Arsip:

SDG 4: Quality Education

Menembus Panggung Asia: Langkah Besar PPDS Urologi UGM di UAA Congress 2025

Partisipasi generasi muda dokter spesialis menjadi salah satu kunci dalam memastikan keberlanjutan kualitas pelayanan kesehatan di masa depan. Kabar membanggakan datang dari Departemen Urologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM: dr. Narpati Wesa Pikatan terpilih sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam 9th Asian Urological Residents’ Course (AURC) pada Urological Association of Asia (UAA) Congress 2025 di Taipei, Taiwan.

Keterlibatan residen Urologi UGM dalam kegiatan ini sejalan dengan pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di bidang urologi. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan menyediakan akses pembelajaran global yang berkualitas dan berbasis kolaborasi internasional. Tidak hanya berfokus pada pengembangan individu, partisipasi ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals), dengan memperkuat jejaring akademik lintas negara untuk mendorong sistem kesehatan yang lebih berkelanjutan..

Partisipasi kongres berskala internasional ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. AURC dirancang sebagai ajang pelatihan intensif bagi residen urologi se-Asia, dengan menghadirkan kurikulum komprehensif, diskusi kasus, serta update teknologi dan inovasi terbaru di bidang urologi. Kehadiran perwakilan dari UGM membuktikan kualitas pendidikan spesialis urologi Indonesia telah diakui dan diperhitungkan di kancah internasional.

Lebih jauh, momentum ini juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam membangun sistem kesehatan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi lintas negara, residen UGM berperan sebagai agen perubahan yang mendukung pencapaian SDGs di bidang kesehatan.

Harapannya, langkah awal ini akan membuka jalan bagi lebih banyak residen urologi Indonesia untuk berkiprah secara global, membawa semangat kolaborasi, serta memberikan dampak nyata bagi kualitas pelayanan urologi di tanah air.

Kontribusi Akademik Residen Urologi UGM dalam Pengembangan Ilmu Urologi

Komitmen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM untuk terus melahirkan inovasi kembali terwujud melalui pencapaian membanggakan di ajang The 8th Jogja Urology Forum 2025. Pada forum ilmiah yang digelar di Yogyakarta, 8–9 Agustus 2025, salah satu peserta didik, dr. Aldy Ridho Pangestu, berhasil meraih penghargaan “Honorable Mention Winner Scientific”.

Penghargaan ini bukan hanya sekadar apresiasi atas karya ilmiah, melainkan juga bentuk nyata kontribusi UGM dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin Good Health and Well-being (SDG 3) dan Quality Education (SDG 4). Melalui penelitian yang inovatif dan presentasi ilmiah yang inspiratif, prestasi ini menjadi cerminan dari dedikasi PPDS Urologi UGM dalam menghasilkan dokter spesialis urologi yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga aktif memberikan sumbangsih pada kemajuan ilmu pengetahuan.

The Jogja Urology Forum sendiri merupakan wadah penting bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi urologi dari berbagai institusi untuk berbagi hasil riset mutakhir, bertukar pengalaman, serta memperkuat kolaborasi. Partisipasi aktif mahasiswa PPDS dalam forum ini sekaligus menunjukkan kesiapan generasi muda urologi Indonesia untuk bersaing di kancah global, sejalan dengan semangat partnership for the goals (SDG 17).

Pencapaian dr. Aldy Ridho Pangestu menegaskan bahwa langkah kecil dari individu mampu memberikan dampak besar pada pengembangan ilmu, pelayanan kesehatan, hingga pembangunan berkelanjutan. Prodi Urologi UGM bangga atas pencapaian ini, sekaligus menjadikannya motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berkarya, menorehkan prestasi, dan memberi manfaat bagi masyarakat luas. Dengan semangat inovasi, kolaborasi, dan pengabdian, Prodi Urologi UGM akan terus mendorong tercapainya tujuan besar: menghadirkan layanan kesehatan urologi yang unggul, merata, dan berkelanjutan untuk Indonesia dan dunia.

Dari Toga ke Bakti: Lulusan Baru Urologi Siap Mengabdi

Universitas Gadjah Mada kembali melahirkan generasi baru dokter spesialis urologi melalui Wisuda Program Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 yang diselenggarakan pada 23 Juli 2025. Suasana penuh kebanggaan terpancar dari para wisudawan, keluarga, serta sivitas akademika saat lima dokter resmi menyandang gelar Spesialis Urologi (Sp.U).

