Pos oleh :

Admin

Raih Best Player pada Trofeo Mini Soccer Departemen Ilmu Bedah UGM 2026

Semangat sportivitas dan kebersamaan mewarnai penyelenggaraan Trofeo Mini Soccer Departemen Ilmu Bedah UGM 2026 yang berlangsung pada 8 Februari 2026 di Maguwoharjo Soccer Field, Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur di lingkungan Departemen Ilmu Bedah Universitas Gadjah Mada dalam sebuah pertandingan persahabatan yang tidak hanya menonjolkan kompetisi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kesehatan fisik di tengah aktivitas akademik dan klinis yang padat.

Pada ajang tersebut, dr. Friskiandi, peserta didik dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM, berhasil meraih penghargaan Best Player setelah menunjukkan performa yang konsisten, penuh energi, serta kontribusi signifikan bagi tim sepanjang pertandingan. Dengan mengenakan nomor punggung 22, dr. Friskiandi tampil impresif melalui permainan yang solid, koordinasi tim yang baik, serta kemampuan membaca situasi permainan secara cepat dan efektif.

Trofeo mini soccer ini menjadi momentum penting untuk membangun kebersamaan antar tenaga medis dan peserta didik di lingkungan Departemen Ilmu Bedah. Selain menjadi sarana kompetisi yang sehat, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang rekreasi aktif yang membantu menjaga keseimbangan antara aktivitas profesional dan kesehatan fisik.

Dalam dunia pendidikan kedokteran yang dikenal memiliki ritme kerja tinggi, kegiatan olahraga bersama memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan, serta memperkuat hubungan interpersonal antar kolega. Atmosfer pertandingan yang penuh semangat dan dukungan antar tim menciptakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mempererat rasa kebersamaan di lingkungan akademik.

Partisipasi Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas tenaga medis tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan klinis, tetapi juga pada pembentukan karakter, kebugaran fisik, serta semangat kolaborasi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas olahraga dan kebugaran fisik.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung lingkungan pendidikan yang holistik dengan keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi dan kebersamaan antar tenaga medis serta komunitas akademik.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, kesehatan, dan sportivitas terus tumbuh di lingkungan Departemen Ilmu Bedah UGM, sekaligus memperkuat budaya kerja yang sehat dan kolaboratif.

Raih Top Scorer pada Trofeo Mini Soccer Departemen Ilmu Bedah UGM 2026

Semangat kompetisi dan kebersamaan mewarnai penyelenggaraan Trofeo Mini Soccer Departemen Ilmu Bedah UGM 2026 yang berlangsung pada 8 Februari 2026 di Maguwoharjo Soccer Field, Yogyakarta. Kegiatan olahraga ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus kompetisi sehat bagi civitas akademika di lingkungan Departemen Ilmu Bedah Universitas Gadjah Mada. Selain mempererat hubungan antar tenaga medis dan peserta didik, kegiatan ini juga mendorong gaya hidup aktif di tengah kesibukan aktivitas akademik dan pelayanan klinis.

Pada turnamen tersebut, dr. Dimas Saksilaaji, peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM, berhasil meraih penghargaan Top Scorer setelah menunjukkan performa impresif sepanjang pertandingan. Melalui ketajaman penyelesaian akhir, kecepatan membaca peluang, serta kontribusi yang konsisten bagi tim, dr. Dimas mampu menjadi pencetak gol terbanyak dalam kompetisi mini soccer ini.

Trofeo mini soccer ini mempertemukan beberapa tim dari berbagai unit di Departemen Ilmu Bedah, menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Setiap pertandingan berlangsung dengan penuh semangat, dukungan antar tim, serta antusiasme dari para peserta yang hadir di lapangan.

Prestasi yang diraih dr. Dimas Saksilaaji menjadi salah satu sorotan dalam turnamen tersebut. Kemampuan bermain yang solid, kerja sama tim yang baik, serta determinasi tinggi di lapangan menunjukkan bahwa aktivitas olahraga dapat berjalan seiring dengan pengembangan profesional di bidang kedokteran. Keseimbangan antara aktivitas akademik, klinis, dan kebugaran fisik menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga performa optimal bagi tenaga medis.

Partisipasi Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga memiliki gaya hidup sehat dan semangat kolaboratif.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:mendorong gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik dan olahraga.
  • SDG 4 – Quality Education:menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung keseimbangan antara pembelajaran, kesehatan, dan pengembangan karakter.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi dan kebersamaan di lingkungan akademik dan profesional.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semangat kebersamaan, kesehatan, dan sportivitas terus berkembang di lingkungan Departemen Ilmu Bedah UGM, sekaligus memperkuat budaya kerja yang sehat dan kolaboratif.

