Arsip:

SDG 10: Reduced Inequalities

Menyandang Gelar, Mengemban Peran: Lahirnya Urolog Baru dari FK-KMK UGM

Setiap akhir perjalanan pendidikan merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada masyarakat. Momen tersebut dirasakan oleh enam peserta didik Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) yang resmi menyandang gelar dokter spesialis urologi setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan proses evaluasi akademik. Keenam lulusan tersebut adalah dr. Ali Ariyono, Sp.U., dr. Erick Frapanca, Sp.U., dr. R. Bg. Ardika Satria Kusuma, Sp.U., dr. Nikko Caesario Mauldy Susilo, Sp.U., dr. Muhammad Mahmud Ridho, Sp.U., dan dr. Yudriawan Annas, Sp.U.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang menuntut dedikasi, ketekunan, serta komitmen terhadap pembelajaran dan pelayanan pasien. Selama masa pendidikan, para peserta didik tidak hanya dibekali kompetensi klinis dan keterampilan bedah, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, penelitian berbasis bukti (evidence-based medicine), profesionalisme, serta empati dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Lahirnya enam urolog baru menjadi pencapaian penting bagi Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap menjawab tantangan pelayanan kesehatan di Indonesia. Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman klinis, dan nilai-nilai profesional yang telah diperoleh selama pendidikan, para lulusan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan layanan urologi, pendidikan kedokteran, dan penelitian di berbagai daerah.

Pencapaian ini juga mencerminkan kontribusi Prodi Urologi FK-KMK UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penyediaan tenaga spesialis yang kompeten untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis yang berkualitas dan berkelanjutan, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan mendukung pemerataan layanan kesehatan spesialistik melalui hadirnya lulusan yang siap mengabdi di berbagai wilayah Indonesia.

Penguatan Jejaring Layanan Urologi: Visitasi Program Studi Urologi UGM ke RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan visitasi ke RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu pada 9 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan jejaring kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit daerah dalam mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis urologi serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di bidang urologi.

Visitasi ini dihadiri oleh tim dari Program Studi Urologi FK-KMK UGM yang melakukan pertemuan dengan jajaran manajemen rumah sakit serta tenaga medis di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, termasuk penguatan layanan urologi, pengembangan sumber daya manusia, serta potensi kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian.

Selain diskusi formal, kegiatan visitasi juga diisi dengan peninjauan langsung terhadap fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit, termasuk unit pelayanan yang berkaitan dengan penanganan kasus urologi. Melalui kunjungan ini, tim dari Program Studi Urologi UGM memperoleh gambaran mengenai alur pelayanan pasien, ketersediaan fasilitas medis, serta tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan kesehatan urologi di wilayah Bengkulu.

Interaksi antara akademisi dan tenaga medis di rumah sakit menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan ini. Diskusi yang berlangsung secara terbuka memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman klinis, membahas perkembangan terkini di bidang urologi, serta mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam menangani kasus-kasus urologi yang semakin kompleks.

Penguatan kerja sama antara institusi pendidikan dan rumah sakit daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga medis, serta transfer pengetahuan dapat berjalan secara berkelanjutan. Hal ini juga membuka peluang bagi rumah sakit daerah untuk memperluas akses terhadap pengembangan keilmuan dan praktik klinis yang berbasis bukti.

Bagi Program Studi Urologi FK-KMK UGM, kegiatan visitasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan serta berkontribusi dalam penguatan layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi yang erat dengan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah, pendidikan dokter spesialis urologi diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan medis bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan layanan urologi dan peningkatan kompetensi tenaga medis.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialis melalui kolaborasi dengan rumah sakit daerah.
  • SDG 10 – Reduced Inequalities:memperluas akses layanan kesehatan spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
  • SDG 17 – Partnerships for the Goals:memperkuat kemitraan antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan visitasi ini, diharapkan terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara Program Studi Urologi FK-KMK UGM dan RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu dalam pengembangan pendidikan, penelitian, serta peningkatan layanan kesehatan urologi bagi masyarakat.

Kontribusi Baru untuk Layanan Urologi: Enam Dokter Lulus dari Program Studi Urologi UGM Siap Mengabdi

Program Studi Urologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan pencapaian penting melalui kelulusan enam dokter spesialis urologi pada Wisuda Program Pascasarjana Periode II Tahun Akademik 2025–2026 yang diselenggarakan pada 21 Januari 2026. Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik para lulusan sekaligus menandai kontribusi baru bagi penguatan layanan kesehatan urologi di Indonesia.

Enam dokter yang resmi menyelesaikan pendidikan spesialis urologi tersebut adalah dr. Ryuu Damara Parisudha, Sp. Udr. Muhammad Sidiq, Sp. Udr. Ibnu Widya Argo, Sp. Udr. Muhammad Halim Hanindya Kusuma, Sp. Udr. Leonardo Grevi Tamara, Sp. U, dan dr. Made Kresna Yudhistira Wiratma, Sp. U. Setelah menempuh proses pendidikan yang komprehensif, meliputi pelatihan klinis, penguasaan keterampilan bedah, serta pengembangan keilmuan di bidang urologi, para lulusan kini siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang lebih luas.