Para lulusan tersebut adalah dr. Zico Yusuf Alfarizi, Sp.U; dr. Ferdy Bangun Kangsaputra, Sp.U; dr. Frincia Bunga Rante Allo, Sp.U; dr. Gede Andi Aditya, Sp.U; dan dr. I Made Nugraha Gunamanta Sabudi, Sp.U. Kehadiran mereka menambah jajaran tenaga ahli urologi di Indonesia, sebuah bidang yang berperan penting dalam menangani kesehatan saluran kemih dan sistem reproduksi pria, serta berbagai tantangan medis yang semakin kompleks.

Bekal ilmu, keterampilan, dan pengalaman klinis yang diperoleh selama pendidikan di Prodi Urologi FK-KMK UGMdiharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai daerah, termasuk wilayah yang masih membutuhkan pemerataan layanan kesehatan. Hal ini selaras dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui hadirnya tenaga kesehatan baru yang siap meningkatkan kualitas layanan urologi di Indonesia. Selain itu, proses pendidikan berkualitas yang ditempuh para lulusan mendukung SDG 4 (Quality Education), sementara keberagaman asal daerah lulusan memperkuat upaya SDG 10 (Reduced Inequalities) dalam pemerataan layanan kesehatan.Momen wisuda ini menjadi pengingat bahwa perjalanan ilmu kedokteran tidak berhenti pada gelar, melainkan terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat dan tantangan global. Dengan semangat baru, para spesialis urologi ini siap melangkah, membawa nama baik almamater, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan bangsa.

Sambut Generasi Penerus: Sebelas Residen Baru Urologi UGM Wujudkan Regenerasi dan Semangat Baru untuk Indonesia

Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM kembali menorehkan babak baru dalam sejarah regenerasi ahli bedah urologi Indonesia. Sebanyak sebelas calon dokter spesialis resmi memulai perjalanan akademik dan profesional mereka sebagai PPDS Urologi periode Juli 2025. Kehadiran mereka, yang berasal dari berbagai penjuru tanah air—mulai dari Sumatera hingga Indonesia Timur—tidak hanya menyuntikkan semangat baru, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata UGM dalam mendukung pemerataan tenaga kesehatan spesialis di seluruh Indonesia.

Kegiatan perkenalan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dihadiri oleh seluruh jajaran konsulen, staf pengajar, serta PPDS senior. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Urologi FK-KMK UGM menekankan bahwa momen ini adalah fondasi penting untuk membangun karakter seorang urolog yang unggul.

Suasana akrab terlihat jelas ketika para residen senior berbagi pengalaman dan tips kepada junior mereka. Interaksi ini tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan, tetapi juga membangun sistem pendukung (support system) yang kuat di dalam program studi. Para konsulen juga hadir memberikan motivasi, menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan dunia residensi yang padat dan kompleks.

Penerimaan residen baru ini memiliki dampak strategis yang selaras dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Langkah ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pendidikan spesialis yang bermutu dan inklusif. Selain itu, dengan merekrut calon dokter dari berbagai daerah, program ini turut mendorong SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mempersiapkan tenaga ahli yang diharapkan dapat kembali melayani di daerah asalnya, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan urologi yang berkualitas. Pada akhirnya, upaya ini berujung pada kontribusi nyata untuk SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan urologi nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan regenerasi yang kental, Prodi Urologi FK-KMK UGM terus bergerak maju untuk mencetak dokter spesialis urologi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi dan siap menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Deteksi Dini untuk Hidup Lebih Pasti Bersama Urologi

Kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh pengobatan, tetapi juga oleh pencegahan dan deteksi dini penyakit. Dalam semangat inilah, Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Penyuluhan Mengenal Kencing Berdarah dan Skrining USG Keganasan Urologi” pada 12 Juli 2025 di Aula Kelurahan Wirokerten, Banguntapan, Bantul.

Kencing berdarah (hematuria) sering kali dianggap sepele, padahal dapat menjadi tanda awal adanya penyakit serius, termasuk kanker saluran kemih. Sayangnya, banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya memeriksakan diri ketika mengalami gejala ini. Melalui kegiatan penyuluhan ini, tim Urologi UGM memberikan edukasi yang mudah dipahami tentang penyebab, faktor risiko, serta langkah tepat yang perlu diambil bila gejala tersebut muncul.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penyuluhan dan skrining urologi untuk meningkatkan kesehatan dan deteksi dini kanker. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan edukasi kesehatan bagi warga dan pembelajaran lapangan bagi residen, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menghadirkan layanan kesehatan spesialis di tingkat kelurahan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat kolaborasi antara akademisi, alumni, tenaga medis, dan pemerintah lokal.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan juga tanggung jawab bersama. Dengan mengenali gejala sejak dini, melakukan skrining, serta mendapatkan informasi yang benar, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menjalani hidup yang sehat, produktif, dan berkualitas.

