Pos oleh :

Admin

Menjaga Masa Depan Urologi Indonesia: Kiprah Akademisi dalam ASMUIA ke-48

 

Kemajuan ilmu urologi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi medis yang berkembang pesat, tetapi juga oleh komitmen para akademisi dan praktisi untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman. Semangat inilah yang tergambar jelas dalam keikutsertaan Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) sebagai moderator dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMUIA) yang berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

ASMUIA ke-48 mengusung tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”, sebuah ajakan untuk membangun arah masa depan pelayanan dan pendidikan urologi yang berkelanjutan. Acara ini menjadi wadah penting bagi para ahli urologi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, mempresentasikan hasil riset terkini, serta memperkuat jejaring kolaborasi lintas institusi.

Sebagai moderator, Dr. Prahara Yuri berperan penting dalam menjaga alur diskusi ilmiah yang dinamis, mendorong pertukaran gagasan, dan memastikan forum berjalan produktif. Peran ini menunjukkan kontribusi nyata akademisi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan urologi, dan SDG 4 (Quality Education) dengan memperkuat transfer pengetahuan antardokter dan peneliti.

Keterlibatan aktif dosen dan staf akademik dalam forum nasional seperti ASMUIA merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia. Melalui kegiatan ilmiah ini, diharapkan muncul inovasi baru, panduan praktik berbasis bukti, serta kolaborasi riset yang dapat berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap keberlanjutan ilmu pengetahuan, ASMUIA ke-48 bukan hanya menjadi ajang ilmiah tahunan, tetapi juga simbol langkah bersama dalam membentuk masa depan urologi Indonesia yang lebih unggul, sehat, dan berdaya saing global.

Mengukir Prestasi di Kancah Global: Dosen Urologi FK-KMK UGM Jadi Pembicara Konferensi Internasional

 

Dalam sebuah langkah yang membanggakan, Dr. dr. H. R. Danarto, Sp.B, Sp.U(K), staf pengajar dan ahli urologi dari Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, kembali mengukir prestasi dengan menjadi pembicara dalam ajang bergengsi 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA). Konferensi yang diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan, pada 27 September 2025 ini, merupakan wadah pertemuan para ahli urologi terkemuka dari dalam dan luar negeri untuk bertukar ilmu terkini.

Keikutsertaan Dr. Danarto sebagai speaker pada acara tingkat nasional yang memiliki dampak internasional ini bukan sekadar pengakuan individual, melainkan cerminan nyata dari komitmen Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM dalam menjawab tantangan global, khususnya yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kontribusi ini secara langsung menyentuh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Sebagai seorang ahli urologi yang mendalami subspesialisasi lebih lanjut, partisipasi Dr. Danarto memastikan bahwa pengetahuan dan inovasi terbaru dalam penanganan penyakit ginjal, saluran kemih, dan sistem reproduksi pria dapat diakses oleh rekan sejawat di Indonesia. Transfer ilmu ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan urologi di tanah air, mengurangi morbiditas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, peran ini juga selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran di forum ilmiah seperti ASMIUA memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri kesehatan. Pengetahuan dan penelitian mutakhir yang dibagikan akan diserap kembali ke dalam kurikulum pendidikan, memastikan bahwa calon-calon ahli urologi di UGM mendapatkan pembelajaran yang relevan dan berstandar global.

Prestasi ini membuktikan bahwa dedikasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dapat berjalan seiring dengan kontribusi pada agenda pembangunan global. Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, melalui para dosen dan mahasiswanya, terus berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan yang tidak hanya mencetak tenaga medis yang kompeten, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam memajukan kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

Tingkatkan Jejaring dan Kualitas Pendidikan, PPDS Urologi UGM Berpartisipasi Aktif di ASMIU Medan

 

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis nasional. Kali ini, diwakili oleh dr. Toni Febriyanto, mahasiswa PPDS Urologi semester empat, yang berpartisipasi aktif dalam Education Expo The 48th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) di Medan. Acara bergengsi ini menjadi ajang bagi para calon dokter spesialis urologi untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan yang akan mereka jalani.

Dalam sesi “Sharing Session: A Day in The Life of a Urology Resident”, Dr. Toni dengan antusias membagikan pengalaman langsungnya selama menjalani program residensi. Ia tidak hanya bercerita tentang keseruan dan tantangan dalam pembelajaran klinis di rumah sakit, tetapi juga tentang dinamika kehidupan akademik yang membentuknya menjadi calon dokter spesialis urologi yang kompeten. Sesi ini dihadiri oleh banyak peserta, mulai dari dokter umum hingga koas yang tertarik untuk mendalami ilmu urologi.

