Pos oleh :

Admin

Dari Toga ke Bakti: Lulusan Baru Urologi Siap Mengabdi

Universitas Gadjah Mada kembali melahirkan generasi baru dokter spesialis urologi melalui Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan pada 23 Juli 2025. Suasana penuh kebanggaan terpancar dari para wisudawan, keluarga, serta sivitas akademika saat lima dokter resmi menyandang gelar Spesialis Urologi (Sp.U).

Para lulusan tersebut adalah dr. Zico Yusuf Alfarizi, Sp.U; dr. Ferdy Bangun Kangsaputra, Sp.U; dr. Frincia Bunga Rante Allo, Sp.U; dr. Gede Andi Aditya, Sp.U; dan dr. I Made Nugraha Gunamanta Sabudi, Sp.U. Kehadiran mereka menambah jajaran tenaga ahli urologi di Indonesia, sebuah bidang yang berperan penting dalam menangani kesehatan saluran kemih dan sistem reproduksi pria, serta berbagai tantangan medis yang semakin kompleks.

Bekal ilmu, keterampilan, dan pengalaman klinis yang diperoleh selama pendidikan di Prodi Urologi FK-KMK UGMdiharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai daerah, termasuk wilayah yang masih membutuhkan pemerataan layanan kesehatan. Hal ini selaras dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui hadirnya tenaga kesehatan baru yang siap meningkatkan kualitas layanan urologi di Indonesia. Selain itu, proses pendidikan berkualitas yang ditempuh para lulusan mendukung SDG 4 (Quality Education), sementara keberagaman asal daerah lulusan memperkuat upaya SDG 10 (Reduced Inequalities) dalam pemerataan layanan kesehatan.Momen wisuda ini menjadi pengingat bahwa perjalanan ilmu kedokteran tidak berhenti pada gelar, melainkan terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat dan tantangan global. Dengan semangat baru, para spesialis urologi ini siap melangkah, membawa nama baik almamater, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan bangsa.

Sambut Generasi Penerus: Sebelas Residen Baru Urologi UGM Wujudkan Regenerasi dan Semangat Baru untuk Indonesia

Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM kembali menorehkan babak baru dalam sejarah regenerasi ahli bedah urologi Indonesia. Sebanyak sebelas calon dokter spesialis resmi memulai perjalanan akademik dan profesional mereka sebagai PPDS Urologi periode Juli 2025. Kehadiran mereka, yang berasal dari berbagai penjuru tanah air—mulai dari Sumatera hingga Indonesia Timur—tidak hanya menyuntikkan semangat baru, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata UGM dalam mendukung pemerataan tenaga kesehatan spesialis di seluruh Indonesia.

Kegiatan perkenalan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dihadiri oleh seluruh jajaran konsulen, staf pengajar, serta PPDS senior. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Urologi FK-KMK UGM menekankan bahwa momen ini adalah fondasi penting untuk membangun karakter seorang urolog yang unggul.

Suasana akrab terlihat jelas ketika para residen senior berbagi pengalaman dan tips kepada junior mereka. Interaksi ini tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan, tetapi juga membangun sistem pendukung (support system) yang kuat di dalam program studi. Para konsulen juga hadir memberikan motivasi, menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan dunia residensi yang padat dan kompleks.

Penerimaan residen baru ini memiliki dampak strategis yang selaras dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Langkah ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pendidikan spesialis yang bermutu dan inklusif. Selain itu, dengan merekrut calon dokter dari berbagai daerah, program ini turut mendorong SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mempersiapkan tenaga ahli yang diharapkan dapat kembali melayani di daerah asalnya, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan urologi yang berkualitas. Pada akhirnya, upaya ini berujung pada kontribusi nyata untuk SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan urologi nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan regenerasi yang kental, Prodi Urologi FK-KMK UGM terus bergerak maju untuk mencetak dokter spesialis urologi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi dan siap menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Deteksi Dini untuk Hidup Lebih Pasti Bersama Urologi

Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pengobatan, tetapi juga oleh pencegahan dan deteksi dini penyakit. Dalam semangat inilah, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penyuluhan Mengenal Kencing Berdarah dan Skrining USG Keganasan Urologi” pada 12 Juli 2025 di Aula Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