Generasi Urolog Indonesia Selanjutnya: Tonggak Baru untuk Kesehatan Bangsa

Suasana penuh kebanggaan dan kehangatan menyelimuti Program Studi Sp-1 Urologi FK-KMK UGM/RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Para residen Urologi tingkat akhir berhasil menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan akademiknya, yaitu penyelesaian karya akhir. Perlu digarisbawahi bahwa acara ini bukanlah wisuda atau kelulusan, melainkan sebuah perayaan atas keberhasilan para peserta program studi dalam melewati fase penting yang menjadi tonggak menuju profesionalisme sebagai calon spesialis urologi.

Dalam foto di atas, tergambar suasana penuh kebanggaan dan kebersamaan. PPDS berdiri sejajar bersama para pembimbing dan penguji, memperlihatkan senyum optimis yang memancarkan semangat pengabdian. Mereka adalah dr. Ibnu Widya Argo, dr. Leonardo Grevi Tamara, dr. Made Kresna Yudhistira Wiratma, dr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, dr. Muhammad Sidiq, dan dr. Ryuu Damara Parisudha, yang kelak akan menambah daftar panjang dokter spesialis urologi lulusan UGM.

Kegiatan ini memiliki makna lebih luas jika dikaitkan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui karya akhir yang berbasis penelitian klinis maupun akademis, para residen turut berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-being) dengan menghasilkan bukti ilmiah yang relevan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang urologi. Dari sisi pendidikan, pencapaian ini selaras dengan SDG 4 (Quality Education), karena menunjukkan upaya peningkatan mutu pendidikan kedokteran spesialis yang berfokus pada riset. Tidak kalah penting, keberhasilan ini juga lahir dari sinergi antara dosen pembimbing, sejawat, dan institusi—sebuah wujud nyata dari SDG 17 (Partnership for the Goals).

Penyelesaian karya akhir ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah strategis menuju kontribusi yang lebih besar bagi ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan semangat penelitian dan kolaborasi, para residen Urologi diharapkan mampu membawa dampak nyata dalam memajukan bidang urologi, baik di tingkat nasional maupun global.

Belajar, Berdiskusi, Berkolaborasi: Dari Striktur hingga Evaluasi Urethroplasty

Program Studi Urologi FK-KMK UGM melalui penyelenggaraan Urology Reconstructive Day bukan sekadar agenda akademik, melainkan ruang inspiratif yang mempertemukan tenaga kesehatan untuk membahas, belajar, dan berkolaborasi dalam bidang rekonstruksi urologi—sebuah bidang yang sering kali menjadi “jembatan” bagi pasien untuk kembali mendapatkan kualitas hidup terbaiknya.

Rekonstruksi urologi bukan hanya berbicara tentang teknik bedah. Ia berkaitan erat dengan bagaimana seorang pasien dapat kembali buang air kecil dengan normal, menjalani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan, hingga memulihkan rasa percaya diri. Dengan demikian, kegiatan ini sejalan dengan SDG 3: Good Health and Well-being, yang menekankan pentingnya kesehatan menyeluruh dan kesejahteraan pasien.

Namun, tak berhenti di situ. Urology Reconstructive Day juga menjadi wujud nyata dari SDG 4: Quality Education. Melalui paparan ilmiah, diskusi kasus, dan berbagi pengalaman, para residen dan staf pengajar memperkuat kompetensi agar dapat menghadirkan pelayanan yang lebih bermutu di masa depan. Pendidikan kedokteran yang berkesinambungan ini akan melahirkan dokter-dokter urolog yang bukan hanya terampil, tetapi juga peka terhadap kebutuhan pasien.