“Education Expo seperti ini sangat penting sebagai jembatan antara teori dan realita. Melalui cerita langsung dari para residen, calon peserta didik bisa mendapatkan gambaran utuh dan motivasi yang kuat sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi spesialis,” ujar Dr. Toni.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Dengan membagikan pengalaman dan membuka diskusi, pendidikan spesialis yang inklusif dan berkualitas dapat diakses oleh lebih banyak calon tenaga kesehatan.

Partisipasi aktif ini juga merefleksikan komitmen program studi dalam membangun jejaring akademik dan profesional lintas institusi. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan di bidang pelayanan kesehatan urologi di Indonesia, yang selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Melalui partisipasi dalam ajang-ajang strategis seperti ASMIUA 48,

 
PPDS Urologi FK-KMK UGM

terus berkomitmen untuk mencetak generasi dokter spesialis urologi yang tidak hanya unggul secara teknis-klinis, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi yang mumpuni, dan dedikasi tinggi untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

Suara Muda Urologi Indonesia: Kiprah dr. Muhammad Radityo Hendarso di Panggung Ilmiah Nasional

 

Perkembangan ilmu kedokteran memerlukan regenerasi yang berkelanjutan, dan semangat para dokter muda menjadi salah satu kunci untuk memastikan kesinambungan tersebut. Salah satu sosok yang menampilkan semangat itu adalah dr. Muhammad Radityo Hendarso, Sp.U, yang berperan sebagai pembicara dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

Forum ilmiah tahunan yang bertema “Shaping the Future of Urology in Indonesia” ini merupakan ajang prestisius tempat para ahli urologi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman klinis. Dalam kesempatan tersebut, dr. Radityo membawakan materi yang merefleksikan komitmen terhadap pengembangan ilmu urologi berbasis bukti dan inovasi. Keikutsertaan beliau menegaskan bahwa Prodi Urologi UGM tidak hanya menjadi pelopor dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi di tingkat nasional melalui karya ilmiah dan pemikiran yang membangun.

Keterlibatan dosen muda seperti dr. Radityo menjadi wujud nyata dari implementasi Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, dan SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ilmiah seperti ASMIUA, transfer ilmu antar generasi dapat berjalan efektif, memastikan bahwa kemajuan ilmu kedokteran tidak berhenti pada satu titik, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Lebih dari sekadar forum akademik, ASMIUA menjadi ruang bagi kolaborasi, inspirasi, dan inovasi. Kontribusi dr. Radityo menunjukkan bahwa masa depan urologi Indonesia berada di tangan yang tepat—generasi muda yang berpikir kritis, berjiwa ilmiah, dan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Urologi UGM Pimpin Inovasi Kesehatan Global di Panggung Internasional Medan

 

Dalam upaya mendorong tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan, Program Studi Urologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusi nyatanya di kancah internasional. Pada 26 September 2025, Dr. dr. Indrawarman, Sp.U(K), yang merupakan salah satu staf pengajar andalan prodi, hadir sebagai pembicara utama dalam acara bergengsi 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan.

Keikutsertaan Dr. Indrawarman dalam forum ilmiah tertinggi bagi para ahli urologi Indonesia ini bukan sekadar partisipasi biasa. Perannya sebagai speaker menegaskan posisi Urologi FK-KMK UGM sebagai center of excellence yang diakui secara nasional. Acara yang mengusung tema-tema mutakhir di bidang kesehatan saluran kemih dan reproduksi pria ini menjadi bukti bahwa inovasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang secara konsisten digaungkan oleh prodi kami memiliki dampak dan relevansi yang luas.

Keterlibatan aktif para dosen dan ahli kami dalam pertemuan ilmiah seperti ASMIUA sejalan dengan semangat SDGs untuk membangun kemitraan global (SDG 17) untuk pembangunan berkelanjutan. Melalui diskusi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi dengan para pakar dari seluruh Indonesia, Urologi FK-KMK UGM tidak hanya menimba ilmu terkini tetapi juga turut mencerdaskan bangsa dengan membagikan expertise yang dimiliki.

Keberhasilan ini merupakan cerminan dari komitmen seluruh civitas akademika Program Studi Urologi FK-KMK UGM untuk terus berinovasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami percaya bahwa dengan memajukan ilmu urologi, kami tidak hanya mencetak dokter spesialis yang unggul tetapi juga langsung berkontribusi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mengurangi beban penyakit, dan mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan produktif.

