Arsip:

Berita

Memperkuat Layanan Urologi Nasional: dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) Pimpin Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito

RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta resmi melantik dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi pada 24 November 2025. Penunjukan ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kepemimpinan dan pengembangan layanan kesehatan di bidang urologi dan nefrologi di salah satu rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Sebagai institusi pelayanan kesehatan tersier sekaligus rumah sakit pendidikan utama bagi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), RSUP Dr. Sardjito memiliki peran penting dalam pengembangan layanan medis spesialistik, pendidikan kedokteran, serta penelitian klinis. Dengan kepemimpinan baru di Departemen Uro-Nefrologi, diharapkan berbagai program strategis dapat semakin memperkuat kualitas pelayanan kesehatan dan inovasi di bidang urologi.

dr. Tanaya Ghinorawa, Sp.U(K) dikenal sebagai salah satu dokter spesialis urologi konsultan yang memiliki pengalaman luas dalam praktik klinis maupun pengembangan pendidikan kedokteran. Selama ini, beliau aktif berkontribusi dalam penguatan layanan urologi, pengembangan kompetensi tenaga medis, serta peningkatan mutu pendidikan dalam Program Studi Urologi FK-KMK UGM.

Sebagai Kepala Departemen Uro-Nefrologi, dr. Tanaya diharapkan dapat memimpin berbagai inisiatif strategis yang berfokus pada peningkatan kualitas layanan pasien, penguatan kolaborasi multidisiplin, serta pengembangan inovasi dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan ginjal. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas layanan klinis, penguatan sistem rujukan, serta pengembangan teknologi medis yang mendukung pelayanan kesehatan modern.

Selain berperan dalam pelayanan kesehatan, departemen ini juga memiliki fungsi penting dalam mendukung pendidikan dokter spesialis serta pengembangan penelitian klinis di bidang urologi dan nefrologi. Kolaborasi antara rumah sakit pendidikan dan institusi akademik menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang berkualitas sekaligus mendorong kemajuan ilmu kedokteran.

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelayanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian di RSUP Dr. Sardjito. Kepemimpinan yang kuat diharapkan dapat mendorong inovasi dan peningkatan mutu layanan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penguatan kepemimpinan dan pengembangan layanan spesialistik.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialis melalui rumah sakit pendidikan yang berkualitas.
  • SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure:mendorong inovasi dalam pengembangan teknologi dan praktik klinis di bidang kesehatan.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan tenaga medis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.

Dengan kepemimpinan baru ini, diharapkan Departemen Uro-Nefrologi RSUP Dr. Sardjito dapat terus berkembang sebagai pusat layanan, pendidikan, dan penelitian yang unggul di bidang urologi dan nefrologi di Indonesia.

Partisipasi Peserta Didik Prodi Urologi Indonesia pada 34th Malaysian Urological Conference 2025: Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi di Tingkat Regional

 

Program pendidikan Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu dan jejaring internasional melalui partisipasi dalam 34th Malaysian Urological Conference (MUC) 2025 yang diselenggarakan pada 20–22 November 2025 di Pullman Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam kesempatan ini, dr. Sabillal Shaleh hadir sebagai delegasi dari Indonesia pada kegiatan Federation of ASEAN Urological Associations (FAUA) Trainees Symposium, sebuah forum ilmiah regional yang mempertemukan para peserta didik urologi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kehadiran delegasi dari Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas wawasan akademik serta memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan ASEAN. FAUA Trainees Symposium dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, serta diskusi ilmiah mengenai perkembangan terbaru di bidang urologi, termasuk teknik bedah minimal invasif, inovasi diagnostik, serta pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan penyakit urologi.

Partisipasi dalam konferensi internasional seperti Malaysian Urological Conference tidak hanya memberikan pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga memperluas jaringan profesional di tingkat regional. Interaksi langsung dengan pakar urologi dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memahami praktik terbaik (best practices) serta perkembangan teknologi terbaru yang dapat diadaptasi dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being: meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pertukaran ilmu dan peningkatan kompetensi klinis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education: memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui akses terhadap forum ilmiah internasional dan pembelajaran berbasis kolaborasi global.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals: memperluas kemitraan akademik dan profesional antar negara ASEAN dalam pengembangan ilmu urologi.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu urologi yang berdaya saing global, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Mengoptimalkan Hasil, Memanusiakan Proses: ERAS dalam Bedah Urologi

 

Bayangkan sebuah prosedur bedah urologi yang kompleks, namun pasien dapat pulang lebih cepat, kembali beraktivitas dengan lebih leluasa, dan biaya perawatan pun lebih efisien. Ini bukanlah gambaran masa depan, tetapi sebuah realitas yang berhasil diurai dalam Guest Lecture Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM yang telah sukses digelar pada beberapa waktu lalu

Menghadirkan pakar bedah urologi ternama, Prof. dr. Agus Rizal A.H Hamid, Sp.U(K)., FICRS, Ph.D dalam acara yang mengusung tema “Enhance Recovery After Surgery (ERAS) In High Risk Surgery: Surgeon Perspective” ini berhasil membuka wawasan baru bagi PPDS Urologi yang hadir secara daring dan luring. Kuliah tamu ini bukan sekadar teori, melainkan sebuah laporan langsung dari lapangan tentang bagaimana pendekatan ERAS telah merevolusi cara kita memandang proses penyembuhan pasien.

