Arsip:

SDG 4: Quality Education

Partisipasi Peserta Didik Prodi Urologi Indonesia pada 34th Malaysian Urological Conference 2025: Memperkuat Kolaborasi dan Inovasi di Tingkat Regional

 

Program pendidikan Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan ilmu dan jejaring internasional melalui partisipasi dalam 34th Malaysian Urological Conference (MUC) 2025 yang diselenggarakan pada 20–22 November 2025 di Pullman Hotel, Kuching, Sarawak, Malaysia. Dalam kesempatan ini, dr. Sabillal Shaleh hadir sebagai delegasi dari Indonesia pada kegiatan Federation of ASEAN Urological Associations (FAUA) Trainees Symposium, sebuah forum ilmiah regional yang mempertemukan para peserta didik urologi dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Kehadiran delegasi dari Indonesia dalam forum bergengsi ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas wawasan akademik serta memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dan layanan kesehatan di kawasan ASEAN. FAUA Trainees Symposium dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, pengalaman klinis, serta diskusi ilmiah mengenai perkembangan terbaru di bidang urologi, termasuk teknik bedah minimal invasif, inovasi diagnostik, serta pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan penyakit urologi.

Partisipasi dalam konferensi internasional seperti Malaysian Urological Conference tidak hanya memberikan pengalaman akademik yang berharga, tetapi juga memperluas jaringan profesional di tingkat regional. Interaksi langsung dengan pakar urologi dari berbagai negara memberikan kesempatan untuk memahami praktik terbaik (best practices) serta perkembangan teknologi terbaru yang dapat diadaptasi dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being: meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pertukaran ilmu dan peningkatan kompetensi klinis di bidang urologi.
  • SDG 4 – Quality Education: memperkuat pendidikan kedokteran spesialis melalui akses terhadap forum ilmiah internasional dan pembelajaran berbasis kolaborasi global.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals: memperluas kemitraan akademik dan profesional antar negara ASEAN dalam pengembangan ilmu urologi.

Melalui partisipasi aktif dalam forum internasional seperti ini, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berupaya memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu urologi yang berdaya saing global, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Membedah Masa Depan: Ketika Sayatan Kecil Menjawab Tantangan Global Kesehatan

 

Laparoskopi, atau yang sering dikenal sebagai operasi ‘bedah lubang kunci’, merevolusi prosedur urologi. Berbeda dengan operasi konvensional yang membutuhkan sayatan besar, laparoskopi hanya memerlukan beberapa sayatan minimal. Teknik ini membawa dampak luas yang selaras dengan prinsip SDGs: pemulihan pasien yang lebih cepat, rasa nyeri pasca-operasi yang berkurang, risiko infeksi yang lebih rendah, dan masa rawat inap yang lebih singkat. Pada akhirnya, hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu pasien, tetapi juga mengurangi beban sistem kesehatan secara keseluruhan—sebuah langkah maju menuju cakupan kesehatan semesta.

Workshop ini diperkaya dengan kehadiran dua pembicara kompeten. Sebagai instruktur, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) berbagi ilmu dan pengalaman klinisnya yang mendalam. Beliau memandu para peserta melalui teknik-teknik kompleks dalam laparoskopi urologi, mulai dari dasar-dasar instrumentasi hingga tips mengatasi tantangan selama operasi. Sementara itu, dr. Rio Rakhmadi, Sp.U hadir sebagai peserta yang aktif, merepresentasikan semangat belajar sepanjang hayat yang esensial bagi seorang dokter spesialis.

Kegiatan ini diisi dengan sesi teori yang komprehensif, dilanjutkan dengan sesi hands-on di mana peserta dapat mempraktikkan langsung keterampilan mereka menggunakan simulator dan alat laparoskopi. Simulasi ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi operasi sesungguhnya, sehingga peserta dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kompetensi teknis mereka sebelum menerapkannya pada pasien.

