Arsip:

Berita

Muda, Visioner, dan Berdampak: Langkah Kecil Menuju Dampak Besar dalam Kesehatan Urologi Indonesia

 

Komitmen terhadap kesehatan yang lebih baik dan pendidikan kedokteran yang berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh salah satu putra terbaik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Pada ajang 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang berlangsung di Medan, 27 September 2025Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) menerima penghargaan bergengsi Young Urologist Award sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu urologi di Indonesia.

Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas prestasi individu, melainkan simbol dari semangat kolaborasi, riset, dan inovasi yang terus digelorakan oleh civitas akademika UGM. Melalui berbagai penelitian dan kegiatan ilmiah, Dr. Prahara berperan aktif dalam menghadirkan solusi untuk tantangan kesehatan urologi di Indonesia, sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-being. Upaya ini juga merefleksikan SDG 4 tentang Quality Education, di mana proses pembelajaran dan penelitian menjadi fondasi utama untuk menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya saing global.

Ajang ASMIUA menjadi wadah penting bagi para ahli urologi untuk berbagi ilmu, memperkuat jejaring, dan memperbarui wawasan terhadap perkembangan terkini di bidang urologi. Keikutsertaan aktif dari UGM dalam kegiatan ilmiah nasional ini memperkuat posisi program studi Urologi FK-KMK UGM sebagai pusat keunggulan akademik yang konsisten mendorong kemajuan ilmu kedokteran berbasis bukti.

Melalui prestasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda kedokteran yang terinspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi, bukan hanya demi kemajuan profesi, tetapi juga untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Seperti pesan yang terpatri dari penghargaan ini — inovasi kecil hari ini bisa menjadi langkah besar bagi masa depan kesehatan Indonesia.

Ketika Ilmu dan Bukti Berpadu: Urologi UGM Toreh Prestasi di ASMUIA 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM. Salah satu peserta didiknya, dr. Toni Febriyanto, berhasil meraih Juara 1 Scientific Competition Podium Presentation: Systematic Review dalam ajang bergengsi 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Medan pada 27 September 2025.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan akademik individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung penelitian berbasis bukti (evidence-based medicine) — sebuah landasan penting menuju layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui penelitian sistematik, dr. Toni menyajikan sintesis ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan praktik klinis urologi di Indonesia, sekaligus memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being).

Di sisi lain, capaian ini menegaskan peran UGM sebagai universitas riset unggulan yang terus mendorong budaya ilmiah di kalangan peserta didik. Kompetisi ilmiah nasional seperti ASMUIA menjadi wadah penting bagi calon spesialis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan komunikasi akademik — nilai-nilai yang sejalan dengan SDG 4 (Quality Education).

Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul dalam keterampilan klinis, tetapi juga visioner dalam penelitian dan inovasi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.

Selamat kepada dr. Toni Febriyanto atas pencapaiannya. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menembus batas ilmu demi kesehatan yang lebih baik untuk semua.

 

Menelusuri Bukti, Membangun Kesehatan: Kiprah PPDS Urologi UGM di Ajang Ilmiah Nasional

Upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik berawal dari penelitian yang berbasis bukti ilmiah yang kuat. Prinsip inilah yang mengantarkan dr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), meraih prestasi gemilang sebagai “2nd Winner Scientific Competition Podium Presentation: Meta-Analysis”dalam 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Medan pada 27 September 2025.

Kompetisi ilmiah bergengsi ini menjadi wadah bagi para urolog muda dari seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaiknya, dengan tujuan memperkuat dasar ilmiah praktik kedokteran urologi di tanah air. Melalui presentasi meta-analisisnya, dr. Halim tidak hanya menunjukkan ketajaman analisis dan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu berbasis bukti (evidence-based medicine).

Kemenangan ini sejalan dengan komitmen Program Studi Urologi FK-KMK UGM untuk mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu layanan kesehatan berbasis penelitian, serta SDG 4 (Quality Education) dengan mendorong budaya akademik unggul dan inovatif. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dokter spesialis tidak berhenti pada aspek klinis semata, tetapi juga menekankan pentingnya penelitian yang berdampak bagi masyarakat luas.

Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh residen Urologi UGM untuk terus berkarya, meneliti, dan berbagi ilmu di ranah nasional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi dan integritas akademik, Program Studi Urologi FK-KMK UGM berkomitmen melahirkan dokter spesialis urologi yang unggul, beretika, dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih dari Sekadar Gol: Semangat Sehat dan Solidaritas UROGAMA FC di Arena Nasional

Di balik sorak kemenangan dan peluh yang menetes di lapangan futsal, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi cermin nilai-nilai penting dalam dunia kedokteran. Tim UROGAMA FC, perwakilan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, berhasil meraih Juara 2 dalam Futsal Competition pada ajang 48th ASMUIA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) di Medan, 27 September 2025.

Namun capaian ini bukan sekadar prestasi olahraga. Lebih dari itu, ia menjadi simbol komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3: Good Health and Well-being, yaitu peningkatan kesehatan dan kesejahteraan untuk semua. Melalui olahraga, para peserta tidak hanya menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya kegiatan akademik dan klinik, tetapi juga memperkuat aspek mental, sportivitas, dan solidaritas antarsesama tenaga medis dari berbagai institusi di Indonesia.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh tim-tim dokter spesialis urologi dari berbagai daerah, UROGAMA FC menunjukkan performa tangguh dan kekompakan yang luar biasa. Mereka tampil dengan strategi matang, kerja sama yang solid, dan semangat pantang menyerah hingga akhirnya mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini mempererat jejaring profesional antarresiden dan konsultan, membangun kerja sama lintas institusi, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam satu komunitas ilmiah yang memiliki visi sama: meningkatkan kualitas kesehatan urologi di Indonesia.

Dengan semangat yang dibawa dari lapangan futsal, UROGAMA FC membuktikan bahwa keseimbangan antara profesionalisme, kebugaran, dan kebersamaan adalah fondasi penting bagi tenaga kesehatan masa depan. Karena di balik setiap langkah cepat dan umpan akurat, tersimpan pesan kuat — bahwa menjaga kesehatan dan kebersamaan adalah bentuk kontribusi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Jejak Solidaritas Keluarga Besar Urologi UGM untuk Kesehatan Global

 

Ada energi berbeda yang terasa di pagi yang cerah itu. Puluhan pasang sepatu lari telah siap meninggalkan jejak di jalanan Jogja. Namun, ini bukan sekadar ajang balap kecepatan. Setiap langkah yang diayunkan oleh para Konsulen, Alumni, dan PPDS Urologi dalam “Charity Run Jogja Urology Forum 2025” memiliki makna yang jauh lebih dalam: sebuah misi kemanusiaan yang menyentuh inti dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Acara ini berhasil mengubah hobi dan semangat sehat menjadi sebuah aksi nyata. Bagaimana sebuah lari pagi bisa berkontribusi pada kesehatan global? Jawabannya terletak pada tujuan mulia di balik setiap keringat yang ditumpahkan. Dana yang berhasil dihimpun dari kegiatan ini dialokasikan secara khusus untuk meningkatkan layanan kesehatan urologi bagi masyarakat yang kurang mampu, sekaligus mendukung program edukasi kesehatan reproduksi dan penyakit ginjal.

Ini adalah implementasi nyata dari SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Komunitas Urologi Jogja tidak hanya berjuang di dalam ruang operasi atau klinik, tetapi juga turun langsung ke masyarakat dengan cara yang kreatif dan penuh semangat. Solidaritas yang ditunjukkan antara senior dan yunior, antara konsulen dan PPDS, mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi yang erat inilah yang menguatkan pondasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif.

Charity Run Jogja Urology Forum 2025 telah usai, mari kita terus dukung setiap inisiatif yang tidak hanya menyehatkan tubuh individu, tetapi juga menyembuhkan akses terhadap kesehatan bagi banyak orang. Karena sesungguhnya, inilah wujud dari ilmu yang bermanfaat dan profesi yang humanis.

Menjaga Masa Depan Urologi Indonesia: Kiprah Akademisi dalam ASMUIA ke-48

 

Kemajuan ilmu urologi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi medis yang berkembang pesat, tetapi juga oleh komitmen para akademisi dan praktisi untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman. Semangat inilah yang tergambar jelas dalam keikutsertaan Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) sebagai moderator dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMUIA) yang berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

ASMUIA ke-48 mengusung tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”, sebuah ajakan untuk membangun arah masa depan pelayanan dan pendidikan urologi yang berkelanjutan. Acara ini menjadi wadah penting bagi para ahli urologi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, mempresentasikan hasil riset terkini, serta memperkuat jejaring kolaborasi lintas institusi.

