Arsip:

Berita

Bandingkan Strategi Radioterapi Pasca Operasi Kanker Prostat, dr. Muhammad Taufiq Reza Raih Raih Podium pada ASMIUA 2026

BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Riset tentang strategi radioterapi setelah operasi kanker prostat mengantarkan dr. Muhammad Taufiq Reza, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM, meraih juara pertama kategori Podium Poster Presentation – Literature Review/Meta Analysis 6. Penghargaan ini diraih dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September–4 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Reza mempresentasikan riset berjudul “The Outcome of Postoperative Adjuvant External Beam Radiotherapy Versus Observation with Early Salvage Radiotherapy Related to Quality-of-Life Patient After Radical Prostatectomy in High-Risk Prostate Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis”. Capaian ini menambah daftar prestasi peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM di ASMIUA 2026, setelah dr. Toni Febrianto dan dr. Eldo Taufila Putra Utama meraih juara pertama dan kedua pada kategori Literature Review/Meta Analysis 3.

Menimbang Kualitas Hidup Pasien

Kajian dr. Taufiq menyoroti pasien kanker prostat risiko tinggi yang telah menjalani prostatektomi radikal, yaitu operasi pengangkatan seluruh kelenjar prostat. Setelah operasi, dokter dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama adalah radioterapi adjuvan, yaitu penyinaran yang diberikan segera setelah operasi meski belum ada tanda kekambuhan. Pilihan kedua adalah observasi ketat, dengan radioterapi penyelamatan (salvage) dini baru diberikan ketika muncul tanda kekambuhan.

Kedua strategi tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda bagi pasien. Radiasi dapat menimbulkan efek samping pada organ di sekitar prostat, seperti gangguan berkemih dan saluran cerna. Melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis atas studi-studi yang telah terbit, kajian ini membandingkan dampak kedua pendekatan tersebut terhadap kualitas hidup pasien. Penanganan kanker prostat kini tidak hanya menimbang kendali atas penyakitnya, tetapi juga kualitas hidup pasien setelah terapi.

Dari Ruang Riset ke Pelayanan

Capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Perhatian pada kualitas hidup pasien kanker prostat mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Iklim akademik yang mendorong peserta didik berprestasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pengembangan tata laksana berbasis bukti ilmiah berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Telaah Biomarker Ferroptosis pada Kanker Ginjal Antarkan dr. Eldo Taufila Raih Podium di ASMIUA 2026

BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Riset tentang dua penanda molekuler kanker ginjal mengantarkan dr. Eldo Taufila Putra Utama meraih juara kedua kategori Podium Presentation – Literature Review/Meta Analysis 3. Penghargaan ini diraih dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September – 4 Oktober 2026.

Riset berjudul “NCOA4 and SLC1A5 as Ferroptosis-Related Biomarkers in Renal Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis”. Pada kategori yang sama, gelar juara pertama diraih oleh dr. Toni Febrianto. Dengan demikian, peserta didik program studi urologi FK-KMK UGM menempatkan dua wakil pada kategori tersebut.

Mengurai Peran Ferroptosis

Kajian dr. Eldo menyoroti ferroptosis, yaitu salah satu jalur kematian sel terprogram yang dipicu oleh zat besi. Mekanisme ini menjadui sorotan untuk dikaji karena kaitannya dengan pertumbuhan dan perilaku sel kanker. Dua protein yang terlibat dalam proses tersebut, NCOA4 dan SLC1A5, menjadi fokus penelusuran.

Melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis atas studi-studi yang telah terbit, kajian ini menilai sejauh mana kedua protein itu dapat berperan sebagai biomarker pada kanker ginjal. Peran yang dinilai mencakup penanda perkembangan penyakit, alat bantu menilai risiko, dan kandidat sasaran terapi molekuler. Dimana kanker ginjal termasuk dalam keganasan urologi yang kerap terdeteksi saat telah mencapai fase lanjut. Oleh karena itu, biomarker yang lebih akurat dibutuhkan untuk mendukung keputusan klinis.

Dari Ruang Riset ke Pelayanan

Bagi Program Studi Urologi sendiri, capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari sisi pendidikan, prestasi ini memperlihatkan hasil pembinaan peserta didik untuk menelaah literatur secara kritis. Dari sisi penelitian, membuka ruang bagi pengembangan onkologi. Dan dari pengabdian masyarakat, riset ini  manjadi pijakan bagi penanganan pasien kanker ginjal yang lebih terarah di rumah sakit rujukan.