Dengan diselenggarakannya workshop semacam ini, Prodi Urolgi tidak hanya mencetak tenaga medis yang terampil, tetapi juga pelopor inovasi di bidang kesehatan. Kami percaya bahwa investasi dalam pendidikan dan pelatihan berkelanjutan adalah fondasi untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh, adil, dan berkualitas untuk semua—sebuah warisan yang akan dirasakan oleh generasi sekarang dan mendatang

Riset Hebat, Semangat Kuat: Langkah Mantap PPDS Urologi UGM di Ajang Ilmiah Urologi

Semangat penelitian dan inovasi kembali mengharumkan nama Program Pendidikan Dokter Spesialis Urologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Dalam ajang 48th ASMIUA (Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association) yang digelar di Medan pada 27 September 2025, dr. Aldy Ridho Pangestu, residen Urologi UGM, berhasil meraih “1st Winner Scientific Competition Moderated E-Poster: Systematical Review”.

Kemenangan ini bukan sekadar prestasi individu, melainkan cerminan kuatnya tradisi akademik dan komitmen terhadap penelitian berbasis bukti di lingkungan pendidikan dokter spesialis UGM. Melalui systematic review yang disusunnya, dr. Aldy menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah yang berfokus pada efektivitas terapi dan pengelolaan penyakit urologi secara berkelanjutan — sejalan dengan tujuan SDG 3 (Good Health and Well-being) untuk memastikan kehidupan sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua usia.

Selain itu, pencapaian ini juga menggambarkan implementasi nyata SDG 4 (Quality Education), yaitu peningkatan mutu pendidikan melalui riset yang inovatif dan kolaboratif. Kompetisi ilmiah seperti ASMIUA tidak hanya menjadi ajang unjuk prestasi, tetapi juga ruang bagi para calon spesialis untuk berjejaring, bertukar pengetahuan, dan memperkuat landasan penelitian berbasis bukti di bidang urologi.

Dengan semangat muda dan integritas ilmiah yang tinggi, dr. Aldy Ridho menunjukkan bahwa inovasi di bidang kedokteran tidak selalu dimulai dari laboratorium besar — melainkan dari tekad dan konsistensi dalam mencari kebenaran ilmiah. Urologi UGM bangga menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju pengembangan kesehatan berkelanjutan dan pendidikan medis unggul di Indonesia.

Menjaga Masa Depan Urologi Indonesia: Kiprah Akademisi dalam ASMUIA ke-48

 

Kemajuan ilmu urologi di Indonesia tidak hanya ditentukan oleh teknologi medis yang berkembang pesat, tetapi juga oleh komitmen para akademisi dan praktisi untuk terus berbagi ilmu dan pengalaman. Semangat inilah yang tergambar jelas dalam keikutsertaan Dr. dr. Prahara Yuri, Sp.U(K) sebagai moderator dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMUIA) yang berlangsung di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

ASMUIA ke-48 mengusung tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”, sebuah ajakan untuk membangun arah masa depan pelayanan dan pendidikan urologi yang berkelanjutan. Acara ini menjadi wadah penting bagi para ahli urologi dari seluruh Indonesia untuk berdiskusi, mempresentasikan hasil riset terkini, serta memperkuat jejaring kolaborasi lintas institusi.

Sebagai moderator, Dr. Prahara Yuri berperan penting dalam menjaga alur diskusi ilmiah yang dinamis, mendorong pertukaran gagasan, dan memastikan forum berjalan produktif. Peran ini menunjukkan kontribusi nyata akademisi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu pelayanan kesehatan urologi, dan SDG 4 (Quality Education) dengan memperkuat transfer pengetahuan antardokter dan peneliti.

Keterlibatan aktif dosen dan staf akademik dalam forum nasional seperti ASMUIA merupakan bukti nyata komitmen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan kedokteran dan kesehatan di Indonesia. Melalui kegiatan ilmiah ini, diharapkan muncul inovasi baru, panduan praktik berbasis bukti, serta kolaborasi riset yang dapat berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan semangat kolaboratif dan komitmen terhadap keberlanjutan ilmu pengetahuan, ASMUIA ke-48 bukan hanya menjadi ajang ilmiah tahunan, tetapi juga simbol langkah bersama dalam membentuk masa depan urologi Indonesia yang lebih unggul, sehat, dan berdaya saing global.