Kencing berdarah (hematuria) sering kali dianggap sepele, padahal dapat menjadi tanda awal adanya penyakit serius, termasuk kanker saluran kemih. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya memeriksakan diri ketika mengalami gejala ini. Melalui kegiatan penyuluhan ini, tim Urologi UGM memberikan edukasi yang mudah dipahami tentang penyebab, faktor risiko, serta langkah tepat yang perlu diambil bila gejala tersebut muncul.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penyuluhan dan skrining urologi untuk meningkatkan kesehatan dan deteksi dini kanker. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan edukasi kesehatan bagi warga dan pembelajaran lapangan bagi residen, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menghadirkan layanan kesehatan spesialis di tingkat kelurahan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat kolaborasi antara akademisi, alumni, tenaga medis, dan pemerintah lokal.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga tanggung jawab bersama. Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan skrining, serta mendapatkan informasi yang benar, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani hidup yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Generasi Urolog Indonesia Selanjutnya: Tonggak Baru untuk Kesehatan Bangsa

Suasana penuh kebanggaan dan kehangatan menyelimuti Program Studi Sp-1 Urologi FK-KMK UGM/RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Para residen Urologi tingkat akhir berhasil menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya, yaitu penyelesaian karya akhir. Perlu digarisbawahi bahwa acara ini bukanlah wisuda atau kelulusan, melainkan sebuah perayaan atas keberhasilan para peserta program studi dalam melewati fase penting yang menjadi tonggak menuju profesionalisme sebagai calon spesialis urologi.

Dalam foto di atas, tergambar suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan. PPDS berdiri sejajar bersama para pembimbing dan penguji, memperlihatkan senyum optimis yang memancarkan semangat pengabdian. Mereka adalah dr. Ibnu Widya Argo, dr. Leonardo Grevi Tamara, dr. Made Kresna Yudhistira Wiratma, dr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, dr. Muhammad Sidiq, dan dr. Ryuu Damara Parisudha, yang kelak akan menambah daftar panjang dokter spesialis urologi lulusan UGM.

Kegiatan ini memiliki makna lebih luas jika dikaitkan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui karya akhir yang berbasis penelitian klinis maupun akademis, para residen turut berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan menghasilkan bukti ilmiah yang relevan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang urologi. Dari sisi pendidikan, pencapaian ini selaras dengan SDG 4 (Quality Education), karena menunjukkan upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran spesialis yang berfokus pada riset. Tidak kalah penting, keberhasilan ini juga lahir dari sinergi antara dosen pembimbing, sejawat, dan institusi—sebuah wujud nyata dari SDG 17 (Partnership for the Goals).

Penyelesaian karya akhir ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah strategis menuju kontribusi yang lebih besar bagi ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan semangat penelitian dan kolaborasi, para residen Urologi diharapkan mampu membawa dampak nyata dalam memajukan bidang urologi, baik di tingkat nasional maupun global.

Belajar, Berdiskusi, Berkolaborasi: Dari Striktur hingga Evaluasi Urethroplasty

Program Studi Urologi FK-KMK UGM melalui penyelenggaraan Urology Reconstructive Day bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang inspiratif yang mempertemukan tenaga kesehatan untuk membahas, belajar, dan berkolaborasi dalam bidang rekonstruksi urologi—sebuah bidang yang sering kali menjadi “jembatan” bagi pasien untuk kembali mendapatkan kualitas hidup terbaiknya.

Rekonstruksi urologi bukan hanya berbicara tentang teknik bedah. Ia berkaitan erat dengan bagaimana seorang pasien dapat kembali buang air kecil dengan normal, menjalani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan, hingga memulihkan rasa percaya diri. Dengan demikian, kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-being, yang menekankan pentingnya kesehatan menyeluruh dan kesejahteraan pasien.

Namun, tak berhenti di situ. Urology Reconstructive Day juga menjadi wujud nyata dari SDG 4: Quality Education. Melalui paparan ilmiah, diskusi kasus, dan berbagi pengalaman, para residen dan staf pengajar memperkuat kompetensi agar dapat menghadirkan pelayanan yang lebih bermutu di masa depan. Pendidikan kedokteran yang berkesinambungan ini akan melahirkan dokter-dokter urolog yang bukan hanya terampil, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pasien.

Keberhasilan acara ini juga tak lepas dari semangat SDG 17: Partnership for the Goals. Sinergi antara akademisi, rumah sakit pendidikan, dan jejaring tenaga kesehatan lain menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar forum, Urology Reconstructive Day adalah perayaan pengetahuan, dedikasi, dan harapan. Dari ruang diskusi di kampus, ilmu ini akan mengalir menuju ruang praktik, menjangkau pasien yang menantikan perubahan nyata dalam hidup mereka. Inilah bukti bahwa ilmu kedokteran, jika dibagikan dengan tulus, mampu membawa dampak jauh melampaui batas dinding kelas—menyentuh kehidupan, satu pasien pada satu waktu.