Riset ini juga bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya memperbaiki penanganan kanker ginjal mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Iklim akademik yang mendorong peserta didik berprestasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pengembangan riset biomarker molekuler berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Artificial Intelligence (AI) Kenali Risiko Sepsis Pascaoperasi Batu Saluran Kemih: Riset PPDS Urologi UGM Raih Prestasi di ASMIUA 2026

Bandung, 5 Oktober 2026 dr. Toni Febrianto, peserta didik Program Studi Urologi Departemen Ilmu Bedah, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, meraih juara pertama kategori Podium Presentation – Literature Review/Meta Analysis 3  pada Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026. Pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) tersebut berlangsung di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Toni mempresentasikan riet berjudul “Artificial Intelligence–Assisted Precision Risk Stratification for Infectious Complications Following Endourological Stone Surgery: A Systematic Review”.

Menilik Potensi AI untuk Keselamatan Pasien

Endourologi merupakan salah satu tindakan yang paling sering dilakukan untuk menangani batu ginjal dan saluran kemih. Meski demikian, infeksi pasca operasi masih menjadi tantangan klinis yang dapat memperpanj

ang masa rawat dan meningkatkan risiko bagi pasien.

Melalui metode systematic review, riset ini merangkum dan menilai berbagai penelitian yang mengembangkan model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memprediksi risiko komplikasi infeksi setelah tindakan endourologi. Riset ini memetakan sejauh mana AI dapat membantu dokter mengenali pasien berisiko tinggi sejak awal. Dengan begitu, langkah pencegahan dan penanganan dini dapat direncanakan dengan lebih tepat.

Selaras dengan Tridharma dan SDGs

Capaian ini mencerminkan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan Program Studi Urologi FK-KMK UGM. Pada aspek pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Diharapkan kajian berpotensi menjadi dasar peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan masyarakat.

Riset ini juga sejalan dengan sejumlah #Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya pencegahan komplikasi infeksi pasca operasi mendukung #SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Prestasi peserta didik di forum ilmiah nasional mencerminkan #SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pemanfaatan AI dalam pelayanan kesehatan berkaitan dengan #SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Program Studi Urologi FK-KMK UGM berkomitmen untuk terus mendukung peserta didik dalam penelitian agar dapat diterapkan dalam pelayanan klinis dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Kepuasan Peserta Didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM Juni 2026

Hasil Survei Tahun Ajaran 2025/2026

Program Studi Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM melaksanakan survei kepuasan peserta didik pada Juni 2026 sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan dan continuous quality improvement. Survei melibatkan 77 responden. Hasil survei menunjukkan mutu layanan secara keseluruhan berada pada kategori A (Sangat Baik), dengan NRR 3,69 dan indeks 92,18/100. Seluruh 15 sub-dimensi juga memperoleh kategori A.

Empat Unsur Layanan Seluruhnya Berkategori Sangat Baik

Dosen menjadi unsur dengan capaian tertinggi, sedangkan Tenaga Kependidikan merupakan unsur dengan capaian relatif terendah. Meski demikian, seluruh unsur tetap berada dalam kategori A.

 

Layanan Dosen Menjadi Kekuatan Utama

Layanan dosen menjadi kekuatan utama Program Studi. Keandalan dan Kemampuan Dosen mencapai indeks 100,00 dan Daya Tanggap 99,68. Sementara itu, Kepastian Pelayanan Dosen memperoleh 90,71 dan tetap menjadi ruang peningkatan.

Tenaga Kependidikan dan Sarana-Prasarana Menjadi Area Perhatian

Tenaga Kependidikan memperoleh indeks 89,66. Aspek Kepastian Pelayanan sebesar 87,82 dan Keandalan dan Kemampuan sebesar 88,46 menunjukkan ruang peningkatan pada kepastian prosedur, waktu pelayanan, konsistensi informasi, dan keandalan layanan administratif. Sarana dan Prasarana memperoleh indeks 91,77. Aspek kecukupan, aksesibilitas, dan kualitas mengalami penurunan dibandingkan evaluasi sebelumnya sehingga perlu menjadi bagian dari evaluasi AMI.

Kepuasan Berdasarkan Tahun Pendidikan

Seluruh tingkat pendidikan berada pada kategori sangat baik dengan indeks 90,38–93,33. Tahun ke-5 memperoleh capaian tertinggi 93,33, sedangkan tahun ke-2 terendah 90,38.