Mengukir Prestasi di Kancah Global: Dosen Urologi FK-KMK UGM Jadi Pembicara Konferensi Internasional

 

Dalam sebuah langkah yang membanggakan, Dr. dr. H. R. Danarto, Sp.B, Sp.U(K), staf pengajar dan ahli urologi dari Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, kembali mengukir prestasi dengan menjadi pembicara dalam ajang bergengsi 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA). Konferensi yang diselenggarakan di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan, pada 27 September 2025 ini, merupakan wadah pertemuan para ahli urologi terkemuka dari dalam dan luar negeri untuk bertukar ilmu terkini.

Keikutsertaan Dr. Danarto sebagai speaker pada acara tingkat nasional yang memiliki dampak internasional ini bukan sekadar pengakuan individual, melainkan cerminan nyata dari komitmen Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM dalam menjawab tantangan global, khususnya yang tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Kontribusi ini secara langsung menyentuh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Sebagai seorang ahli urologi yang mendalami subspesialisasi lebih lanjut, partisipasi Dr. Danarto memastikan bahwa pengetahuan dan inovasi terbaru dalam penanganan penyakit ginjal, saluran kemih, dan sistem reproduksi pria dapat diakses oleh rekan sejawat di Indonesia. Transfer ilmu ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan urologi di tanah air, mengurangi morbiditas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, peran ini juga selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kehadiran di forum ilmiah seperti ASMIUA memperkuat jejaring kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan industri kesehatan. Pengetahuan dan penelitian mutakhir yang dibagikan akan diserap kembali ke dalam kurikulum pendidikan, memastikan bahwa calon-calon ahli urologi di UGM mendapatkan pembelajaran yang relevan dan berstandar global.

Prestasi ini membuktikan bahwa dedikasi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat—dapat berjalan seiring dengan kontribusi pada agenda pembangunan global. Program Studi Ilmu Urologi FK-KMK UGM, melalui para dosen dan mahasiswanya, terus berkomitmen untuk menjadi pusat unggulan yang tidak hanya mencetak tenaga medis yang kompeten, tetapi juga menjadi agen perubahan dalam memajukan kesehatan masyarakat Indonesia dan dunia.

Tingkatkan Jejaring dan Kualitas Pendidikan, PPDS Urologi UGM Berpartisipasi Aktif di ASMIU Medan

 

Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Urologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis nasional. Kali ini, diwakili oleh dr. Toni Febriyanto, mahasiswa PPDS Urologi semester empat, yang berpartisipasi aktif dalam Education Expo The 48th Annual Scientific Meeting of the Indonesian Urological Association (ASMIUA) di Medan. Acara bergengsi ini menjadi ajang bagi para calon dokter spesialis urologi untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan yang akan mereka jalani.

Dalam sesi “Sharing Session: A Day in The Life of a Urology Resident”, Dr. Toni dengan antusias membagikan pengalaman langsungnya selama menjalani program residensi. Ia tidak hanya bercerita tentang keseruan dan tantangan dalam pembelajaran klinis di rumah sakit, tetapi juga tentang dinamika kehidupan akademik yang membentuknya menjadi calon dokter spesialis urologi yang kompeten. Sesi ini dihadiri oleh banyak peserta, mulai dari dokter umum hingga koas yang tertarik untuk mendalami ilmu urologi.

“Education Expo seperti ini sangat penting sebagai jembatan antara teori dan realita. Melalui cerita langsung dari para residen, calon peserta didik bisa mendapatkan gambaran utuh dan motivasi yang kuat sebelum memutuskan untuk melanjutkan studi spesialis,” ujar Dr. Toni.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Dengan membagikan pengalaman dan membuka diskusi, pendidikan spesialis yang inklusif dan berkualitas dapat diakses oleh lebih banyak calon tenaga kesehatan.