Prestasi Akademik Urologi UGM pada Scientific Competition Uro-Oncology Update 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada. dr. Ryan Budi Gunawan berhasil meraih Juara Ketiga dalam Scientific Competition pada ajang The 17th Uro-Oncology Update yang diselenggarakan pada 6 Februari 2026 di Intercontinental Jakarta Pondok Indah. Kompetisi ilmiah ini merupakan salah satu forum akademik penting yang mempertemukan para klinisi dan akademisi untuk membahas perkembangan terbaru dalam bidang uro-onkologi, khususnya terkait diagnosis dan tata laksana kanker pada sistem urogenital.

Scientific Competition dalam kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mempresentasikan penelitian, laporan kasus, maupun inovasi klinis di bidang urologi onkologi. Melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat oleh para pakar di bidangnya, setiap peserta dituntut untuk menyajikan karya ilmiah yang tidak hanya kuat secara metodologi, tetapi juga memiliki relevansi klinis yang tinggi bagi praktik kedokteran modern.

Dalam kompetisi tersebut, dr. Ryan Budi Gunawan mempresentasikan karya ilmiah yang mendapatkan apresiasi dari dewan juri karena kualitas analisis, kejelasan penyampaian, serta kontribusinya terhadap pengembangan pengetahuan di bidang uro-onkologi. Keberhasilan ini menunjukkan kapasitas akademik yang kuat sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan dan pembinaan ilmiah di lingkungan Program Studi Urologi FK-KMK UGM.

Ajang Uro-Oncology Update sendiri dikenal sebagai salah satu forum ilmiah yang rutin mempertemukan para ahli urologi, onkologi, dan peneliti dari berbagai institusi untuk berbagi pengetahuan mengenai perkembangan terbaru dalam diagnosis, terapi, dan teknologi di bidang kanker urologi. Kegiatan ini menjadi kesempatan penting bagi para peserta untuk memperluas wawasan ilmiah, memperkuat jejaring profesional, serta memperkenalkan hasil penelitian kepada komunitas medis yang lebih luas.

Partisipasi dalam kompetisi ilmiah seperti ini juga mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pengembangan pengetahuan dan inovasi dalam penanganan kanker urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:mendorong penguatan pendidikan kedokteran melalui penelitian dan forum ilmiah.
  • SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure:mendukung inovasi di bidang kesehatan melalui pengembangan riset dan teknologi medis.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Program Studi Urologi FK-KMK UGM untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kontribusi Baru untuk Layanan Urologi: Enam Dokter Lulus dari Program Studi Urologi UGM Siap Mengabdi

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan pencapaian penting melalui kelulusan enam dokter spesialis urologi pada Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025–2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik para lulusan sekaligus menandai kontribusi baru bagi penguatan layanan kesehatan urologi di Indonesia.

Enam dokter yang resmi menyelesaikan pendidikan spesialis urologi tersebut adalah dr. Ryuu Damara Parisudha, Sp. Udr. Muhammad Sidiq, Sp. Udr. Ibnu Widya Argo, Sp. Udr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, Sp. Udr. Leonardo Grevi Tamara, Sp. U, dan dr. Made Kresna Yudhistira Wiratma, Sp. U. Setelah menempuh proses pendidikan yang komprehensif, meliputi pelatihan klinis, penguasaan keterampilan bedah, serta pengembangan keilmuan di bidang urologi, para lulusan kini siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas.

Kelulusan para dokter spesialis urologi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di berbagai daerah. Ketersediaan tenaga ahli di bidang urologi memiliki peran penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan reproduksi pria.

Momen wisuda juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, serta para tenaga pengajar yang selama ini berperan dalam membimbing dan membentuk kompetensi para lulusan. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga medis yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penambahan tenaga dokter spesialis urologi yang kompeten.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pendidikan tinggi berkualitas dalam bidang kedokteran spesialis.
  • SDG 10 – Reduced Inequalities:memperluas akses layanan kesehatan spesialis di berbagai wilayah melalui distribusi tenaga medis terlatih.