     

Tahun ke-2 perlu dicermati karena mengalami penurunan terbesar 3,29 poin dan merupakan kelompok dengan jumlah responden terbesar, yaitu 21 responden. Namun tidak terdapat pola penurunan sistematis berdasarkan lamanya masa pendidikan.

Kritik dan Saran Memperkuat Hasil Kuantitatif

Dari 77 masukan, Tenaga Kependidikan menjadi tema terbanyak dengan 27 masukan (35,06%), diikuti Sarana dan Prasarana 23 (29,87%), Dosen 17 (22,08%), dan Pengelola Program Studi 10 (12,99%).

Sebanyak 64,94% masukan berkaitan dengan Tenaga Kependidikan dan Sarana-Prasarana. Temuan kualitatif ini konsisten dengan capaian kuantitatif dan memperkuat penetapan kedua aspek tersebut sebagai prioritas continuous improvement.

 

Perbandingan dengan Evaluasi Desember 2025

Indeks kepuasan keseluruhan menurun dari 93,79 menjadi 92,18 atau sebesar 1,61 poin. Penurunan terbesar terjadi pada Sarana dan Prasarana sebesar 2,97 poin dan Pengelola Program Studi sebesar 2,96 poin, sedangkan Dosen relatif stabil dengan penurunan 0,33 poin.

Arah Tindak Lanjut

 

Kesimpulan

Survei Kepuasan Peserta Didik Juni 2026 menunjukkan mutu layanan Program Studi Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM secara keseluruhan tetap berada pada kategori A (Sangat Baik), dengan indeks 92,18/100. Dosen menjadi kekuatan utama dengan indeks 96,63, sementara Tenaga Kependidikan menjadi unsur dengan capaian relatif terendah sebesar 89,66. Hasil kuantitatif dan kualitatif menunjukkan pola yang saling memperkuat. Tenaga Kependidikan dan Sarana-Prasarana menjadi area yang paling banyak mendapat masukan sekaligus memiliki capaian relatif lebih rendah. Temuan ini menjadi dasar evaluasi dan perbaikan berkelanjutan dalam siklus AMI, dengan tetap mempertahankan mutu layanan dosen yang telah sangat baik.

 

Kepuasan Peserta Didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM Desember 2025

Hasil Survei Tahun Ajaran 2025/2026

Program Studi Dokter Spesialis Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada melaksanakan survei kepuasan peserta didik pada Desember 2025 sebagai bagian dari evaluasi mutu layanan dan upaya continuous quality improvement. Survei melibatkan 75 responden.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mutu layanan Program Studi secara keseluruhan berada pada kategori A (Sangat Baik), dengan NRR sebesar 3,75 dan indeks kepuasan 93,79 dari 100. Seluruh 15 sub-dimensi yang dinilai juga memperoleh kategori A, sehingga tidak terdapat aspek layanan yang berada pada kategori mutu rendah.

Empat Unsur Layanan Seluruhnya Berkategori Sangat Baik

Seluruh unsur layanan yang dinilai, yaitu Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengelola Program Studi, serta Sarana dan Prasarana, memperoleh kategori A (Sangat Baik). Dosen menjadi unsur dengan capaian tertinggi dengan indeks 96,96, disusul Sarana dan Prasarana 94,74, Pengelola Program Studi 93,34, dan Tenaga Kependidikan 90,30.

Layanan Dosen Menjadi Kekuatan Utama

Layanan dosen menjadi salah satu kekuatan utama Program Studi. Pada tingkat sub-dimensi, Keandalan dan Kemampuan Dosen memperoleh indeks 99,67. Capaian ini menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap kompetensi dan keandalan dosen dalam memberikan layanan akademik.

Pada sisi lain, Daya Tanggap Tenaga Kependidikan sebesar 88,16 dan Kepastian Pelayanan Tenaga Kependidikan sebesar 89,14 merupakan dua indikator dengan nilai terendah dari seluruh sub-dimensi. Keduanya tetap berada pada kategori A, tetapi menjadi area prioritas continuous improvement, terutama pada kecepatan respons, kejelasan prosedur, kepastian waktu pelayanan, dan konsistensi informasi.

Kepuasan Relatif Konsisten pada Seluruh Tahap Pendidikan

Analisis berdasarkan tahun pendidikan menunjukkan tingkat kepuasan yang relatif konsisten. Indeks berada pada rentang 93,00–94,49 dengan selisih hanya 1,49 poin antara capaian tertinggi dan terendah. Tahun ke-4 memperoleh indeks tertinggi sebesar 94,49, sedangkan tahun ke-5 memperoleh 93,00.