Sebagai moderator, Dr. Prahara Yuri berperan penting dalam menjaga alur diskusi ilmiah yang dinamis, mendorong pertukaran gagasan, dan memastikan forum berjalan produktif. Peran ini menunjukkan kontribusi nyata akademisi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan urologi, dan SDG 4 (Quality Education) dengan memperkuat transfer pengetahuan antardokter dan peneliti.

Keterlibatan aktif dosen dan staf akademik dalam forum nasional seperti ASMUIA merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia. Melalui kegiatan ilmiah ini, diharapkan muncul inovasi baru, panduan praktik berbasis bukti, serta kolaborasi riset yang dapat berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap keberlanjutan ilmu pengetahuan, ASMUIA ke-48 bukan hanya menjadi ajang ilmiah tahunan, tetapi juga simbol langkah bersama dalam membentuk masa depan urologi Indonesia yang lebih unggul, sehat, dan berdaya saing global.

Mengukir Prestasi di Kancah Global: Dosen Urologi FK-KMK UGM Jadi Pembicara Konferensi Internasional

 

Dalam sebuah langkah yang membanggakan, Dr. dr. H. R. Danarto, Sp.B, Sp.U(K), staf pengajar dan ahli urologi dari Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, kembali mengukir prestasi dengan menjadi pembicara dalam ajang bergengsi 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA). Konferensi yang diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan, pada 27 September 2025 ini, merupakan wadah pertemuan para ahli urologi terkemuka dari dalam dan luar negeri untuk bertukar ilmu terkini.

Keikutsertaan Dr. Danarto sebagai speaker pada acara tingkat nasional yang memiliki dampak internasional ini bukan sekadar pengakuan individual, melainkan cerminan nyata dari komitmen Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM dalam menjawab tantangan global, khususnya yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kontribusi ini secara langsung menyentuh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Sebagai seorang ahli urologi yang mendalami subspesialisasi lebih lanjut, partisipasi Dr. Danarto memastikan bahwa pengetahuan dan inovasi terbaru dalam penanganan penyakit ginjal, saluran kemih, dan sistem reproduksi pria dapat diakses oleh rekan sejawat di Indonesia. Transfer ilmu ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan urologi di tanah air, mengurangi morbiditas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, peran ini juga selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran di forum ilmiah seperti ASMIUA memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri kesehatan. Pengetahuan dan penelitian mutakhir yang dibagikan akan diserap kembali ke dalam kurikulum pendidikan, memastikan bahwa calon-calon ahli urologi di UGM mendapatkan pembelajaran yang relevan dan berstandar global.

Prestasi ini membuktikan bahwa dedikasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dapat berjalan seiring dengan kontribusi pada agenda pembangunan global. Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, melalui para dosen dan mahasiswanya, terus berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan yang tidak hanya mencetak tenaga medis yang kompeten, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam memajukan kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

Tingkatkan Jejaring dan Kualitas Pendidikan, PPDS Urologi UGM Berpartisipasi Aktif di ASMIU Medan

 

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis nasional. Kali ini, diwakili oleh dr. Toni Febriyanto, mahasiswa PPDS Urologi semester empat, yang berpartisipasi aktif dalam Education Expo The 48th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) di Medan. Acara bergengsi ini menjadi ajang bagi para calon dokter spesialis urologi untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan yang akan mereka jalani.

Dalam sesi “Sharing Session: A Day in The Life of a Urology Resident”, Dr. Toni dengan antusias membagikan pengalaman langsungnya selama menjalani program residensi. Ia tidak hanya bercerita tentang keseruan dan tantangan dalam pembelajaran klinis di rumah sakit, tetapi juga tentang dinamika kehidupan akademik yang membentuknya menjadi calon dokter spesialis urologi yang kompeten. Sesi ini dihadiri oleh banyak peserta, mulai dari dokter umum hingga koas yang tertarik untuk mendalami ilmu urologi.