Dengan bertambahnya enam dokter spesialis urologi baru, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Prestasi Gemilang di Kancah Internasional: Best Poster Oral Presentation INUS Annual Congress 2026

Prestasi akademik kembali diraih oleh Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada. dr. M. Fahmi Rosyidi berhasil meraih penghargaan Best Poster pada kategori Oral Poster Presentation dalam ajang International Neuro-Urology Society (INUS) Annual Congress 2026 yang diselenggarakan pada 23 Januari 2026 di Royal Ambarrukmo, Yogyakarta. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kualitas karya ilmiah serta kemampuan presentasi yang ditampilkan dalam forum ilmiah berskala internasional tersebut.

INUS Annual Congress merupakan salah satu forum ilmiah yang mempertemukan para pakar, klinisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru di bidang neuro-urologi, khususnya terkait gangguan fungsi kandung kemih yang berhubungan dengan sistem saraf. Topik-topik yang dibahas dalam kongres ini mencakup pendekatan diagnostik, inovasi terapi, hingga penelitian terbaru mengenai gangguan berkemih yang disebabkan oleh kondisi neurologis.

Dalam kompetisi Oral Poster Presentation, peserta dituntut tidak hanya menampilkan poster ilmiah yang informatif, tetapi juga mempresentasikan hasil penelitian secara jelas dan sistematis di hadapan panel juri serta peserta kongres. Kriteria penilaian mencakup kualitas metodologi penelitian, relevansi klinis, inovasi ilmiah, serta kemampuan komunikasi ilmiah dalam menyampaikan temuan penelitian.

Karya ilmiah yang dipresentasikan oleh dr. M. Fahmi Rosyidi berhasil menarik perhatian dewan juri karena memberikan kontribusi penting dalam memahami aspek klinis pada bidang neuro-urologi. Melalui analisis yang komprehensif serta penyampaian yang sistematis, penelitian tersebut dinilai memiliki nilai ilmiah yang kuat sekaligus relevan untuk pengembangan praktik klinis di bidang urologi.

Prestasi ini mencerminkan komitmen Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam mendorong pengembangan budaya riset serta partisipasi aktif dalam forum ilmiah internasional. Keterlibatan dalam kegiatan akademik global tidak hanya memperluas jejaring profesional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi penelitian yang dapat memperkaya perkembangan ilmu kedokteran.

Selain menjadi pencapaian personal bagi dr. Fahmi, penghargaan ini juga menjadi kebanggaan bagi institusi serta menunjukkan kualitas pembinaan akademik di lingkungan Program Studi Urologi. Kegiatan ilmiah seperti INUS Annual Congress memberikan ruang bagi para tenaga medis untuk mempresentasikan hasil penelitian, berdiskusi dengan para ahli, serta mengikuti perkembangan ilmu yang terus berkembang secara dinamis.

Partisipasi dalam forum ilmiah internasional ini juga mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pengembangan penelitian dan inovasi di bidang neuro-urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:memperkuat pendidikan kedokteran melalui kegiatan penelitian dan forum ilmiah internasional.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperluas kolaborasi akademik dan profesional dalam komunitas medis global.

Melalui pencapaian ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan serta kontribusi aktif dalam kemajuan bidang urologi di tingkat nasional maupun internasional.

Peningkatan Kompetensi Klinis melalui AUSTr 2025: Advanced Urological Skills Training di RSUP Dr. Sardjito

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama KSM Urologi RSUP Dr. Sardjito menyelenggarakan kegiatan AUSTr 2025 (Advanced Urological Skills Training) pada 20 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Urologi Instalasi Rawat Jalan Lantai 5, RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, dan diikuti oleh peserta didik urologi serta tenaga medis yang terlibat dalam pengembangan pendidikan dan layanan urologi.

AUSTr 2025 merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan klinis dan teknis dalam bidang urologi, khususnya dalam penguasaan prosedur dan teknik yang menjadi bagian penting dalam praktik urologi modern. Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pendekatan diagnostik, teknik prosedural, serta perkembangan teknologi medis yang digunakan dalam penanganan berbagai kasus urologi.

Kegiatan pelatihan ini juga menjadi ruang pembelajaran yang interaktif, di mana peserta dapat berdiskusi langsung dengan para staf pengajar dan praktisi yang berpengalaman di bidang urologi. Diskusi tersebut mencakup berbagai topik penting, mulai dari pengambilan keputusan klinis, pendekatan berbasis bukti dalam penatalaksanaan penyakit urologi, hingga pengembangan keterampilan prosedural yang membutuhkan ketelitian dan ketepatan tinggi.