Tidak terlihat pola penurunan kepuasan yang konsisten seiring bertambahnya masa pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa mutu layanan relatif terjaga sepanjang proses pendidikan. Capaian tahun ke-5 tetap perlu dimonitor dan dieksplorasi lebih lanjut, terutama karena jumlah responden pada tahap tersebut relatif lebih sedikit.

Kritik dan Saran Menunjukkan Area yang Paling Banyak Mendapat Perhatian

Dari 75 masukan peserta didik, tema yang paling banyak berkaitan dengan Tenaga Kependidikan sebanyak 28 masukan (37,33%). Berikutnya Sarana dan Prasarana sebanyak 24 masukan (32,00%), Dosen 15 masukan (20,00%), dan Pengelola Program Studi 8 masukan (10,67%). Tidak terdapat masukan dalam kategori lainnya.

Sebanyak 69,33% dari seluruh masukan berkaitan dengan Tenaga Kependidikan dan Sarana-Prasarana. Temuan kualitatif ini konsisten dengan hasil kuantitatif: Tenaga Kependidikan merupakan unsur dengan indeks relatif terendah sebesar 90,30, sedangkan Sarana dan Prasarana memperoleh 94,74. Banyaknya masukan tentang sarana-prasarana tidak otomatis menunjukkan mutu rendah, tetapi dapat mencerminkan kebutuhan dan ekspektasi peserta didik terhadap kecukupan, aksesibilitas, kualitas, dan ketersediaan fasilitas.

Prioritas Continuous Improvement

Secara keseluruhan tidak ditemukan permasalahan mutu mayor. Program Studi perlu mempertahankan kualitas layanan dosen yang telah sangat tinggi sekaligus meningkatkan layanan Tenaga Kependidikan, responsivitas Pengelola Program Studi, serta kecukupan sarana-prasarana.

 

Kesimpulan

Survei Kepuasan Peserta Didik Desember 2025 menunjukkan bahwa mutu layanan Program Studi Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM berada pada kategori A (Sangat Baik), dengan indeks keseluruhan 93,79 dari 100. Seluruh empat unsur layanan dan seluruh 15 sub-dimensi yang dinilai juga berada pada kategori A.

Dosen menjadi kekuatan utama dengan indeks 96,96, terutama pada Keandalan dan Kemampuan Dosen yang mencapai 99,67. Sementara itu, Tenaga Kependidikan menjadi area yang paling membutuhkan perhatian relatif, khususnya Daya Tanggap dan Kepastian Pelayanan. Masukan peserta didik juga memperkuat perlunya peningkatan pada layanan Tenaga Kependidikan dan pengembangan saranaprasarana.

Hasil evaluasi ini menjadi dasar tindak lanjut dalam siklus Audit Mutu Internal (AMI) untuk mempertahankan capaian yang telah sangat baik sekaligus melakukan continuous quality improvement berdasarkan kebutuhan dan umpan balik peserta didik.

Tracer Study Program Studi Urologi FKKMK UGM Tahun Ajaran 2025/2026

Program Studi Dokter Spesialis Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali melaksanakan evaluasi tracer study alumni sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan dan evaluasi kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan praktik urologi di lapangan.

Tracer study tahun ajaran 2025/2026 melibatkan alumni pada rentang TS sampai dengan TS-3. Dari total 26 alumni yang menjadi target responden, seluruhnya telah mengisi kuesioner sehingga tingkat partisipasi mencapai 100%. Hasil tracer study ini menjadi dasar evaluasi kurikulum, pengalaman klinis, target logbook, dan pengembangan kompetensi lulusan.

Gambaran Responden Tracer Study

Penyerapan Lulusan di Dunia Kerja Sangat Baik

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh alumni telah mendapatkan tempat kerja atau mulai berpraktik kurang dari enam bulan setelah kelulusan. Temuan ini menunjukkan daya serap lulusan Program Studi Dokter Spesialis Urologi FKKMK UGM yang sangat baik.

Tempat kerja alumni tersebar di beberapa wilayah utama Indonesia. Wilayah Jawa menjadi lokasi kerja terbesar, diikuti Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Grafik di atas memvisualisasikan sebaran tersebut.

Pada lokasi praktik utama (RS 1), sebagian besar alumni bekerja di RSUD atau rumah sakit swasta tipe B–C, sedangkan sebagian lainnya bekerja di rumah sakit pendidikan atau rumah sakit rujukan nasional.

Pada lokasi praktik kedua dan ketiga (RS 2 dan RS 3), hampir seluruh alumni berpraktik di RSUD atau rumah sakit swasta tipe B–C.

 

Kesiapan Kompetensi Klinis dan Bedah Lulusan

Tingkat kesiapan mandiri alumni dievaluasi menggunakan skala Likert 1–5, dengan skor 1 berarti Sangat Tidak Siap dan skor 5 berarti Sangat Siap. Hasil evaluasi menunjukkan variasi kesiapan antarbidang kompetensi.

 

Secara keseluruhan, rata-rata skor kesenjangan yang dirasakan alumni adalah 2,12 ± 0,65 pada skala 1–5, dengan 1 berarti tidak ada kesenjangan dan 5 berarti kesenjangan sangat besar. Secara umum, kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan lapangan berada pada kategori rendah hingga sedang.

Umpan Balik Alumni

Analisis kualitatif terhadap esai umpan balik alumni menunjukkan beberapa isu utama yang perlu menjadi perhatian Program Studi.

Temuan Kunci dan Analisis Akar Masalah

Rencana Aksi dan Tindak Lanjut

Tracer Study sebagai Instrumen Peningkatan Mutu Berkelanjutan

Hasil tracer study tahun ajaran 2025/2026 menunjukkan bahwa lulusan Program Studi Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM memiliki daya serap kerja yang sangat baik. Seluruh responden telah mendapatkan tempat kerja atau mulai berpraktik kurang dari enam bulan setelah kelulusan, dengan tingkat partisipasi alumni mencapai

100%. Dari sisi kompetensi, Operasi Terbuka dan Endourology menjadi keunggulan utama lulusan, sementara Transplantasi Ginjal, Uro-Onkologi, Urologi Pediatrik, dan Laparoskopi menjadi area yang perlu mendapatkan penguatan lebih lanjut.

Melalui pemanfaatan hasil tracer study sebagai dasar evaluasi kurikulum dan penyusunan rencana tindak lanjut, Program Studi Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM berkomitmen melakukan continuous quality improvement agar kompetensi lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan pelayanan urologi di berbagai wilayah Indonesia.

Pembekalan Riset bagi Peserta Didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM

Perjalanan menjadi dokter spesialis tidak hanya dibangun melalui pengalaman klinis, tetapi juga melalui kemampuan menghasilkan penelitian berkualitas. Dengan semangat tersebut, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) membekali peserta PPDS Gelombang II Tahun 2026 dengan pelatihan dasar riset klinis sejak hari pertama pendidikan. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Center for Evidence-Based Medicine and Clinical Epidemiology (CE&BU) FK-KMK UGM sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang kuat sejak awal masa studi.

Sesi pembekalan memperkenalkan konsep dasar penelitian klinis, mulai dari penyusunan pertanyaan penelitian, prinsip evidence-based medicine, metodologi riset, hingga pentingnya berpikir kritis dalam mengevaluasi bukti ilmiah. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi secara aktif mengenai tantangan penelitian di bidang urologi serta bagaimana mengintegrasikan kegiatan riset dengan praktik klinis selama menjalani pendidikan dokter spesialis. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk pola pikir ilmiah sebagai bekal untuk menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak.

Pembekalan riset sejak awal pendidikan mencerminkan komitmen Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga mampu berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian berkualitas. Kolaborasi dengan CE&BU FK-KMK UGM sekaligus memperkuat ekosistem akademik yang mendukung inovasi, pembelajaran berbasis bukti, serta pengembangan kompetensi peserta didik secara berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kualitas pendidikan dokter spesialis berbasis riset, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan kapasitas penelitian dan inovasi di bidang kesehatan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara Prodi Urologi FK-KMK UGM dan CE&BU dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Menyandang Gelar, Mengemban Peran: Lahirnya Urolog Baru dari FK-KMK UGM

Setiap akhir perjalanan pendidikan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat. Momen tersebut dirasakan oleh enam peserta didik Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) yang resmi menyandang gelar dokter spesialis urologi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan proses evaluasi akademik. Keenam lulusan tersebut adalah dr. Ali Ariyono, Sp.U., dr. Erick Frapanca, Sp.U., dr. R. Bg. Ardika Satria Kusuma, Sp.U., dr. Nikko Caesario Mauldy Susilo, Sp.U., dr. Muhammad Mahmud Ridho, Sp.U., dan dr. Yudriawan Annas, Sp.U.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang menuntut dedikasi, ketekunan, serta komitmen terhadap pembelajaran dan pelayanan pasien. Selama masa pendidikan, para peserta didik tidak hanya dibekali kompetensi klinis dan keterampilan bedah, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penelitian berbasis bukti (evidence-based medicine), profesionalisme, serta empati dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Lahirnya enam urolog baru menjadi pencapaian penting bagi Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman klinis, dan nilai-nilai profesional yang telah diperoleh selama pendidikan, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan urologi, pendidikan kedokteran, dan penelitian di berbagai daerah.

Pencapaian ini juga mencerminkan kontribusi Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penyediaan tenaga spesialis yang kompeten untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendukung pemerataan layanan kesehatan spesialistik melalui hadirnya lulusan yang siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia.

Membangun Jejaring, Menguatkan Kontribusi: Kiprah Prodi Urologi FK-KMK UGM Memimpin Forum Ilmiah Internasional

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menorehkan kiprah di tingkat internasional melalui partisipasi dr. Muhammad Anwar Irzan, Sp.U sebagai Chair pada 5th Usanz Functional Urology Symposium dan 20th Pan-Pacific Continence Society (PPCS) Annual Meeting. Pertemuan ilmiah yang diselenggarakan pada 13 Juni 2026 di Hyatt Regency Sydney, Australia tersebut menjadi wadah bagi para pakar urologi dunia untuk berbagi perkembangan terbaru dalam bidang functional urology, neurourology, dan continence.

Sebagai Chair, dr. Muhammad Anwar Irzan, Sp.U memimpin jalannya sesi ilmiah sekaligus memfasilitasi diskusi akademik mengenai berbagai isu strategis, mulai dari indikasi terapi, perkembangan evidence-based medicine, kontroversi dalam praktik klinis, hingga pendekatan tata laksana terkini pada gangguan fungsi saluran kemih bawah. Kepercayaan untuk mengemban peran tersebut mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi akademik, profesionalisme, serta kontribusi dosen Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mendukung kemajuan ilmu urologi di tingkat regional maupun internasional.

Keikutsertaan dalam forum bergengsi seperti FUS–PPCS tidak hanya memperluas jejaring akademik dengan para klinisi dan peneliti dari berbagai negara, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran pengalaman klinis, serta adopsi inovasi yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Momentum ini sekaligus memperkuat komitmen Prodi Urologi FK-KMK UGM untuk terus berperan aktif dalam komunitas ilmiah global dan mendorong terciptanya praktik urologi yang semakin berbasis bukti.

Keikutsertaan Prodi Urologi FK-KMK UGM pada FUS–PPCS 2026 menjadi bukti nyata bahwa institusi terus berupaya berkontribusi dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui kolaborasi global. Prestasi ini sejalan dengan komitmen universitas dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kualitas ilmu dan pelayanan kesehatan berbasis bukti, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas akademik dan pendidikan kedokteran spesialis yang berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan demi kemajuan urologi secara berkelanjutan

Merangkul Masyarakat, Menjaga Kesehatan: Urocare untuk Saluran Kemih yang Lebih Sehat

Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui edukasi dan deteksi dini. Dengan semangat tersebut, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Urocare: Skrining Kesehatan Saluran Kemih pada Masyarakat di Sanggar Among Budoyo, Kampung Pramuka Wukirsari, pada 29 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi Urologi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui program Urocare, masyarakat memperoleh layanan skrining kesehatan saluran kemih yang disertai edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem kemih, mengenali gejala awal gangguan urologi, serta mengetahui kapan harus berkonsultasi ke fasilitas kesehatan. Pendekatan promotif dan preventif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai penyakit urologi yang sering kali tidak terdeteksi hingga memasuki tahap lanjut. Selain pemeriksaan kesehatan, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung

dengan tim dokter dan peserta didik mengenai berbagai keluhan yang berkaitan dengan kesehatan saluran kemih.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, peserta didik, dan tenaga kesehatan, Urocare menghadirkan layanan yang mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai langkah awal untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.

Pelaksanaan Urocare mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan akses terhadap edukasi dan deteksi dini penyakit, SDG 4 (Quality Education) melalui penyebarluasan literasi kesehatan kepada masyarakat, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat yang berkelanjutan.