Partisipasi aktif ini juga merefleksikan komitmen program studi dalam membangun jejaring akademik dan profesional lintas institusi. Diskusi yang terbangun tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan di bidang pelayanan kesehatan urologi di Indonesia, yang selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Melalui partisipasi dalam ajang-ajang strategis seperti ASMIUA 48,

 
PPDS Urologi FK-KMK UGM

terus berkomitmen untuk mencetak generasi dokter spesialis urologi yang tidak hanya unggul secara teknis-klinis, tetapi juga memiliki wawasan global, kemampuan komunikasi yang mumpuni, dan dedikasi tinggi untuk mewujudkan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.

Suara Muda Urologi Indonesia: Kiprah dr. Muhammad Radityo Hendarso di Panggung Ilmiah Nasional

 

Perkembangan ilmu kedokteran memerlukan regenerasi yang berkelanjutan, dan semangat para dokter muda menjadi salah satu kunci untuk memastikan kesinambungan tersebut. Salah satu sosok yang menampilkan semangat itu adalah dr. Muhammad Radityo Hendarso, Sp.U, yang berperan sebagai pembicara dalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) yang digelar di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan, pada 26 September 2025.

Forum ilmiah tahunan yang bertema “Shaping the Future of Urology in Indonesia” ini merupakan ajang prestisius tempat para ahli urologi dari seluruh Indonesia berkumpul untuk berbagi pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman klinis. Dalam kesempatan tersebut, dr. Radityo membawakan materi yang merefleksikan komitmen terhadap pengembangan ilmu urologi berbasis bukti dan inovasi. Keikutsertaan beliau menegaskan bahwa Prodi Urologi UGM tidak hanya menjadi pelopor dalam bidang akademik, tetapi juga aktif berkontribusi di tingkat nasional melalui karya ilmiah dan pemikiran yang membangun.

Keterlibatan dosen muda seperti dr. Radityo menjadi wujud nyata dari implementasi Sustainable Development Goals (SDG), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, dan SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ilmiah seperti ASMIUA, transfer ilmu antar generasi dapat berjalan efektif, memastikan bahwa kemajuan ilmu kedokteran tidak berhenti pada satu titik, tetapi terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Lebih dari sekadar forum akademik, ASMIUA menjadi ruang bagi kolaborasi, inspirasi, dan inovasi. Kontribusi dr. Radityo menunjukkan bahwa masa depan urologi Indonesia berada di tangan yang tepat—generasi muda yang berpikir kritis, berjiwa ilmiah, dan berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Jejak Langkah Keluarga Besar Departemen Urologi UGM Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan

Bayangkan sebuah malam yang tidak hanya diisi dengan gemerlap lampu dan santapan lezat, tetapi juga oleh energi kolaborasi yang kuat. Sebuah malam di mana obrolan hangat antar kolega tidak hanya membahas kasus-kasus medis terkini, tetapi juga merajut sebuah visi bersama untuk masa depan kesehatan yang lebih baik. Inilah esensi sebenarnya dari Gala Dinner Jogja Urology Forum 2025 yang baru saja berlangsung.

Acara spesial ini berhasil menghadirkan atmosfer yang langka, mempertemukan para konsulen yang penuh wawasan, para alumni yang telah berkarya di berbagai penjuru, serta para PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) Urologi yang penuh semangat. Dalam satu frame foto yang terlihat, tercermin bukan hanya senyum dan kebahagiaan, tetapi sebuah rantai pengetahuan dan dedikasi yang tidak terputus.

Pertemuan ini secara langsung menyentuh SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan menciptakan ruang transfer ilmu dan mentor-mentor informal yang sangat krusial dalam pendidikan spesialis. Ikatan yang terjalin antara senior dan yunior adalah fondasi untuk memastikan kualitas pendidikan dokter spesialis urologi di Indonesia tetap unggul dan berkelanjutan.

Tidak berhenti di situ, kolaborasi yang terbangun merupakan wujud nyata dari SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Forum ini adalah bukti bahwa kemajuan ilmu urologi tidak dapat dicapai sendiri-sendiri. Diperlukan kemitraan yang kuat antara akademisi, praktisi, dan generasi penerus untuk mengatasi tantangan kesehatan, meningkatkan akses pelayanan urologi yang berkualitas (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan mendorong inovasi dalam penelitian.