Melalui studi kasus yang menarik, Prof. Agus Rizal mendemonstrasikan bagaimana protokol ERAS—yang mencakup konseling pra-operasi, optimasi nutrisi, manajemen nyeri dan mobilisasi dini—telah berhasil memangkas masa rawat inap pasien secara signifikan tanpa mengorbankan keselamatan. Salah satu poin kunci yang ditekankan adalah kolaborasi erat seluruh tim kesehatan, mulai dari ahli bedah, anestesiolog, perawat, hingga ahli gizi, untuk menciptakan ekosistem pemulihan yang terintegrasi.

Pencapaian ini selaras dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Kesejahteraan. Dengan mengurangi komplikasi dan mempercepat pemulihan, ERAS secara langsung meningkatkan kualitas hidup pasien. Lebih dari itu, pendekatan ini juga secara cerdas menyentuh prinsip SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Efisiensi waktu perawatan berarti penghematan sumber daya rumah sakit—mulai dari tempat tidur, energi, hingga pemakaian alat medis sekali pakai—yang pada ujungnya menciptakan sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan

Kuliah tamu ini akan menawarkan perspektif unik dari sisi ahli bedah, membongkar bagaimana para urolog menerapkan prinsip-prinsip ERAS dalam tindakan kompleks. Acara ini merupakan undangan terbuka bagi para akademisi, praktisi klinis, dan mahasiswa kedokteran untuk melihat masa depan bedah urologi: sebuah masa di dimana teknologi kedokteran berjalan beriringan dengan prinsip kemanusiaan dan keberlanjutan.

Membedah Masa Depan: Ketika Sayatan Kecil Menjawab Tantangan Global Kesehatan

 

Laparoskopi, atau yang sering dikenal sebagai operasi ‘bedah lubang kunci’, merevolusi prosedur urologi. Berbeda dengan operasi konvensional yang membutuhkan sayatan besar, laparoskopi hanya memerlukan beberapa sayatan minimal. Teknik ini membawa dampak luas yang selaras dengan prinsip SDGs: pemulihan pasien yang lebih cepat, rasa nyeri pasca-operasi yang berkurang, risiko infeksi yang lebih rendah, dan masa rawat inap yang lebih singkat. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu pasien, tetapi juga mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan—sebuah langkah maju menuju cakupan kesehatan semesta.

Workshop ini diperkaya dengan kehadiran dua pembicara kompeten. Sebagai instruktur, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) berbagi ilmu dan pengalaman klinisnya yang mendalam. Beliau memandu para peserta melalui teknik-teknik kompleks dalam laparoskopi urologi, mulai dari dasar-dasar instrumentasi hingga tips mengatasi tantangan selama operasi. Sementara itu, dr. Rio Rakhmadi, Sp.U hadir sebagai peserta yang aktif, merepresentasikan semangat belajar sepanjang hayat yang esensial bagi seorang dokter spesialis.

Kegiatan ini diisi dengan sesi teori yang komprehensif, dilanjutkan dengan sesi hands-on di mana peserta dapat mempraktikkan langsung keterampilan mereka menggunakan simulator dan alat laparoskopi. Simulasi ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi operasi sesungguhnya, sehingga peserta dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi teknis mereka sebelum menerapkannya pada pasien.

Dengan diselenggarakannya workshop semacam ini, Prodi Urolgi tidak hanya mencetak tenaga medis yang terampil, tetapi juga pelopor inovasi di bidang kesehatan. Kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan dan pelatihan berkelanjutan adalah fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, adil, dan berkualitas untuk semua—sebuah warisan yang akan dirasakan oleh generasi sekarang dan mendatang

Kembali Berkarya dengan Gelar Baru: Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) Resmi Menyandang Gelar Doktor

 

Keluarga besar Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran dan Kesehatan FK-KMK UGM dengan bangga mengucapkan selamat atas kelulusan Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K). Proses panjang menuntaskan pendidikan doktoral ini adalah sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Dalam perjalanan akademisnya, Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) telah menyelesaikan tahap penelitian dan pengembangan ilmu yang mendalam. Keberhasilannya ini tidak hanya menjadi milik pribadi, tetapi juga menambah khazanah keilmuan dan sumber daya kesehatan di Indonesia.