Merajut Sinergi, Menyongsong Inovasi: Rapat Kerja Prodi Urologi FK-KMK UGM 2025

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan pada tanggal 25 Mei 2025 di Hyatt Regency Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh seluruh staf pengajar, residen, serta tenaga kependidikan, dengan semangat kebersamaan untuk memperkuat arah pengembangan program studi di masa depan.

Kegiatan rapat kerja bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga ruang strategis untuk merancang inovasi dan meneguhkan komitmen terhadap visi Prodi Urologi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pelayanan unggulan di tingkat nasional maupun global. Diskusi intensif yang berlangsung meliputi aspek kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG ke-3 (Good Health and Well-being), SDG ke-4 (Quality Education), dan SDG ke-17 (Partnerships for the Goals), Raker ini menegaskan komitmen Prodi Urologi FK-KMK UGM untuk:

  • Meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui pendidikan dokter spesialis urologi yang berbasis bukti dan teknologi terkini.
  • Memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai rumah sakit pendidikan serta mitra internasional.
  • Mendorong penelitian translasional dan inovasi di bidang urologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  • Mengedepankan keberlanjutan dalam tata kelola program studi, baik dari aspek akademik maupun pelayanan.

Sejalan dengan semangat kebersamaan, Rapat Kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi akademik dan klinis Prodi Urologi FK-KMK UGM. Forum ini diharapkan dapat melahirkan gagasan strategis yang mampu menjawab tantangan layanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian di era yang terus berkembang.Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, Prodi Urologi FK-KMK UGM optimis dapat berkontribusi nyata dalam pencapaian SDGs, meningkatkan mutu pendidikan kedokteran, serta mencetak dokter urologi yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat luas

Ujian Lokal Prodi Urologi FK-KMK UGM

Pada tanggal 3 Mei 2025, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan ujian lokal bagi para PPDS urologi FKKMK UGM. Ujian ini merupakan bagian penting dari proses evaluasi akademik dan klinis untuk memastikan bahwa calon spesialis urologi telah memenuhi standar kompetensi nasional dalam bidangnya. Bertempat di Gedung Fakultas Kedokteran UGM, kegiatan ini dihadiri oleh para penguji, staf pengajar, serta peserta ujian.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga refleksi dari proses pembinaan dokter spesialis yang berkualitas, etis, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui evaluasi yang komprehensif, para residen diuji baik dari sisi pengetahuan teoritis, keterampilan klinis, hingga kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam situasi medis kompleks. Proses ini selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pendidikan tinggi yang inklusif dan bermutu sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Lebih dari itu, penyelenggaraan ujian ini turut mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena menghasilkan tenaga medis yang kompeten dalam memberikan layanan kesehatan urologi yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan meningkatnya tantangan dalam bidang kesehatan, terutama penyakit-penyakit urologi yang kompleks dan meningkatnya usia harapan hidup, peran dokter urologi menjadi semakin vital.

Sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran terkemuka di Indonesia, FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk mencetak tenaga kesehatan unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Ujian lokal seperti ini menjadi bukti nyata dari upaya tersebut, sekaligus memperkuat reputasi akademik UGM sebagai pelopor dalam mencetak dokter spesialis yang tidak hanya cakap, tetapi juga humanis dan berdedikasi.

Dari Yogyakarta ke Las Vegas: Kiprah Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) di Panggung Urologi Dunia

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Salah satu staf pengajar, Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K), mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara dalam forum ilmiah bergengsi American Urological Association (AUA) Annual Meeting 2025 yang diselenggarakan di Las Vegas pada 26–29 April 2025.

Keterlibatan beliau sebagai narasumber tidak hanya menunjukkan kualitas akademik dan profesionalisme, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia, khususnya UGM, dalam percaturan global Ilmu Urologi. Forum ini diikuti oleh ribuan ahli urologi dari berbagai belahan dunia, sehingga kehadiran Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Partisipasi ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dalam aspek SDG 3 (Good Health and Well-being), keikutsertaan UGM dalam forum internasional berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang urologi, melalui pertukaran ilmu pengetahuan mutakhir yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pasien.

Dari sisi SDG 4 (Quality Education), kesempatan ini menjadi sarana transfer ilmu global ke tingkat lokal. Pengetahuan yang diperoleh dari forum internasional akan dibawa kembali untuk memperkuat kurikulum, riset, dan pembelajaran di Program Studi Urologi UGM. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menghasilkan dokter spesialis urologi yang unggul, berdaya saing internasional, dan memiliki kepedulian pada tantangan kesehatan masyarakat.