Jejak Langkah Keluarga Besar Departemen Urologi UGM Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Bayangkan sebuah malam yang tidak hanya diisi dengan gemerlap lampu dan santapan lezat, tetapi juga oleh energi kolaborasi yang kuat. Sebuah malam di mana obrolan hangat antar kolega tidak hanya membahas kasus-kasus medis terkini, tetapi juga merajut sebuah visi bersama untuk masa depan kesehatan yang lebih baik. Inilah esensi sebenarnya dari Gala Dinner Jogja Urology Forum 2025 yang baru saja berlangsung.

Acara spesial ini berhasil menghadirkan atmosfer yang langka, mempertemukan para konsulen yang penuh wawasan, para alumni yang telah berkarya di berbagai penjuru, serta para PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Urologi yang penuh semangat. Dalam satu frame foto yang terlihat, tercermin bukan hanya senyum dan kebahagiaan, tetapi sebuah rantai pengetahuan dan dedikasi yang tidak terputus.

Pertemuan ini secara langsung menyentuh SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menciptakan ruang transfer ilmu dan mentor-mentor informal yang sangat krusial dalam pendidikan spesialis. Ikatan yang terjalin antara senior dan yunior adalah fondasi untuk memastikan kualitas pendidikan dokter spesialis urologi di Indonesia tetap unggul dan berkelanjutan.

Tidak berhenti di situ, kolaborasi yang terbangun merupakan wujud nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Forum ini adalah bukti bahwa kemajuan ilmu urologi tidak dapat dicapai sendiri-sendiri. Diperlukan kemitraan yang kuat antara akademisi, praktisi, dan generasi penerus untuk mengatasi tantangan kesehatan, meningkatkan akses pelayanan urologi yang berkualitas (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan mendorong inovasi dalam penelitian.

Gala Dinner Jogja Urology Forum 2025 telah usai, tetapi dampaknya baru dimulai. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk berbagi ilmu yang terpancar dalam malam itu adalah modal berharga bagi Program Studi Urologi kita. Setiap jabat tangan, setiap diskusi, dan setiap tawa yang terdengar adalah benih yang ditanam untuk menumbuhkan ekosistem urologi Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Mari kita terus jaga api semangat kolaborasi ini menyala. Bersama, langkah kita menuju pelayanan urologi terbaik bagi masyarakat Indonesia akan semakin pasti dan bermakna.

Menjadi Penggerak Ilmu dan Kolaborasi: Peran Urologi UGM di Panggung Nasional

 

Perkembangan ilmu kedokteran tidak pernah berhenti, dan di tengah dinamika tersebut, para akademisi Urologi Universitas Gadjah Mada terus memainkan peran penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya tercermin dalam keikutsertaan Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) sebagai moderatordalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) yang diselenggarakan pada 26 September 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan.

Dengan tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”, forum ilmiah bergengsi ini menjadi wadah bagi para ahli urologi dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, mempresentasikan penelitian terkini, dan mendiskusikan inovasi dalam penanganan berbagai penyakit urologi. Peran Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri sebagai moderator menunjukkan kontribusi aktif UGM dalam memastikan diskusi ilmiah berlangsung dinamis, kritis, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education). Melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah, UGM berkomitmen untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, memperluas transfer ilmu, serta memastikan bahwa kemajuan di bidang urologi dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, ASMIUA menjadi simbol kolaborasi lintas institusi dan generasi. Keterlibatan akademisi UGM di forum nasional seperti ini membuktikan bahwa semangat academic leadership dan lifelong learningtetap menjadi pilar utama dalam membangun masa depan urologi Indonesia yang berdaya saing global dan berorientasi pada kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Konferensi: Peran Vital Urologi dalam Meningkatkan Keberhasilan IVF

 

Isu infertilitas merupakan tantangan kesehatan global yang mempengaruhi jutaan pasangan, termasuk di Indonesia. Menjawab kompleksitas ini, dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K), staf pengajar Departemen Urologi FK-KMK UGM, hadir sebagai pembicara kunci dalam The 6th Biennial Meeting of Indonesian Association for In Vitro Fertilization (IA-IVF). Keikutsertaan beliau bukan hanya mewakili institusi, tetapi juga menegaskan posisi UGM sebagai pionir dalam inovasi ilmu reproduksi berbasis bukti.