Selain sebagai sarana peningkatan keterampilan teknis, AUSTr 2025 juga berfungsi sebagai forum kolaboratif untuk memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan. Kegiatan ini mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan kedokteran, mulai dari staf pengajar, peserta didik, hingga tenaga medis di rumah sakit, sehingga tercipta lingkungan pembelajaran yang komprehensif dan berkelanjutan.

Penguatan keterampilan klinis melalui pelatihan seperti AUSTr menjadi salah satu komponen penting dalam memastikan bahwa tenaga medis yang terlibat dalam layanan urologi memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran. Dengan meningkatnya kompleksitas kasus serta kemajuan teknologi medis, kebutuhan akan pelatihan yang berkelanjutan menjadi semakin penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Program Studi Urologi FK-KMK UGM dalam menjaga standar pendidikan kedokteran spesialis yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan modern. Melalui program pelatihan yang terstruktur, diharapkan kompetensi klinis peserta dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan layanan kesehatan urologi.

Pelaksanaan AUSTr 2025 juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), di antaranya:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui peningkatan kompetensi tenaga medis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui pelatihan keterampilan klinis yang berkelanjutan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dalam pengembangan pendidikan dan layanan kesehatan.

Melalui kegiatan AUSTr 2025, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi klinis, inovasi, serta kolaborasi dalam bidang urologi.

Kenali Batu Ginjal Sejak Dini: Edukasi Kesehatan oleh Prodi Urologi UGM di Tegal Rejo

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada bersama Alumni Urologi Gadjah Mada (ALUR GAMA) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dengan tema “Kenali Sebelum Sakit: Edukasi Kolik Renal dan Deteksi Batu Ginjal”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 29 November 2025 di Puskesmas Pembantu Tompeyan, wilayah kerja Puskesmas Tegal Rejo, Yogyakarta.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit batu ginjal, khususnya terkait gejala awal, faktor risiko, serta pentingnya deteksi dan penanganan dini. Batu ginjal merupakan salah satu penyakit urologi yang cukup sering ditemukan dan dapat menimbulkan keluhan nyeri hebat atau kolik renal, yang sering kali terjadi secara mendadak dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, tim dari Program Studi Urologi memberikan penjelasan mengenai mekanisme terbentuknya batu ginjal, tanda dan gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Materi edukasi juga mencakup pentingnya menjaga asupan cairan yang cukup, pola makan yang sehat, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.

Selain sesi penyuluhan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis mengenai berbagai keluhan yang berkaitan dengan kesehatan saluran kemih. Interaksi ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi kesehatan yang akurat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal.

Keterlibatan alumni dalam kegiatan ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan para lulusan dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan edukasi kesehatan sekaligus memperkuat peran akademisi dan tenaga medis dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam pendidikan tinggi, selain pendidikan dan penelitian. Melalui kegiatan seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM berupaya menghadirkan ilmu kedokteran yang tidak hanya berkembang di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini penyakit batu ginjal.
  • SDG 4 – Quality Education:memberikan edukasi kesehatan berbasis ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga medis, dan alumni dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal serta mampu mengenali gejala awal penyakit batu ginjal sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Menyusun Arah Pengembangan: Rapat Kerja Program Studi Urologi FK-KMK UGM 2025

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Rapat Kerja Program Studi Urologi Tahun 2025 pada 22–23 November 2025 di Nava Hotel Tawangmangu, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur pengelola program studi untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah pengembangan pendidikan dan layanan urologi di masa mendatang.

Rapat kerja ini dihadiri oleh para staf pengajar, pengelola program studi dan beberapa peserta didik. Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai agenda strategis dibahas secara mendalam, mulai dari evaluasi proses pendidikan, penguatan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian, hingga pengembangan layanan klinis di bidang urologi.

Salah satu fokus utama dalam rapat kerja ini adalah evaluasi kurikulum pendidikan dokter spesialis urologi agar tetap selaras dengan perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi medis yang terus berkembang. Diskusi juga mencakup penguatan metode pembelajaran, peningkatan kompetensi klinis, serta integrasi pendekatan berbasis bukti (evidence-based medicine) dalam proses pendidikan.

Selain aspek pendidikan, rapat kerja juga menjadi forum untuk membahas strategi penguatan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang urologi. Peningkatan aktivitas riset diharapkan dapat mendorong kontribusi akademik yang lebih luas, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Melalui kolaborasi antar staf pengajar dan institusi mitra, program studi berupaya memperkuat budaya penelitian yang berdampak pada pengembangan ilmu dan praktik klinis.