Lebih jauh lagi, kehadiran Dr. Prahara Yuri di AUA Annual Meeting juga merefleksikan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kolaborasi akademis lintas negara dan lintas institusi menjadi pondasi penting dalam membangun jejaring ilmiah global. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan lahir penelitian bersama, inovasi teknologi, serta penguatan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Urologi UGM, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda akademisi untuk terus berkiprah di tingkat dunia, membawa ilmu pengetahuan demi tercapainya kesehatan yang lebih baik dan pendidikan yang berkualitas bagi semua

Ukiran Prestasi di Ajang Ilmiah Bergengsi “18th Malang Continuing Urology Education”

Pada tanggal 26 April 2025, ajang ilmiah bergengsi 18th Malang Continuing Urology Education (MCUE) sukses digelar di Malang dengan diikuti oleh berbagai tenaga medis dari seluruh Indonesia. Salah satu momen membanggakan dalam acara ini adalah diraihnya juara kedua kategori Moderated Poster Presentation oleh dr. Prakosa Wicaksono. Melalui karya ilmiah yang inovatif dan penyampaian yang sistematis, dr. Wicak berhasil menarik perhatian dewan juri dan peserta lainnya. Ia menerima piagam penghargaan serta hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya di bidang urologi.

MCUE merupakan forum ilmiah tahunan yang bertujuan meningkatkan kapasitas profesional para tenaga kesehatan, khususnya dalam bidang urologi. Ajang ini menjadi wadah penting untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, serta praktik terbaik yang dapat diimplementasikan dalam pelayanan klinis sehari-hari. Keikutsertaan dan prestasi seperti yang diraih oleh dr. Prakosa mencerminkan komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan profesi kedokteran yang berkelanjutan.

Keberhasilan ini berkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDG) 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan semua orang di segala usia. Kontribusi ilmiah di bidang medis merupakan bagian penting dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis bukti. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4, yakni menjamin pendidikan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat. Melalui partisipasi dalam forum ilmiah, tenaga kesehatan terus mengembangkan diri dan memperbarui pengetahuannya agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu dan teknologi.

Prestasi dr. Prakosa Wicaksono menjadi contoh inspiratif bagi para tenaga kesehatan muda untuk terus berkarya dan berinovasi. Tidak hanya membawa nama baik pribadi dan institusi, pencapaian ini juga memperkuat fondasi pelayanan kesehatan di Indonesia menuju arah yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Pembicara dalam Acara “36th Thai Urological Association (TUA) & Federation of ASEAN Urological Association (FAUA) Meeting 2025″

Pada tanggal 5 April 2025, berlangsung acara bergengsi 36th Thai Urological Association (TUA) Annual Scientific Meeting yang diselenggarakan di bawah naungan kerajaan Thailand, bekerja sama dengan Federation of ASEAN Urological Association (FAUA). Mengusung tema “Urology Beyond Borders: Together Towards Tomorrow”, acara ini menjadi wadah penting bagi para pakar urologi dari seluruh ASEAN untuk berdiskusi, berbagi ilmu, dan memperkuat kolaborasi lintas negara dalam pengembangan ilmu urologi. Forum ini mencerminkan komitmen kawasan Asia Tenggara dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Salah satu pembicara yang turut memberikan kontribusi ilmiah dalam forum ini adalah Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K), seorang ahli urologi dari Indonesia yang juga mewakili Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Kehadiran beliau menandai peran aktif Indonesia dalam komunitas urologi regional, sekaligus menunjukkan kualitas keilmuan dan klinis yang dimiliki oleh para ahli dari tanah air. Materi yang disampaikan turut mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena berperan dalam transfer ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.

Acara ini tidak hanya diisi dengan presentasi ilmiah, tetapi juga menjadi ajang networking antara institusi pendidikan, rumah sakit, dan asosiasi urologi di kawasan Asia Tenggara. Diskusi-diskusi yang berlangsung mencakup isu-isu terkini dalam urologi, seperti teknologi bedah minimal invasif, pengelolaan kanker urogenital, dan pendekatan multidisiplin terhadap gangguan saluran kemih. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat sistem kesehatan dan layanan urologi yang inklusif dan berkelanjutan.Partisipasi aktif dalam ajang internasional semacam ini menjadi cerminan komitmen komunitas urologi Indonesia untuk terus berkembang dan terlibat dalam arus globalisasi ilmu kedokteran. Melalui forum seperti TUA & FAUA 2025, para ahli tidak hanya bertukar ilmu, tetapi juga bersama-sama merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan urologi di kawasan ASEAN dan dunia. Upaya ini sejalan dengan semangat SDG 3 dan 4, yang menekankan pentingnya kesehatan universal dan akses terhadap pendidikan medis yang unggul dan merata.