Kelulusan para dokter spesialis urologi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi institusi pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas layanan kesehatan di berbagai daerah. Ketersediaan tenaga ahli di bidang urologi memiliki peran penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, khususnya dalam penanganan penyakit pada sistem saluran kemih dan reproduksi pria.

Momen wisuda juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, serta para tenaga pengajar yang selama ini berperan dalam membimbing dan membentuk kompetensi para lulusan. Dukungan dari berbagai pihak tersebut menjadi fondasi penting dalam mencetak tenaga medis yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.

Kegiatan ini juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), antara lain:

  • SDG 3 – Good Health and Well-being:meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penambahan tenaga dokter spesialis urologi yang kompeten.
  • SDG 4 – Quality Education:mendukung pendidikan tinggi berkualitas dalam bidang kedokteran spesialis.
  • SDG 10 – Reduced Inequalities:memperluas akses layanan kesehatan spesialis di berbagai wilayah melalui distribusi tenaga medis terlatih.

Dengan bertambahnya enam dokter spesialis urologi baru, Program Studi Urologi FK-KMK UGM terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran sekaligus memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Lebih dari Sekadar Konferensi: Peran Vital Urologi dalam Meningkatkan Keberhasilan IVF

 

Isu infertilitas merupakan tantangan kesehatan global yang mempengaruhi jutaan pasangan, termasuk di Indonesia. Menjawab kompleksitas ini, dr. Sakti Ronggowardhana Brodjonegoro, Sp.U(K), staf pengajar Departemen Urologi FK-KMK UGM, hadir sebagai pembicara kunci dalam The 6th Biennial Meeting of Indonesian Association for In Vitro Fertilization (IA-IVF). Keikutsertaan beliau bukan hanya mewakili institusi, tetapi juga menegaskan posisi UGM sebagai pionir dalam inovasi ilmu reproduksi berbasis bukti.

Konferensi bergengsi yang mengusung tema “Navigating the Future of Assisted Reproduction in Indonesia: Innovations, Ethics, and Accessibility” ini menjadi platform strategis untuk membahas masa depan reproduksi berbantu dari sudut pandang teknologi, etika, dan yang terpenting: aksesibilitas bagi masyarakat.

Acara ini merupakan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Kontribusi tersebut tercermin dari dukungan terhadap SDG 3melalui peningkatan layanan kesehatan reproduksi, penyebaran ilmu pengetahuan berkualitas untuk mendukung SDG 4, serta advokasi untuk SDG 10 dengan memperjuangkan akses yang lebih merata terhadap layanan fertilitas. Melalui kolaborasi lintas disiplin, UGM terus berperan aktif menjawab tantangan kesehatan nasional.

Partisipasi aktif ini merupakan wujud nyata komitmen FK-KMK UGM untuk tidak hanya menghasilkan dokter-dokter spesialis yang kompeten, tetapi juga ilmuwan dan praktisi yang aktif memajukan dunia kesehatan Indonesia. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan inovasi berkelanjutan, UGM terus berkontribusi untuk menjawab tantangan kesehatan reproduksi nasional, membawa harapan baru bagi jutaan pasangan di Tanah Air.

Sambut Generasi Penerus: Sebelas Residen Baru Urologi UGM Wujudkan Regenerasi dan Semangat Baru untuk Indonesia

Program Studi (Prodi) Pendidikan Dokter Spesialis Urologi FK-KMK UGM kembali menorehkan babak baru dalam sejarah regenerasi ahli bedah urologi Indonesia. Sebanyak sebelas calon dokter spesialis resmi memulai perjalanan akademik dan profesional mereka sebagai PPDS Urologi periode Juli 2025. Kehadiran mereka, yang berasal dari berbagai penjuru tanah air—mulai dari Sumatera hingga Indonesia Timur—tidak hanya menyuntikkan semangat baru, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata UGM dalam mendukung pemerataan tenaga kesehatan spesialis di seluruh Indonesia.

Kegiatan perkenalan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dihadiri oleh seluruh jajaran konsulen, staf pengajar, serta PPDS senior. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi Urologi FK-KMK UGM menekankan bahwa momen ini adalah fondasi penting untuk membangun karakter seorang urolog yang unggul.

Suasana akrab terlihat jelas ketika para residen senior berbagi pengalaman dan tips kepada junior mereka. Interaksi ini tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan, tetapi juga membangun sistem pendukung (support system) yang kuat di dalam program studi. Para konsulen juga hadir memberikan motivasi, menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja sama tim dalam menghadapi tantangan dunia residensi yang padat dan kompleks.

Penerimaan residen baru ini memiliki dampak strategis yang selaras dengan komitmen global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Langkah ini secara langsung mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan pendidikan spesialis yang bermutu dan inklusif. Selain itu, dengan merekrut calon dokter dari berbagai daerah, program ini turut mendorong SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan mempersiapkan tenaga ahli yang diharapkan dapat kembali melayani di daerah asalnya, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan urologi yang berkualitas. Pada akhirnya, upaya ini berujung pada kontribusi nyata untuk SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan urologi nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan regenerasi yang kental, Prodi Urologi FK-KMK UGM terus bergerak maju untuk mencetak dokter spesialis urologi yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi dan siap menjawab tantangan kesehatan masa depan.