Kontribusi nyata yang diharapkan dari para lulusan doktor seperti Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K) memiliki resonansi yang kuat dengan beberapa target SDGs. Mulai dari pengurangan angka kematian akibat penyakit tidak menular (Target 3.4), penguatan penelitian dan pengembangan vaksin dan obat-obatan (Target 3.b), hingga peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang berkualitas melalui pendidikan yang bermutu (Target 3.c dan 4.4).

Keberhasilan ini adalah sebuah inspirasi. Ia mengingatkan kita bahwa setiap gelar akademis, terutama di level doktor, membawa amanah besar. Ia adalah alat, bukan tujuan akhir. Alat untuk mendiagnosis masalah kesehatan masyarakat dengan lebih akurat, alat untuk merancang terapi dan kebijakan yang lebih efektif, dan yang terpenting, alat untuk memastikan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan benar-benar dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Selamat dan sukses, Dr. dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K). Selamat mengabdi. Semoga setiap langkah ke depan Anda menjadi jembatan antara laboratorium penelitian dan tempat tidur pasien, membawa pencerahan dan kesembuhan bagi bangsa Indonesia dan dunia.

Riset Hebat, Semangat Kuat: Langkah Mantap PPDS Urologi UGM di Ajang Ilmiah Urologi

Semangat penelitian dan inovasi kembali mengharumkan nama Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Dalam ajang 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang digelar di Medan pada 27 September 2025, dr. Aldy Ridho Pangestu, residen Urologi UGM, berhasil meraih “1st Winner Scientific Competition Moderated E-Poster: Systematical Review”.

Kemenangan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan cerminan kuatnya tradisi akademik dan komitmen terhadap penelitian berbasis bukti di lingkungan pendidikan dokter spesialis UGM. Melalui systematic review yang disusunnya, dr. Aldy menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah yang berfokus pada efektivitas terapi dan pengelolaan penyakit urologi secara berkelanjutan — sejalan dengan tujuan SDG 3 (Good Health and Well-being) untuk memastikan kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia.

Selain itu, pencapaian ini juga menggambarkan implementasi nyata SDG 4 (Quality Education), yaitu peningkatan mutu pendidikan melalui riset yang inovatif dan kolaboratif. Kompetisi ilmiah seperti ASMIUA tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga ruang bagi para calon spesialis untuk berjejaring, bertukar pengetahuan, dan memperkuat landasan penelitian berbasis bukti di bidang urologi.

Dengan semangat muda dan integritas ilmiah yang tinggi, dr. Aldy Ridho menunjukkan bahwa inovasi di bidang kedokteran tidak selalu dimulai dari laboratorium besar — melainkan dari tekad dan konsistensi dalam mencari kebenaran ilmiah. Urologi UGM bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pengembangan kesehatan berkelanjutan dan pendidikan medis unggul di Indonesia.

Muda, Visioner, dan Berdampak: Langkah Kecil Menuju Dampak Besar dalam Kesehatan Urologi Indonesia

 

Komitmen terhadap kesehatan yang lebih baik dan pendidikan kedokteran yang berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh salah satu putra terbaik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Pada ajang 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang berlangsung di Medan, 27 September 2025, Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) menerima penghargaan bergengsi Young Urologist Award sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam pengembangan ilmu urologi di Indonesia.

Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan atas prestasi individu, melainkan simbol dari semangat kolaborasi, riset, dan inovasi yang terus digelorakan oleh civitas akademika UGM. Melalui berbagai penelitian dan kegiatan ilmiah, Dr. Prahara berperan aktif dalam menghadirkan solusi untuk tantangan kesehatan urologi di Indonesia, sejalan dengan misi Sustainable Development Goals (SDG) 3: Good Health and Well-being. Upaya ini juga merefleksikan SDG 4 tentang Quality Education, di mana proses pembelajaran dan penelitian menjadi fondasi utama untuk menghasilkan dokter yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berdaya saing global.

Ajang ASMIUA menjadi wadah penting bagi para ahli urologi untuk berbagi ilmu, memperkuat jejaring, dan memperbarui wawasan terhadap perkembangan terkini di bidang urologi. Keikutsertaan aktif dari UGM dalam kegiatan ilmiah nasional ini memperkuat posisi program studi Urologi FK-KMK UGM sebagai pusat keunggulan akademik yang konsisten mendorong kemajuan ilmu kedokteran berbasis bukti.

Melalui prestasi ini, diharapkan semakin banyak generasi muda kedokteran yang terinspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi, bukan hanya demi kemajuan profesi, tetapi juga untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya. Seperti pesan yang terpatri dari penghargaan ini — inovasi kecil hari ini bisa menjadi langkah besar bagi masa depan kesehatan Indonesia.