Konferensi bergengsi yang mengusung tema “Navigating the Future of Assisted Reproduction in Indonesia: Innovations, Ethics, and Accessibility” ini menjadi platform strategis untuk membahas masa depan reproduksi berbantu dari sudut pandang teknologi, etika, dan yang terpenting: aksesibilitas bagi masyarakat.

Acara ini merupakan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusi tersebut tercermin dari dukungan terhadap SDG 3melalui peningkatan layanan kesehatan reproduksi, penyebaran ilmu pengetahuan berkualitas untuk mendukung SDG 4, serta advokasi untuk SDG 10 dengan memperjuangkan akses yang lebih merata terhadap layanan fertilitas. Melalui kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berperan aktif menjawab tantangan kesehatan nasional.

Partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata komitmen FK-KMK UGM untuk tidak hanya menghasilkan dokter-dokter spesialis yang kompeten, tetapi juga ilmuwan dan praktisi yang aktif memajukan dunia kesehatan Indonesia. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan inovasi berkelanjutan, UGM terus berkontribusi untuk menjawab tantangan kesehatan reproduksi nasional, membawa harapan baru bagi jutaan pasangan di Tanah Air.

Menembus Panggung Asia: Langkah Besar PPDS Urologi UGM di UAA Congress 2025

Partisipasi generasi muda dokter spesialis menjadi salah satu kunci dalam memastikan keberlanjutan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan. Kabar membanggakan datang dari Departemen Urologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM: dr. Narpati Wesa Pikatan terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam 9th Asian Urological Residents’ Course (AURC) pada Urological Association of Asia (UAA) Congress 2025 di Taipei, Taiwan.

Keterlibatan residen Urologi UGM dalam kegiatan ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di bidang urologi. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan menyediakan akses pembelajaran global yang berkualitas dan berbasis kolaborasi internasional. Tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, partisipasi ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals), dengan memperkuat jejaring akademik lintas negara untuk mendorong sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan..

Partisipasi kongres berskala internasional ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. AURC dirancang sebagai ajang pelatihan intensif bagi residen urologi se-Asia, dengan menghadirkan kurikulum komprehensif, diskusi kasus, serta update teknologi dan inovasi terbaru di bidang urologi. Kehadiran perwakilan dari UGM membuktikan kualitas pendidikan spesialis urologi Indonesia telah diakui dan diperhitungkan di kancah internasional.

Lebih jauh, momentum ini juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam membangun sistem kesehatan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi lintas negara, residen UGM berperan sebagai agen perubahan yang mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan.

Harapannya, langkah awal ini akan membuka jalan bagi lebih banyak residen urologi Indonesia untuk berkiprah secara global, membawa semangat kolaborasi, serta memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan urologi di tanah air.

Kontribusi Akademik Residen Urologi UGM dalam Pengembangan Ilmu Urologi

Komitmen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM untuk terus melahirkan inovasi kembali terwujud melalui pencapaian membanggakan di ajang The 8th Jogja Urology Forum 2025. Pada forum ilmiah yang digelar di Yogyakarta, 8–9 Agustus 2025, salah satu peserta didik, dr. Aldy Ridho Pangestu, berhasil meraih penghargaan “Honorable Mention Winner Scientific”.

Penghargaan ini bukan hanya sekadar apresiasi atas karya ilmiah, melainkan juga bentuk nyata kontribusi UGM dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Good Health and Well-being (SDG 3) dan Quality Education (SDG 4). Melalui penelitian yang inovatif dan presentasi ilmiah yang inspiratif, prestasi ini menjadi cerminan dari dedikasi PPDS Urologi UGM dalam menghasilkan dokter spesialis urologi yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga aktif memberikan sumbangsih pada kemajuan ilmu pengetahuan.

The Jogja Urology Forum sendiri merupakan wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi urologi dari berbagai institusi untuk berbagi hasil riset mutakhir, bertukar pengalaman, serta memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif mahasiswa PPDS dalam forum ini sekaligus menunjukkan kesiapan generasi muda urologi Indonesia untuk bersaing di kancah global, sejalan dengan semangat partnership for the goals (SDG 17).

Pencapaian dr. Aldy Ridho Pangestu menegaskan bahwa langkah kecil dari individu mampu memberikan dampak besar pada pengembangan ilmu, pelayanan kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan. Prodi Urologi UGM bangga atas pencapaian ini, sekaligus menjadikannya motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, menorehkan prestasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan pengabdian, Prodi Urologi UGM akan terus mendorong tercapainya tujuan besar: menghadirkan layanan kesehatan urologi yang unggul, merata, dan berkelanjutan untuk Indonesia dan dunia.