan bagaimana protokol ERAS—yang mencakup konseling pra-operasi, optimasi nutrisi, manajemen nyeri dan mobilisasi dini—telah berhasil memangkas masa rawat inap pasien secara signifikan tanpa mengorbankan keselamatan. Salah satu poin kunci yang ditekankan adalah kolaborasi erat seluruh tim kesehatan, mulai dari ahli bedah, anestesiolog, perawat, hingga ahli gizi, untuk menciptakan ekosistem pemulihan yang terintegrasi.

Pencapaian ini selaras dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan. Dengan mengurangi komplikasi dan mempercepat pemulihan, ERAS secara langsung meningkatkan kualitas hidup pasien. Lebih dari itu, pendekatan ini juga secara cerdas menyentuh prinsip SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Efisiensi waktu perawatan berarti penghematan sumber daya rumah sakit—mulai dari tempat tidur, energi, hingga pemakaian alat medis sekali pakai—yang pada ujungnya menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan

Kuliah tamu ini akan menawarkan perspektif unik dari sisi ahli bedah, membongkar bagaimana para urolog menerapkan prinsip-prinsip ERAS dalam tindakan kompleks. Acara ini merupakan undangan terbuka bagi para akademisi, praktisi klinis, dan mahasiswa kedokteran untuk melihat masa depan bedah urologi: sebuah masa di dimana teknologi kedokteran berjalan beriringan dengan prinsip kemanusiaan dan keberlanjutan.

Membedah Masa Depan: Ketika Sayatan Kecil Menjawab Tantangan Global Kesehatan

 

Laparoskopi, atau yang sering dikenal sebagai operasi ‘bedah lubang kunci’, merevolusi prosedur urologi. Berbeda dengan operasi konvensional yang membutuhkan sayatan besar, laparoskopi hanya memerlukan beberapa sayatan minimal. Teknik ini membawa dampak luas yang selaras dengan prinsip SDGs: pemulihan pasien yang lebih cepat, rasa nyeri pasca-operasi yang berkurang, risiko infeksi yang lebih rendah, dan masa rawat inap yang lebih singkat. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu pasien, tetapi juga mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan—sebuah langkah maju menuju cakupan kesehatan semesta.

Workshop ini diperkaya dengan kehadiran dua pembicara kompeten. Sebagai instruktur, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) berbagi ilmu dan pengalaman klinisnya yang mendalam. Beliau memandu para peserta melalui teknik-teknik kompleks dalam laparoskopi urologi, mulai dari dasar-dasar instrumentasi hingga tips mengatasi tantangan selama operasi. Sementara itu, dr. Rio Rakhmadi, Sp.U hadir sebagai peserta yang aktif, merepresentasikan semangat belajar sepanjang hayat yang esensial bagi seorang dokter spesialis.

Kegiatan ini diisi dengan sesi teori yang komprehensif, dilanjutkan dengan sesi hands-on di mana peserta dapat mempraktikkan langsung keterampilan mereka menggunakan simulator dan alat laparoskopi. Simulasi ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi operasi sesungguhnya, sehingga peserta dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi teknis mereka sebelum menerapkannya pada pasien.

Dengan diselenggarakannya workshop semacam ini, Prodi Urolgi tidak hanya mencetak tenaga medis yang terampil, tetapi juga pelopor inovasi di bidang kesehatan. Kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan dan pelatihan berkelanjutan adalah fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, adil, dan berkualitas untuk semua—sebuah warisan yang akan dirasakan oleh generasi sekarang dan mendatang

Kembali Berkarya dengan Gelar Baru: Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) Resmi Menyandang Gelar Doktor

 

Keluarga besar Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM dengan bangga mengucapkan selamat atas kelulusan Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K). Proses panjang menuntaskan pendidikan doktoral ini adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Dalam perjalanan akademisnya, Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) telah menyelesaikan tahap penelitian dan pengembangan ilmu yang mendalam. Keberhasilannya ini tidak hanya menjadi milik pribadi, tetapi juga menambah khazanah keilmuan dan sumber daya kesehatan di Indonesia.

Kontribusi nyata yang diharapkan dari para lulusan doktor seperti Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) memiliki resonansi yang kuat dengan beberapa target SDGs. Mulai dari pengurangan angka kematian akibat penyakit tidak menular (Target 3.4), penguatan penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan (Target 3.b), hingga peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang berkualitas melalui pendidikan yang bermutu (Target 3.c dan 4.4).

Keberhasilan ini adalah sebuah inspirasi. Ia mengingatkan kita bahwa setiap gelar akademis, terutama di level doktor, membawa amanah besar. Ia adalah alat, bukan tujuan akhir. Alat untuk mendiagnosis masalah kesehatan masyarakat dengan lebih akurat, alat untuk merancang terapi dan kebijakan yang lebih efektif, dan yang terpenting, alat untuk memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan benar-benar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Selamat dan sukses, Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K). Selamat mengabdi. Semoga setiap langkah ke depan Anda menjadi jembatan antara laboratorium penelitian dan tempat tidur pasien, membawa pencerahan dan kesembuhan bagi bangsa Indonesia dan dunia.

Riset Hebat, Semangat Kuat: Langkah Mantap PPDS Urologi UGM di Ajang Ilmiah Urologi

Semangat penelitian dan inovasi kembali mengharumkan nama Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Dalam ajang 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang digelar di Medan pada 27 September 2025, dr. Aldy Ridho Pangestu, residen Urologi UGM, berhasil meraih “1st Winner Scientific Competition Moderated E-Poster: Systematical Review”.

Kemenangan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan cerminan kuatnya tradisi akademik dan komitmen terhadap penelitian berbasis bukti di lingkungan pendidikan dokter spesialis UGM. Melalui systematic review yang disusunnya, dr. Aldy menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah yang berfokus pada efektivitas terapi dan pengelolaan penyakit urologi secara berkelanjutan — sejalan dengan tujuan SDG 3 (Good Health and Well-being) untuk memastikan kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia.

Selain itu, pencapaian ini juga menggambarkan implementasi nyata SDG 4 (Quality Education), yaitu peningkatan mutu pendidikan melalui riset yang inovatif dan kolaboratif. Kompetisi ilmiah seperti ASMIUA tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga ruang bagi para calon spesialis untuk berjejaring, bertukar pengetahuan, dan memperkuat landasan penelitian berbasis bukti di bidang urologi.

Dengan semangat muda dan integritas ilmiah yang tinggi, dr. Aldy Ridho menunjukkan bahwa inovasi di bidang kedokteran tidak selalu dimulai dari laboratorium besar — melainkan dari tekad dan konsistensi dalam mencari kebenaran ilmiah. Urologi UGM bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pengembangan kesehatan berkelanjutan dan pendidikan medis unggul di Indonesia.