Keberhasilan acara ini juga tak lepas dari semangat SDG 17: Partnership for the Goals. Sinergi antara akademisi, rumah sakit pendidikan, dan jejaring tenaga kesehatan lain menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadirkan layanan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar forum, Urology Reconstructive Day adalah perayaan pengetahuan, dedikasi, dan harapan. Dari ruang diskusi di kampus, ilmu ini akan mengalir menuju ruang praktik, menjangkau pasien yang menantikan perubahan nyata dalam hidup mereka. Inilah bukti bahwa ilmu kedokteran, jika dibagikan dengan tulus, mampu membawa dampak jauh melampaui batas dinding kelas—menyentuh kehidupan, satu pasien pada satu waktu.

Merajut Sinergi, Menyongsong Inovasi: Rapat Kerja Prodi Urologi FK-KMK UGM 2025

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Rapat Kerja (Raker) tahunan pada tanggal 25 Mei 2025 di Hyatt Regency Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh seluruh staf pengajar, residen, serta tenaga kependidikan, dengan semangat kebersamaan untuk memperkuat arah pengembangan program studi di masa depan.

Kegiatan rapat kerja bukan sekadar forum evaluasi, tetapi juga ruang strategis untuk merancang inovasi dan meneguhkan komitmen terhadap visi Prodi Urologi sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pelayanan unggulan di tingkat nasional maupun global. Diskusi intensif yang berlangsung meliputi aspek kurikulum, pengembangan sumber daya manusia, kolaborasi penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG ke-3 (Good Health and Well-being), SDG ke-4 (Quality Education), dan SDG ke-17 (Partnerships for the Goals), Raker ini menegaskan komitmen Prodi Urologi FK-KMK UGM untuk:

  • Meningkatkan mutu layanan kesehatan melalui pendidikan dokter spesialis urologi yang berbasis bukti dan teknologi terkini.
  • Memperkuat jejaring kolaborasi dengan berbagai rumah sakit pendidikan serta mitra internasional.
  • Mendorong penelitian translasional dan inovasi di bidang urologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  • Mengedepankan keberlanjutan dalam tata kelola program studi, baik dari aspek akademik maupun pelayanan.

Sejalan dengan semangat kebersamaan, Rapat Kerja ini menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi akademik dan klinis Prodi Urologi FK-KMK UGM. Forum ini diharapkan dapat melahirkan gagasan strategis yang mampu menjawab tantangan layanan kesehatan, pendidikan, dan penelitian di era yang terus berkembang.Dengan sinergi seluruh sivitas akademika, Prodi Urologi FK-KMK UGM optimis dapat berkontribusi nyata dalam pencapaian SDGs, meningkatkan mutu pendidikan kedokteran, serta mencetak dokter urologi yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat luas

Dari Yogyakarta ke Las Vegas: Kiprah Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) di Panggung Urologi Dunia

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Salah satu staf pengajar, Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K), mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara dalam forum ilmiah bergengsi American Urological Association (AUA) Annual Meeting 2025 yang diselenggarakan di Las Vegas pada 26–29 April 2025.

Keterlibatan beliau sebagai narasumber tidak hanya menunjukkan kualitas akademik dan profesionalisme, tetapi juga mengukuhkan posisi Indonesia, khususnya UGM, dalam percaturan global Ilmu Urologi. Forum ini diikuti oleh ribuan ahli urologi dari berbagai belahan dunia, sehingga kehadiran Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) menjadi wujud nyata kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan.

Partisipasi ini selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dalam aspek SDG 3 (Good Health and Well-being), keikutsertaan UGM dalam forum internasional berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya dalam bidang urologi, melalui pertukaran ilmu pengetahuan mutakhir yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan pasien.

Dari sisi SDG 4 (Quality Education), kesempatan ini menjadi sarana transfer ilmu global ke tingkat lokal. Pengetahuan yang diperoleh dari forum internasional akan dibawa kembali untuk memperkuat kurikulum, riset, dan pembelajaran di Program Studi Urologi UGM. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk menghasilkan dokter spesialis urologi yang unggul, berdaya saing internasional, dan memiliki kepedulian pada tantangan kesehatan masyarakat.

Lebih jauh lagi, kehadiran Dr. Prahara Yuri di AUA Annual Meeting juga merefleksikan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kolaborasi akademis lintas negara dan lintas institusi menjadi pondasi penting dalam membangun jejaring ilmiah global. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan lahir penelitian bersama, inovasi teknologi, serta penguatan sistem kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Program Studi Urologi UGM, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi generasi muda akademisi untuk terus berkiprah di tingkat dunia, membawa ilmu pengetahuan demi tercapainya kesehatan yang lebih baik dan pendidikan yang berkualitas bagi semua