“Education Expo seperti ini sangat penting sebagai jembatan antara teori dan realita. Melalui cerita langsung dari para residen, calon peserta didik bisa mendapatkan gambaran utuh dan motivasi yang kuat sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi spesialis,” ujar Dr. Toni.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Dengan membagikan pengalaman dan membuka diskusi, pendidikan spesialis yang inklusif dan berkualitas dapat diakses oleh lebih banyak calon tenaga kesehatan.

Partisipasi aktif ini juga merefleksikan komitmen program studi dalam membangun jejaring akademik dan profesional lintas institusi. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan di bidang pelayanan kesehatan urologi di Indonesia, yang selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Melalui partisipasi dalam ajang-ajang strategis seperti ASMIUA 48,

 
PPDS Urologi FK-KMK UGM

terus berkomitmen untuk mencetak generasi dokter spesialis urologi yang tidak hanya unggul secara teknis-klinis, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi yang mumpuni, dan dedikasi tinggi untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

Suara Muda Urologi Indonesia: Kiprah dr. Muhammad Radityo Hendarso di Panggung Ilmiah Nasional

 

Perkembangan ilmu kedokteran memerlukan regenerasi yang berkelanjutan, dan semangat para dokter muda menjadi salah satu kunci untuk memastikan kesinambungan tersebut. Salah satu sosok yang menampilkan semangat itu adalah dr. Muhammad Radityo Hendarso, Sp.U, yang berperan sebagai pembicara dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

Forum ilmiah tahunan yang bertema “Shaping the Future of Urology in Indonesia” ini merupakan ajang prestisius tempat para ahli urologi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman klinis. Dalam kesempatan tersebut, dr. Radityo membawakan materi yang merefleksikan komitmen terhadap pengembangan ilmu urologi berbasis bukti dan inovasi. Keikutsertaan beliau menegaskan bahwa Prodi Urologi UGM tidak hanya menjadi pelopor dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi di tingkat nasional melalui karya ilmiah dan pemikiran yang membangun.

Keterlibatan dosen muda seperti dr. Radityo menjadi wujud nyata dari implementasi Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, dan SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ilmiah seperti ASMIUA, transfer ilmu antar generasi dapat berjalan efektif, memastikan bahwa kemajuan ilmu kedokteran tidak berhenti pada satu titik, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Lebih dari sekadar forum akademik, ASMIUA menjadi ruang bagi kolaborasi, inspirasi, dan inovasi. Kontribusi dr. Radityo menunjukkan bahwa masa depan urologi Indonesia berada di tangan yang tepat—generasi muda yang berpikir kritis, berjiwa ilmiah, dan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Urologi UGM Pimpin Inovasi Kesehatan Global di Panggung Internasional Medan

 

Dalam upaya mendorong tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan, Program Studi Urologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusi nyatanya di kancah internasional. Pada 26 September 2025, Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K), yang merupakan salah satu staf pengajar andalan prodi, hadir sebagai pembicara utama dalam acara bergengsi 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan.

Keikutsertaan Dr. Indrawarman dalam forum ilmiah tertinggi bagi para ahli urologi Indonesia ini bukan sekadar partisipasi biasa. Perannya sebagai speaker menegaskan posisi Urologi FK-KMK UGM sebagai center of excellence yang diakui secara nasional. Acara yang mengusung tema-tema mutakhir di bidang kesehatan saluran kemih dan reproduksi pria ini menjadi bukti bahwa inovasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang secara konsisten digaungkan oleh prodi kami memiliki dampak dan relevansi yang luas.

Keterlibatan aktif para dosen dan ahli kami dalam pertemuan ilmiah seperti ASMIUA sejalan dengan semangat SDGs untuk membangun kemitraan global (SDG 17) untuk pembangunan berkelanjutan. Melalui diskusi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi dengan para pakar dari seluruh Indonesia, Urologi FK-KMK UGM tidak hanya menimba ilmu terkini tetapi juga turut mencerdaskan bangsa dengan membagikan expertise yang dimiliki.

Keberhasilan ini merupakan cerminan dari komitmen seluruh civitas akademika Program Studi Urologi FK-KMK UGM untuk terus berinovasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami percaya bahwa dengan memajukan ilmu urologi, kami tidak hanya mencetak dokter spesialis yang unggul tetapi juga langsung berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi beban penyakit, dan mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif.