BANDUNG, 4 Oktober 2026 — Riset tentang strategi radioterapi setelah operasi kanker prostat mengantarkan dr. Muhammad Taufiq Reza, peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM, meraih juara pertama kategori Podium Poster Presentation – Literature Review/Meta Analysis 6. Penghargaan ini diraih dalam Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) 2026, pertemuan ilmiah tahunan Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) yang digelar di Hotel Holiday Inn Bandung pada 30 September–4 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Reza mempresentasikan riset berjudul “The Outcome of Postoperative Adjuvant External Beam Radiotherapy Versus Observation with Early Salvage Radiotherapy Related to Quality-of-Life Patient After Radical Prostatectomy in High-Risk Prostate Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis”. Capaian ini menambah daftar prestasi peserta didik Program Studi Urologi FK-KMK UGM di ASMIUA 2026, setelah dr. Toni Febrianto dan dr. Eldo Taufila Putra Utama meraih juara pertama dan kedua pada kategori Literature Review/Meta Analysis 3.
Menimbang Kualitas Hidup Pasien
Kajian dr. Taufiq menyoroti pasien kanker prostat risiko tinggi yang telah menjalani prostatektomi radikal, yaitu operasi pengangkatan seluruh kelenjar prostat. Setelah operasi, dokter dihadapkan pada dua pilihan. Pilihan pertama adalah radioterapi adjuvan, yaitu penyinaran yang diberikan segera setelah operasi meski belum ada tanda kekambuhan. Pilihan kedua adalah observasi ketat, dengan radioterapi penyelamatan (salvage) dini baru diberikan ketika muncul tanda kekambuhan.
Kedua strategi tersebut memiliki konsekuensi yang berbeda bagi pasien. Radiasi dapat menimbulkan efek samping pada organ di sekitar prostat, seperti gangguan berkemih dan saluran cerna. Melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis atas studi-studi yang telah terbit, kajian ini membandingkan dampak kedua pendekatan tersebut terhadap kualitas hidup pasien. Penanganan kanker prostat kini tidak hanya menimbang kendali atas penyakitnya, tetapi juga kualitas hidup pasien setelah terapi.
Dari Ruang Riset ke Pelayanan
Capaian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi serta bersinggungan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs). Perhatian pada kualitas hidup pasien kanker prostat mendukung SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Iklim akademik yang mendorong peserta didik berprestasi mencerminkan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sementara itu, pengembangan tata laksana berbasis bukti ilmiah berkaitan dengan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).



























Upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui edukasi dan deteksi dini. Dengan semangat tersebut, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Urocare: Skrining Kesehatan Saluran Kemih pada Masyarakat di Sanggar Among Budoyo, Kampung Pramuka Wukirsari, pada 29 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi Urologi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi antara dosen, peserta didik, dan tenaga kesehatan, Urocare menghadirkan layanan yang mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai langkah awal untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.