Gala Dinner Jogja Urology Forum 2025 telah usai, tetapi dampaknya baru dimulai. Semangat kebersamaan dan komitmen untuk berbagi ilmu yang terpancar dalam malam itu adalah modal berharga bagi Program Studi Urologi kita. Setiap jabat tangan, setiap diskusi, dan setiap tawa yang terdengar adalah benih yang ditanam untuk menumbuhkan ekosistem urologi Indonesia yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Mari kita terus jaga api semangat kolaborasi ini menyala. Bersama, langkah kita menuju pelayanan urologi terbaik bagi masyarakat Indonesia akan semakin pasti dan bermakna.

Menjadi Penggerak Ilmu dan Kolaborasi: Peran Urologi UGM di Panggung Nasional

 

Perkembangan ilmu kedokteran tidak pernah berhenti, dan di tengah dinamika tersebut, para akademisi Urologi Universitas Gadjah Mada terus memainkan peran penting dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Salah satunya tercermin dalam keikutsertaan Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, Sp.U(K) sebagai moderatordalam 48th Annual Scientific Meeting of Indonesian Urological Association (ASMIUA) yang diselenggarakan pada 26 September 2025 di Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Medan.

Dengan tema “Shaping the Future of Urology in Indonesia”, forum ilmiah bergengsi ini menjadi wadah bagi para ahli urologi dari seluruh Indonesia untuk berbagi pengalaman, mempresentasikan penelitian terkini, dan mendiskusikan inovasi dalam penanganan berbagai penyakit urologi. Peran Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri sebagai moderator menunjukkan kontribusi aktif UGM dalam memastikan diskusi ilmiah berlangsung dinamis, kritis, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 4 (Quality Education). Melalui partisipasi aktif dalam forum ilmiah, UGM berkomitmen untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, memperluas transfer ilmu, serta memastikan bahwa kemajuan di bidang urologi dapat berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Lebih dari sekadar pertemuan ilmiah, ASMIUA menjadi simbol kolaborasi lintas institusi dan generasi. Keterlibatan akademisi UGM di forum nasional seperti ini membuktikan bahwa semangat academic leadership dan lifelong learningtetap menjadi pilar utama dalam membangun masa depan urologi Indonesia yang berdaya saing global dan berorientasi pada kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Konferensi: Peran Vital Urologi dalam Meningkatkan Keberhasilan IVF

 

Isu infertilitas merupakan tantangan kesehatan global yang mempengaruhi jutaan pasangan, termasuk di Indonesia. Menjawab kompleksitas ini, dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K), staf pengajar Departemen Urologi FK-KMK UGM, hadir sebagai pembicara kunci dalam The 6th Biennial Meeting of Indonesian Association for In Vitro Fertilization (IA-IVF). Keikutsertaan beliau bukan hanya mewakili institusi, tetapi juga menegaskan posisi UGM sebagai pionir dalam inovasi ilmu reproduksi berbasis bukti.

Konferensi bergengsi yang mengusung tema “Navigating the Future of Assisted Reproduction in Indonesia: Innovations, Ethics, and Accessibility” ini menjadi platform strategis untuk membahas masa depan reproduksi berbantu dari sudut pandang teknologi, etika, dan yang terpenting: aksesibilitas bagi masyarakat.

Acara ini merupakan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusi tersebut tercermin dari dukungan terhadap SDG 3melalui peningkatan layanan kesehatan reproduksi, penyebaran ilmu pengetahuan berkualitas untuk mendukung SDG 4, serta advokasi untuk SDG 10 dengan memperjuangkan akses yang lebih merata terhadap layanan fertilitas. Melalui kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berperan aktif menjawab tantangan kesehatan nasional.

Partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata komitmen FK-KMK UGM untuk tidak hanya menghasilkan dokter-dokter spesialis yang kompeten, tetapi juga ilmuwan dan praktisi yang aktif memajukan dunia kesehatan Indonesia. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan inovasi berkelanjutan, UGM terus berkontribusi untuk menjawab tantangan kesehatan reproduksi nasional, membawa harapan baru bagi jutaan pasangan di Tanah Air.