
Bayangkan sebuah prosedur bedah urologi yang kompleks, namun pasien dapat pulang lebih cepat, kembali beraktivitas dengan lebih leluasa, dan biaya perawatan pun lebih efisien. Ini bukanlah gambaran masa depan, tetapi sebuah realitas yang berhasil diurai dalam Guest Lecture Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM yang telah sukses digelar pada beberapa waktu lalu
Menghadirkan pakar bedah urologi ternama, Prof. dr. Agus Rizal A.H Hamid, Sp.U(K)., FICRS, Ph.D dalam acara yang mengusung tema “Enhance Recovery After Surgery (ERAS) In High Risk Surgery: Surgeon Perspective” ini berhasil membuka wawasan baru bagi PPDS Urologi yang hadir secara daring dan luring. Kuliah tamu ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah laporan langsung dari lapangan tentang bagaimana pendekatan ERAS telah merevolusi cara kita memandang proses penyembuhan pasien.
Melalui studi kasus yang menarik, Prof. Agus Rizal mendemonstrasikan bagaimana protokol ERAS—yang mencakup konseling pra-operasi, optimasi nutrisi, manajemen nyeri dan mobilisasi dini—telah berhasil memangkas masa rawat inap pasien secara signifikan tanpa mengorbankan keselamatan. Salah satu poin kunci yang ditekankan adalah kolaborasi erat seluruh tim kesehatan, mulai dari ahli bedah, anestesiolog, perawat, hingga ahli gizi, untuk menciptakan ekosistem pemulihan yang terintegrasi.
Pencapaian ini selaras dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan. Dengan mengurangi komplikasi dan mempercepat pemulihan, ERAS secara langsung meningkatkan kualitas hidup pasien. Lebih dari itu, pendekatan ini juga secara cerdas menyentuh prinsip SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Efisiensi waktu perawatan berarti penghematan sumber daya rumah sakit—mulai dari tempat tidur, energi, hingga pemakaian alat medis sekali pakai—yang pada ujungnya menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan
Kuliah tamu ini akan menawarkan perspektif unik dari sisi ahli bedah, membongkar bagaimana para urolog menerapkan prinsip-prinsip ERAS dalam tindakan kompleks. Acara ini merupakan undangan terbuka bagi para akademisi, praktisi klinis, dan mahasiswa kedokteran untuk melihat masa depan bedah urologi: sebuah masa di dimana teknologi kedokteran berjalan beriringan dengan prinsip kemanusiaan dan keberlanjutan.