Tidak kalah penting, rapat kerja ini juga membahas upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan urologi melalui optimalisasi peran rumah sakit pendidikan. Integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan menjadi pilar utama dalam menghasilkan tenaga medis yang kompeten sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Penyelenggaraan rapat kerja di luar lingkungan kampus juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi secara lebih intensif dan terbuka. Suasana yang kondusif memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan, refleksi bersama, serta penyusunan rencana kerja yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga selaras dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education:memperkuat sistem pendidikan kedokteran spesialis yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan ilmu.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:mendorong kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, dan berbagai mitra dalam pengembangan layanan kesehatan.

Melalui rapat kerja ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat peran institusi dalam pengembangan ilmu urologi di Indonesia.

Memperkuat Layanan Urologi Nasional: dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) Pimpin Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta resmi melantik dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi pada 24 November 2025. Penunjukan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan dan pengembangan layanan kesehatan di bidang urologi dan nefrologi di salah satu rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Sebagai institusi pelayanan kesehatan tersier sekaligus rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), RSUP Dr. Sardjito memiliki peran penting dalam pengembangan layanan medis spesialistik, pendidikan kedokteran, serta penelitian klinis. Dengan kepemimpinan baru di Departemen Uro-Nefrologi, diharapkan berbagai program strategis dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan inovasi di bidang urologi.

dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) dikenal sebagai salah satu dokter spesialis urologi konsultan yang memiliki pengalaman luas dalam praktik klinis maupun pengembangan pendidikan kedokteran. Selama ini, beliau aktif berkontribusi dalam penguatan layanan urologi, pengembangan kompetensi tenaga medis, serta peningkatan mutu pendidikan dalam Program Studi Urologi FK-KMK UGM.

Sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi, dr. Tanaya diharapkan dapat memimpin berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pasien, penguatan kolaborasi multidisiplin, serta pengembangan inovasi dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan ginjal. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas layanan klinis, penguatan sistem rujukan, serta pengembangan teknologi medis yang mendukung pelayanan kesehatan modern.

Selain berperan dalam pelayanan kesehatan, departemen ini juga memiliki fungsi penting dalam mendukung pendidikan dokter spesialis serta pengembangan penelitian klinis di bidang urologi dan nefrologi. Kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendorong kemajuan ilmu kedokteran.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian di RSUP Dr. Sardjito. Kepemimpinan yang kuat diharapkan dapat mendorong inovasi dan peningkatan mutu layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kepemimpinan dan pengembangan layanan spesialistik.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialis melalui rumah sakit pendidikan yang berkualitas.
  • SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure:mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi dan praktik klinis di bidang kesehatan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan tenaga medis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito dapat terus berkembang sebagai pusat layanan, pendidikan, dan penelitian yang unggul di bidang urologi dan nefrologi di Indonesia.

Partisipasi Peserta Didik Prodi Urologi Indonesia pada 34th Malaysian Urological Conference 2025: Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi di Tingkat Regional

 

Program pendidikan Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu dan jejaring internasional melalui partisipasi dalam 34th Malaysian Urological Conference (MUC) 2025 yang diselenggarakan pada 20–22 November 2025 di Pullman Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam kesempatan ini, dr. Sabillal Shaleh hadir sebagai delegasi dari Indonesia pada kegiatan Federation of ASEAN Urological Associations (FAUA) Trainees Symposium, sebuah forum ilmiah regional yang mempertemukan para peserta didik urologi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kehadiran delegasi dari Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas wawasan akademik serta memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan ASEAN. FAUA Trainees Symposium dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, serta diskusi ilmiah mengenai perkembangan terbaru di bidang urologi, termasuk teknik bedah minimal invasif, inovasi diagnostik, serta pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan penyakit urologi.

Partisipasi dalam konferensi internasional seperti Malaysian Urological Conference tidak hanya memberikan pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga memperluas jaringan profesional di tingkat regional. Interaksi langsung dengan pakar urologi dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memahami praktik terbaik (best practices) serta perkembangan teknologi terbaru yang dapat diadaptasi dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being: meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pertukaran ilmu dan peningkatan kompetensi klinis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education: memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui akses terhadap forum ilmiah internasional dan pembelajaran berbasis kolaborasi global.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals: memperluas kemitraan akademik dan profesional antar negara ASEAN dalam pengembangan ilmu urologi.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu urologi yang berdaya saing global, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.