Ketika Ilmu dan Bukti Berpadu: Urologi UGM Toreh Prestasi di ASMUIA 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM. Salah satu peserta didiknya, dr. Toni Febriyanto, berhasil meraih Juara 1 Scientific Competition Podium Presentation: Systematic Review dalam ajang bergengsi 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Medan pada 27 September 2025.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti keunggulan akademik individu, tetapi juga mencerminkan komitmen institusi dalam mendukung penelitian berbasis bukti (evidence-based medicine) — sebuah landasan penting menuju layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui penelitian sistematik, dr. Toni menyajikan sintesis ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan praktik klinis urologi di Indonesia, sekaligus memperkuat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being).

Di sisi lain, capaian ini menegaskan peran UGM sebagai universitas riset unggulan yang terus mendorong budaya ilmiah di kalangan peserta didik. Kompetisi ilmiah nasional seperti ASMUIA menjadi wadah penting bagi calon spesialis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, literasi ilmiah, dan komunikasi akademik — nilai-nilai yang sejalan dengan SDG 4 (Quality Education).

Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk mencetak tenaga medis yang tidak hanya unggul dalam keterampilan klinis, tetapi juga visioner dalam penelitian dan inovasi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.

Selamat kepada dr. Toni Febriyanto atas pencapaiannya. Semoga prestasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menembus batas ilmu demi kesehatan yang lebih baik untuk semua.

 

Menelusuri Bukti, Membangun Kesehatan: Kiprah PPDS Urologi UGM di Ajang Ilmiah Nasional

Upaya mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik berawal dari penelitian yang berbasis bukti ilmiah yang kuat. Prinsip inilah yang mengantarkan dr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), meraih prestasi gemilang sebagai “2nd Winner Scientific Competition Podium Presentation: Meta-Analysis”dalam 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang diselenggarakan di Medan pada 27 September 2025.

Kompetisi ilmiah bergengsi ini menjadi wadah bagi para urolog muda dari seluruh Indonesia untuk mempresentasikan hasil penelitian terbaiknya, dengan tujuan memperkuat dasar ilmiah praktik kedokteran urologi di tanah air. Melalui presentasi meta-analisisnya, dr. Halim tidak hanya menunjukkan ketajaman analisis dan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu berbasis bukti (evidence-based medicine).

Kemenangan ini sejalan dengan komitmen Program Studi Urologi FK-KMK UGM untuk mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu layanan kesehatan berbasis penelitian, serta SDG 4 (Quality Education) dengan mendorong budaya akademik unggul dan inovatif. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dokter spesialis tidak berhenti pada aspek klinis semata, tetapi juga menekankan pentingnya penelitian yang berdampak bagi masyarakat luas.

Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh residen Urologi UGM untuk terus berkarya, meneliti, dan berbagi ilmu di ranah nasional maupun internasional. Dengan semangat kolaborasi dan integritas akademik, Program Studi Urologi FK-KMK UGM berkomitmen melahirkan dokter spesialis urologi yang unggul, beretika, dan berkontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih dari Sekadar Gol: Semangat Sehat dan Solidaritas UROGAMA FC di Arena Nasional

Di balik sorak kemenangan dan peluh yang menetes di lapangan futsal, tersimpan semangat kebersamaan yang menjadi cermin nilai-nilai penting dalam dunia kedokteran. Tim UROGAMA FC, perwakilan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, berhasil meraih Juara 2 dalam Futsal Competition pada ajang 48th ASMUIA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) di Medan, 27 September 2025.

Namun capaian ini bukan sekadar prestasi olahraga. Lebih dari itu, ia menjadi simbol komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3: Good Health and Well-being, yaitu peningkatan kesehatan dan kesejahteraan untuk semua. Melalui olahraga, para peserta tidak hanya menjaga kebugaran fisik di tengah padatnya kegiatan akademik dan klinik, tetapi juga memperkuat aspek mental, sportivitas, dan solidaritas antarsesama tenaga medis dari berbagai institusi di Indonesia.

Dalam kompetisi yang diikuti oleh tim-tim dokter spesialis urologi dari berbagai daerah, UROGAMA FC menunjukkan performa tangguh dan kekompakan yang luar biasa. Mereka tampil dengan strategi matang, kerja sama yang solid, dan semangat pantang menyerah hingga akhirnya mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini mempererat jejaring profesional antarresiden dan konsultan, membangun kerja sama lintas institusi, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam satu komunitas ilmiah yang memiliki visi sama: meningkatkan kualitas kesehatan urologi di Indonesia.

Dengan semangat yang dibawa dari lapangan futsal, UROGAMA FC membuktikan bahwa keseimbangan antara profesionalisme, kebugaran, dan kebersamaan adalah fondasi penting bagi tenaga kesehatan masa depan. Karena di balik setiap langkah cepat dan umpan akurat, tersimpan pesan kuat — bahwa menjaga kesehatan dan kebersamaan adalah bentuk kontribusi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.